7 Tokoh Alkitab Yang Putus Asa Dan Ingin Mati

 

3. Rahel

Tokoh Alkitab yang putus asa bahkan hingga ingin mati, yang ketiga adalah Rahel.

Rahel adalah istri yang paling dikasihi oleh Yakub, anak Ishak dan Ribka. Yakub rela bekerja selama 14 tahun untuk Laban, ayah Rahel, demi mendapatkan Rahel.

Sekalipun Yakub juga memperistri Lea, kakak Rahel, Yakub lebih mencintai Rahel daripada Lea.

Namun, Rahel adalah seorang perempuan yang mandul.

Karena Rahel melihat kakaknya, Lea, telah mempunyai beberapa anak, maka ia pun cemburu dan “menuntut” suaminya, Yakub,  memberikan anak kepadanya.

Bahkan Rahel ingin mati saja jika tidak punya anak. Saat itu perempuan mandul memang dipandang rendah dan dianggap sebagai aib.

”Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” (Kejadian 30:1)

Tetapi hal ini justru membuat Yakub marah kepadanya. Yakub berkata bahwa ia bukan Tuhan (Kejadian 30:1-2).

Rahel tidak menyerah. Rahel berdoa kepada Tuhan dan Ia mendengar doanya sehingga ia mengandung dan melahirkan seorang anak, Yusuf (Kejadian 30:22-23).

 

4. Musa

Tokoh Alkitab yang putus asa bahkan hingga ingin mati, yang keempat adalah Musa.

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir. Lalu Tuhan memanggilnya untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Musa memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Pejanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun.

Pada masa-masa inilah Musa menghadapi banyak pergumulan hidup. Sebab bangsa Israel selalu bersungut-sungut dan memberontak kepada Tuhan.

Dalam satu kesempatan bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan untuk meminta daging di padang gurun. Maka Tuhan pun murka kepada mereka.

Hal ini dipandang jahat oleh Musa. Karena ia merasa tidak sanggup memberi daging kepada bangsa Israel yang menuntut daging kepadanya.

Musa bahkan meminta Tuhan membunuhnya jika Ia tidak menyanggupi sungut-sungut bangsa Israel.

“Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan. Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku.” (Bilangan 11:13-15)

Tuhan mendengar keluhan Musa, Ia kemudian menyediakan banyak daging bagi orang Israel, sekalipun Ia menghukum para “provokator” di antara mereka.

 

5. Elia

Tokoh Alkitab yang putus asa bahkan hingga ingin mati, yang kelima adalah Elia.

Elia adalah salah satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Ia terutama melayani pada masa pemerintahan raja Ahab, salah satu raja Israel paling jahat.

Nabi Elia terkenal karena konfrontasinya dengan nabi-nabi Baal, serta membunuh 450 orang dari nabi-nabi palsu tersebut.

Akibatnya Izebel, istri Ahab yang membawa penyembahan Baal ke Israel, menjadi murka dan berusaha membunuh nabi Elia (1 Raja-raja 18:19-40).

Elia ketakutan dan terpaksa pergi ke gunung Horeb, lalu “bertemu” dengan Tuhan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!