Loading...
Loading...

7 Tokoh Alkitab Yang Putus Asa Dan Ingin Mati

Ia begitu putus asa sehingga ingin mati saja.

“Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.” (1 Raja-raja 19:3-4)

Tetapi Tuhan memberi nabi Elia makanan dan minuman!

Lalu Ia menghibur dan menguatkan Elia, bahkan memberinya tugas baru (1 Raja-raja 19:1-18).

 

6. Yeremia

Tokoh Alkitab yang putus asa bahkan hingga ingin mati, yang keenam adalah Yeremia.

Yeremia merupakan seorang nabi besar dari keluarga imam. Ia melayani pada masa pemerintahan lima raja Yehuda terakhir, yakni: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia (Yeremia 1:1-3).

Pelayanan Yeremia terentang sepanjang 40 tahun. Namun tidak ada hasil dari masa pelayanannya yang panjang tersebut, orang Israel tidak bertobat.

Sementara itu Yeremia mengalami tekanan yang hebat dalam pelayanannya, dipersalahkan, difitnah, dipenjara, dan diancam akan dibunuh. Dia dianggap musuh oleh bangsanya. Padahal ia menangisi mereka (Yeremia 9:1; 13:17).

Karena itulah Yeremia sangat putus asa dan merasa lebih baik mati saja. Ia bahkan mengutuki hari kelahirannya, menyesali bahwa ia dilahirkan hanya untuk menderita.

“Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu! yang membuat dia bersukacita dengan sangat. Terjadilah kepada hari itu seperti kepada kota-kota yang ditunggangbalikkan TUHAN tanpa belas kasihan! Didengarnyalah kiranya teriakan pada waktu pagi dan hiruk-pikuk pada waktu tengah hari! Karena hari itu tidak membunuh aku selagi di kandungan, sehingga ibuku menjadi kuburanku, dan ia mengandung untuk selamanya! Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?”  (Yeremia 20:14-18).

Kendati demikian, Yeremia melayani Tuhan dengan setia hingga akhir hidupnya.

 

7. Yunus

Tokoh Alkitab yang putus asa bahkan hingga ingin mati, yang terakhir adalah Yunus.

Yunus adalah salah satu nabi Israel.

Suatu ketika ia dipanggil oleh Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan ke bangsa lain, yaitu ke bangsa Asyur, tepatnya ke ibukotanya, kota Niniwe.

Asyur/Niniwe adalah musuh bangsa Israel.

Jadi ketika Tuhan mengutus Yunus ke sana untuk memberitahukan agar mereka bertobat, karena kalau tidak Tuhan akan menunggangbalikkan kota mereka, maka Yunus tidak menaatinya.

Yunus justru pergi melarikan diri ke kota lain, yakni Tarsis (Spanyol). Sebab ia tidak rela musuhnya tersebut bertobat lalu dikasihani oleh Allah.

Karena itu Tuhan mendatangkan hukuman baginya agar ia menuruti kehendak Allah.

Allah mendatangkan seekor ikan besar yang memakan Yunus, dan berada di dalam perut ikan tersebut selama tiga hari tiga malam.

Di dalam perut ikan tersebut, Yunus pun bertobat. Dan Tuhan membuat ikan tersebut memuntahkan Yunus ke darat dengan hidup dan sehat.

Akhirnya Yunus menuruti panggilan Allah agar pergi ke Niniwe untuk memberitakan pesan Allah kepada mereka.

Dan ternyata orang Niniwe mendengar perkataan Yunus. Mereka berkabung dan bertobat dari dosa mereka.

Tetapi hal ini justru mengesalkan hati Yunus. Karena itu ia putus asa dan ingin mati.

“Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” (Yunus 4:2-3)

Tuhan kemudian menghibur nabi Yunus dan memberinya pengertian bahwa Allah sayang kepada semua orang yang bertobat, bukan hanya kepada orang Israel, bangsa Yunus.

 

Itulah 7 tokoh Alkitab yang putus asa dan ingin mati, tetapi pada akhirnya menang atas keputus-asaan mereka.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!