Loading...

7 Tokoh Alkitab Yang Mati Bunuh Diri

Loading...

 

Artikel ini membahas tentang 7 tokoh Alkitab yang mati bunuh diri.

Angka kasus bunuh diri setiap tahun mengalami peningkatan, baik secara nasional, maupun secara global. Ada banyak alasan mengapa orang bunuh diri, antara lain: alasan ekonomi, penyakit, rasa malu, merasa dilecehkan, depresi, dan lain sebagainya.

Apa pun alasannya, bunuh diri tentu adalah suatu perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Sebab bunuh diri jelas melanggar hukum Allah yang ke-6, “Jangan membunuh” (Keluaran 20:13).

Bunuh diri adalah perbuatan membunuh, sekalipun itu adalah membunuh diri sendiri. (Baca: 10 Firman Allah Dan Maknanya)

Sebab hanya Tuhan yang berhak atas nyawa manusia, dan hanya Dia yang berhak untuk mengambilnya dari manusia. Manusia tidak berhak untuk mengambil nyawanya sendiri dengan cara bunuh diri.

Kendati demikian, Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang nasib seseorang yang mati bunuh diri, khususnya orang percaya. Tidak dijelaskan di Alkitab apakah orang yang mati bunuh diri itu selamat atau tidak, kehilangan keselamatannya atau tidak. Hal ini telah menimbulkan pandangan yang berbeda di antara orang Kristen.

Hal ini juga berakibat pada perbedaan pandangan tentang “pelayanan” terhadap orang yang mati bunuh diri itu, apakah orang yang mati bunuh diri boleh dilayani dengan acara ibadah pemakaman dan/atau ibadah penghiburan bagi keluarganya atau tidak.

Artikel ini tidak membahas tentang bagaimana pandangan Alkitab/Kristen terhadap kasus bunuh diri. Artikel ini hanya membahas beberapa kasus bunuh diri yang terjadi di Alkitab.

Di Alkitab, setidaknya ada 7 kematian yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kasus bunuh diri. Atau, ada 7 tokoh Alkitab yang mati bunuh diri.

Sebagian besar di antara mereka adalah tokoh-tokoh terkenal, seperti raja, hakim, dan bahkan rasul! Dan hampir semuanya (atau semuanya) berasal dari bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah.

Alasan mereka bunuh diri pun macam-macam, ada karena merasa malu, merasa tidak berharga, tidak rela jatuh ke tangan musuh, ataupun karena menyesal atas apa yang diperbuatnya.

Siapa sajakah 7 tokoh Alkitab yang mati bunuh diri? Berikut pembahasannya.

 

1. Abimelekh

Tokoh Alkitab yang mati bunuh diri, yang pertama adalah Abimelekh.

Abimelekh adalah anak Gideon. Gideon sendiri adalah satu dari 7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab.

Abimelekh merupakan anak Gideon dari salah satu selirnya yang berasal dari Sikhem. Gideon memang mempunyai banyak istri atau selir, dan dari mereka Gideon mempunyai 70 anak laki-laki.

Setelah Gideon meninggal, maka Abimelekh membunuh semua anak laki-laki Gideon, mungkin agar ia leluasa menjalankan ambisinya untuk memimpin bangsa Israel menggantikan ayanya, Gideon.

Namun salah satu dari anak-anak Gideon tersebut, yakni Yotam, luput dari pembunuhan yang dilakukan oleh Abimelkh.

Abimelekh kemudian menjadi raja di wilayah Sikhem, karena dari situlah ibunya berasal.

Tetapi, oleh campur tangan Tuhan, orang Sikhem kemudian tidak menerima kepemimpinan Abimelekh. Lalu mereka berperang melawan Abimelekh.

Ketika sedang terjadi peperangan, dan Abimelekh hendak membakar menara Tebes, seorang perempuan menjatuhkan batu kilangan (alat untuk menggiling gandum) kepada Abimelekh sehingga memecahkan batu kepalanya.

