5. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego

Selain Daniel (lihat poin 4 di atas), tiga teman Daniel, yakni pemuda-pemuda Yahudi yang bersama Daniel dan orang-orang Yahudi lainnya ikut dibuang ke Babel, juga orang-orang yang penuh hikmat.

Tetapi Daniel melebihi mereka dalam hal penglihatan dan mimpi, sehingga ia dibahas secara tersendiri.

“Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.” (Daniel 1:17).

Raja Babel, Nebukadnezar, memilih beberapa pemuda dari kalangan bangsawan Israel untuk bekerja bagi raja di istana.

Mereka harus cerdas serta berperawakan baik, dan mereka harus dididik selama tiga tahun tentang budaya dan bahasa orang Kasdim (Babel) agar mereka bisa bekerja untuk raja di istana.

Di antara para pemuda yang terpilih tersebut terdapat Daniel berserta tiga temannya, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Selama masa pendidikan di istana raja, Daniel dan teman-temannya berkomitmen untuk tidak memakan makanan yang dihidangkan dari makanan raja, yang merupakan makanan standard selama mengikuti pendidikan.

Daniel dan teman-temannya hanya memakan sayur-sayuran saja.

Hal ini karena makanan Babel yang dihidangkan kepada mereka tidak halal menurut Hukum Taurat Yahudi.

Keputusan Daniel dan teman-temannya ini sempat membuat pegawai istana yang mengurusi mereka merasa kuatir akan kesehatan Daniel dan ketiga temannya.

Tetapi Daniel dan teman-temannya bersikeras hanya memakan sayur-sayuran saja dan menantang pegawai istana untuk membandingkan mereka dengan pemuda-pemuda lain yang memakan makanan raja.

Dan benar saja.

Setelah diuji, ternyata Daniel beserta tiga temannya lebih sehat dan lebih cerdas dari semua pemuda yang bersama-sama dididik dengan mereka!

Mereka pun bekerja di istana raja Babel.

Dan selama bekerja di istana raja, Daniel beserta tiga temannya lebih cerdas sepuluh kali dari semua orang berilmu di kerajaan Babel! (Daniel 1:1-20).

 

6. Stefanus

Stefanus juga adalah seorang yang penuh  hikmat, seperti yang disyaratkan dalam pengangkatan para diaken di gereja mula-mula. Tetapi Stefanus melebihi hikmat para diaken lainnya.

“Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini — anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria — bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.” (Kisah Para Rasul 6:9-10).

Tampilnya Stefanus sebagai seorang yang berhikmat terlihat saat dia terlibat perdebatan dengan jemaat Sinagoge Yahudi, yang anggotanya berasal dari daerah Kirene dan Alexandria, bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan Asia.

Namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.

Akhirnya mereka pun menghasut beberapa orang untuk menuduh Stefanus mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Tuhan.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Mereka mengadakan gerakan di antara orang banyak yang melibatkan tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat. Hal ini mengakibatkan Stefanus diseret ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama ini Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu.

Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi.

Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh kuasa di hadapan Mahkamah Agama Yahudi (Kisah Para Rasul 6:8-15).

 

7. Paulus

Rasul Paulus adalah seorang yang penuh hikmat.

Rasul Petrus sendiri mengakui hikmat dan kecerdasan intelektual rasul Paulus dan membelanya dari orang-orang yang memutar balikkan pengajarannya yang sukar untuk dipahami.

“Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. (2 Petrus 3:15-16).

Paulus adalah seorang teolog Kristen terkemuka, bahkan menjadi teolog Kristen terbesar sepanjang masa.

Paulus-lah rasul Kristus yang paling tepat dalam menafsirkan pribadi dan karya Kristus.

Teologi Paulus, yakni pemahamannya atas pribadi, ajaran, dan karya Kristus di kayu salib, tertuang dalam tulisan-tulisannya, yang sebagian menjadi kitab-kitab dalam Alkitab.

Hampir separoh dari kitab-kitab Perjanjian Baru (dari Kitab Roma hingga Kitab Filemon) merupakan tulisan rasul Paulus.

Memang, banyak dari ajaran-ajaran Kristen yang tidak kita temukan dari tulisan-tulisan para rasul lain, atau kurang jelas kita mengerti, tetapi kita temukan atau semakin mengerti setelah membaca tulisan rasul Paulus.

Sebagai contoh adalah arti Hukum Taurat bagi orang Kristen, termasuk sunat, serta nasib akhir bangsa Israel pada akhir zaman.

Hal-hal ini dapat kita mengerti dalam tulisan Paulus, yakni dalam kitab Roma.

Inilah hikmat rasul Paulus yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, tetapi yang kadang sukar dimengerti sebagian orang.

 

Itulah 7 Tokoh Alkitab yang penuh hikmat atau yang dikenal sebagai orang yang berhikmat.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan