7 Tokoh Alkitab Yang Miskin

 

Artikel ini membahas tentang para tokoh Alkitab yang miskin.

Sedikitnya ada 7 tokoh Alkitab yang miskin, yang perlu kita ketahui.

Mereka terdapat baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Ke 7 tokoh Alkitab yang miskin ini umumnya tidak secara langsung disebut sebagai orang miskin di Alkitab.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya

Tetapi dari profil mereka yang digambarkan di Alkitab, kita bisa menyimpulkan bahwa mereka adalah para tokoh Alkitab yang miskin.

Orang-orang miskin di Alkitab kerap kali disebut, khususnya di Perjanjian Lama.

Bersama para anak yatim, para janda, dan orang asing, orang-orang miskin dianggap sebagai kaum yang lemah yang harus dilindungi dan diperhatikan dalam sistem hukum bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah.

Baca juga: 5 Tokoh Alkitab Yang Pelit 

Di Perjanjian Lama sering kali Tuhan ingatkan agar tidak menindas orang-orang miskin.

Orang yang menindas orang miskin di Alkitab akan Tuhan hukum (Keluaran 22-23).

Di Perjanjian Baru pun orang-orang miskin sangat diperhatikan.

Dalam gereja mula-mula para pemimpin gereja berkomitmen untuk melayani orang-orang miskin di antara jemaat Tuhan. (Galatia 2:10).

Baca juga: 10 Fakta Tentang Uang Dan Kekayaan Menurut Alkitab

Di Alkitab orang miskin umumnya dipandang sebagai korban, bukan orang-orang yang malas atau berdosa.

Jadi dalam pandangan Kristen Perjanjian Baru, orang-orang miskin sangat dihargai dan dilindungi.

Lalu siapa sajakah ketujuh tokoh Alkitab yang miskin tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Janda Sarfat

Janda ini tidak disebutkan namanya.

Sarfat adalah salah satu kota di wilayah Sidon, jadi tidak termasuk lagi wilayah Israel, dan janda tersebut beserta anaknya bukanlah orang Israel yang percaya kepada Tuhan.

Tuhan menyuruh nabi Elia ke sana untuk memelihara nabiNya itu, karena kelaparan parah sedang melanda Israel, di mana hujan tidak turun selama tiga setengah tahun di negeri itu.

Namun janda tersebut bukanlah seorang kaya, malahan ia sedang kritis, sebab ia beserta seorang anaknya laki-laki hanya mempunyai sedikit tepung dan minyak sebagai bahan untuk membuat roti.

Namun Elia meminta agar ia dibuatkan dahulu roti. Dan ajaib, ketika janda itu taat, maka ia punya stok roti yang tak habis-habis selama musim kelaparan.

Kemudian anak perempuan itu sakit dan akhirnya meninggal. Lalu Elia mendoakan anak tersebut.

Dan mujizat pun terjadi. Anak tersebut bangkit kembali! (1 Raja-raja 17:8-24).

Sejauh yang dapat kita ketahui, inilah kebangkitan yang pertama kali disebut di Alkitab (Baca: 7 Orang Yang Pernah Dibangkitkan Di Alkitab).

 

2. Janda Seorang Nabi 

Alkisah, salah satu janda nabi mengadukan nasibnya kepada nabi Elisa.

Janda tersebut mempunyai hutang yang ditinggalkan oleh suaminya. Dia tidak sanggup membayarnya, sehingga kedua anaknya telah diambil sebagai budak.

Nabi Elisa bertanya kepada janda nabi tersebut apa saja yang dia punya di rumah.

Perempuan tersebut menjawab bahwa dia hanya mempunyai minyak dalam buli-buli.

Maka nabi Elisa meminta janda tersebut untuk mempersiapkan sebanyak mungkin bejana kosong, bahkan meminta dari para tetangganya, serta menuang minyak tersebut ke dalam bejana-bejana itu.

Dan ajaib, minyak tersebut terus-menerus mengalir hingga semua bejana yang disediakan penuh. Minyak itu baru berhenti ketika bejana terakhir telah terisi penuh.

Maka nabi Elisa memerintahkan janda nabi itu untuk menjual minyaknya, lalu membayar hutangnya dan sisanya dipakai untuk menghidupi keluarganya (2 Raja-raja 4:1-7).

 

3. Yusuf, Ayah Yesus 

Sekalipun Yusuf ayah Yesus adalah keturunan raja Daud dan keturunan raja-raja Israel, namun ia adalah seorang yang sederhana.

Hal ini tampak dari pekerjaan Yusuf, yakni seorang tukang kayu. Karena Alkitab berkata bahwa Yesus adalah anak seorang tukang kayu (Matius 13:55).

Selain itu, kesederhanaan Yusuf ayah Yesus juga diperkuat oleh fakta bahwa ketika bayi Yesus dibawa ke Bait Suci untuk dipersembahkan kepada Allah, ia mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati (Lukas 2:22-24).

Di dalam Imamat 12:6-8, dijelaskan bahwa ketika anak sulung dipersembahkan kepada Allah melalui imam, mereka juga harus mempersembahkan seekor domba atau kambing dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur.

Tetapi jika mereka tidak mampu menyediakan seekor domba atau kambing, maka mereka dapat mempersembahkan dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati.

Artinya, dengan mempersembahkan burung tekukur atau burung merpati, bukan domba atau kambing, maka Yusuf ayah Yesus pastilah tergolong orang yang kurang mampu, bahkan miskin.

 

4. Yesus Kristus

Jika membaca kisah hidup Tuhan Yesus di kitab-kitab Injil, maka kita akan menemukan fakta bahwa Ia adalah orang yang sangat sederhana/bersahaja, bahkan miskin.

Kesederhanaan Tuhan Yesus sudah terlihat sejak Ia datang ke dunia sebagai manusia.

Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia, Ia lahir di kota kecil Betlehem, di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana, Yusuf dan Maria.

Tuhan Yesus juga lahir di kandang hewan dan dibaringkan di dalam palungan, atau di tempat makan ternak (Lukas 2:1-7).

Tuhan Yesus sendiri mengakui bahwa Dia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya (Matius 8:20).

Hal ini berarti bahwa Ia tidak mempunyai tempat yang tetap. Ia tidak mempunyai rumah yang mewah dan nyaman untuk ditinggali.

Ia hidup mengembara, berkeliling dari desa ke desa, dari kota ke kota untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah (Matius 9:35; Markus 1:38-39; Kisah Para Rasul 10:37-39).

Kesederhanaan Tuhan Yesus juga tampak dari keuangan mereka yang harus ditopang oleh murid-muridNya perempuan yang memang cukup kaya (Lukas 8:1-3).

Tuhan Yesus dan murid-muridNya tidak mempunyai sumber dana sendiri yang mencukupi untuk perjalanan pelayanan mereka.

Lagipula, sebagian besar dari murid-muridNya adalah orang-orang yang  sederhana, seperti para nelayan.

Dan selama pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus lebih banyak melayani orang-orang sederhana, miskin, dan terpinggirkan, seperti para janda, wanita sundal, dan pemungut cukai.

 

(Visited 67 times, 3 visits today)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!