Tidak mau mati di tangan seorang perempuan, Abimelekh segera memanggil hamba pembawa senjatanya dan meminta hambanya itu untuk membunuhnya dengan pedangnya. Hamba pembawa senjatanya itu pun membunuh Abimelekh dengan pedangnya sehingga mati.

Abimelekh sepertinya dalam posisi yang sulit untuk membunuh diri sendiri, juga karena ia sedang sekarat, sehingga harus meminta “bantuan” hambanya untuk membunuhnya.

Sekalipun yang membunuh Abimelekh adalah hambanya, bukan Abimelekh sendiri, namun hal ini termasuk kategori bunuh diri. Sebab tindakan bunuh diri itu berasal dari Abimelekh, atas inisiatif dan perintahnya.

“Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya. Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya. Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh dia. Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati.” (Hakim-hakim 9:52-54)

 

2. Simson

Tokoh Alkitab selanjutnya yang mati bunuh diri adalah Simson.

Simson adalah salah satu hakim Israel terkenal. Simson diberi Tuhan kekuatan fisik yang luar biasa, yang membedakannya dengan para hakim Israel sebelumnya. Namun sayang, dalam perjalanan hidupnya, Simson lebih banyak memakai kekuatan fisiknya untuk kepentingan pribadinya sendiri daripada untuk membela kepentingan Tuhan.

Ia memakai kekuatan fisiknya terutama untuk membalas dendam pribadi terhadap orang Filistin, musuh bebuyutan bangsa Israel, bukan untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam membebaskan orang Israel dari kuasa orang Filistin. (Baca: 7 Fakta Tentang Simson)

Simson sangat mudah tergoda dengan wanita, dan karena wanita jugalah ia akhirnya “hancur”. Simson dihianati oleh wanita “mata-mata” orang Filistin, yang juga kekasihnya, yakni Delila.

Akibatnya, Tuhan meninggalkan Simson! Orang Filistin menangkap Simson, kemudian mencungkil kedua matanya dan menempatkannya di penjara dengan pekerjaan menggiling buah zaitun.

Setelah beberapa lama di penjara, Simson rupanya mulai sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya selama ini. Di samping itu, rambut Simson, letak kekuatan fisiknya, pun mulai tumbuh kembali; kekuatannya yang hilang akibat rambutnya yang dicukur, mulai pulih.

Maka ketika orang Filistin membawa Simson ke sebuah gedung untuk menyuruhnya melawak dan menjadikannya bahan tertawaan, ia pun berusaha membunuh mereka. Di gedung itu berkumpul 3000 orang Filistin, untuk mengadakan perayaan korban kepada dewa mereka, yang mereka yakini telah menyerahkan Simson ke tangan mereka.

Dalam keadaan buta setelah kedua matanya dicungkil, Simson pun meraba-raba tiang penyangga gedung tersebut.

“Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. Berkatalah Simson: Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini. Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.” (Hakim-hakim 16:29-30)

Apakah Simson mati bunuh diri? Hal ini memang agak kontroversial. Sebagian para teolog melihatnya sebagai kasus bunuh diri, sebagian lagi melihatnya bukan kasus bunuh diri, melainkan perbuatan kepahlawanan.

Namun kita perlu melihat motif kematian Simson. Simson rela mati bukan karena ingin membunuh musuhnya demi bangsa Israel (tindakan kepahlawanan). Motif kematian Simson adalah balas dendam pribadi akibat matanya yang dicungkil oleh orang Filistin (Hakim-hakim 16:28).

Dan hampir bisa dipastikan, Simson ingin mati karena ia tidak sudi jatuh ke tangan musuhnya, orang-orang Filistin yang tidak bersunat (bandingkan Hakim-hakim 15:18).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Simson mati karena bunuh diri, sekalipun dalam matinya itu ia juga membunuh banyak musuh! (bandingkan dengan orang yang mati karena bom bunuh diri, meski dalam matinya ia banyak membunuh “musuh”, ia toh dianggap melakukan bunuh diri).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!