Loading...

7 Tokoh Alkitab Yang Korupsi

Hal ini diperkuat oleh pengakuan Zakheus sendiri, serta pernyataan Tuhan Yesus bahwa Zakheus telah bertobat, artinya sebelumnya Zakheus hidup dalam kubangan korupsi.

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Kata Yesus kepadanya: Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:8-10)

 

6. Yudas Iskariot

Tokoh Alkitab lainnya yang korupsi adalah Yudas Iskariot.

Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 murid Tuhan Yesus yang kemudian menjadi pengkhianat

Yudas Iskariot bertugas sebagai bendahara para rasul.

Dan ketika Maria datang untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya, Yudas Iskariot melakukan protes.

Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri, yang biasa mencuri uang dari kas yang dipegangnya (Yohanes 12:1-8).

“Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin? Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” (Yohanes 12:4-6)

Kedudukannya sebagai bendahara Tuhan Yesus dan murid-muridNya rupanya dipakai oleh Yudas Iskariot sebagai kesempatan untuk melakukan  korupsi.

Dan Yudas tampaknya sudah sering melakukan korupsi. Sampai-sampai perbuatan mulia Maria yang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak narwastu dikritiknya.

Ia ingin agar minyak mahal tersebut dijual, lalu uangnya masuk kas, sehingga ia bisa korupsi!

 

7. Para Prajurit Romawi

Tokoh Alkitab terakhir yang korupsi adalah para prajurit Romawi.

Para prajurit ini adalah serdadu-serdadu Romawi yang bertugas menjaga/mengawal kubur Yesus.

Para pemimpin Yahudi meminta para pengawal kepada wali negeri Romawi, Pilatus, untuk menjaga kubur Yesus. Mereka mengatakan bahwa Yesus berkata Ia akan bangkit pada hari yang ketiga.

Karena itu, mereka meminta para penjaga agar mayatNya tidak dicuri oleh murid-muridNya (mereka tidak yakin Yesus akan bangkit) dan mengatakan bahwa Ia telah bangkit sehingga semakin menyesatkan rakyat.

Pilatus menuruti permintaan orang-orang Yahudi tersebut dengan memberikan para pengawal kepada mereka (Matius 27:62-66).

Tetapi para pengawal ini melaporkan bahwa mayat Yesus sudah tidak ada di dalam kuburNya. Karena memang Tuhan Yesus sudah bangkit.

Para pemimpin Yahudi terpaksa menyuap para prajurit Romawi ini agar mereka berbohong dengan mengatakan bahwa mayat Yesus telah dicuri oleh murid-muridNya ketika mereka sedang tertidur.

“Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.” (Matius 28:11-15)

Sebenarnya sangat tidak masuk akal bahwa pada prajurit Romawi ini bisa tertidur pada tengah malam.

Lebih tidak masuk akal lagi jika murid-murid Yesus, yang notabene mayoritas orang-orang sederhana, bisa mencuri mayat Yesus.

Tetapi cerita ini harus direkayasa oleh para pemimpin Yahudi untuk menyelamatkan muka mereka dari fakta bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Dan para prajurit Romawi dengan senang hati menerima uang suap (korupsi) yang diberikan oleh para pemimpin Yahudi tersebut.

Sebab alasan apa lagi yang bisa mereka berikan untuk membendung fakta kebangkitan Tuhan Yesus?

 

Itulah para tokoh Alkitab yang korupsi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!