7 Tokoh Alkitab Yang Tekun Berpuasa

Artikel ini membahas tentang 7 tokoh Alkitab yang tekun berpuasa, baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.

Di Alkitab kita bisa menemukan banyak tokoh Alkitab yang berpuasa, yang menjadi teladan bagi orang percaya dalam berpuasa.

Namun banyak juga tokoh Alkitab yang sering berpuasa, atau orang-orang yang rajin berpuasa secara rutin.

Baca juga: 7 Makna Puasa Menurut Pandangan Kristen

Mereka adalah para tokoh Alkitab yang tekun berpuasa, orang-orang yang sudah biasa dalam berpuasa, jadi bukan hanya berpuasa sesekali saja.

Bahkan sebagian dari mereka telah menjadikan puasa sebagai sebuah gaya hidup.

Para tokoh Alkitab yang tekun berpuasa ini bisa kita lihat baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.

Mereka umumnya adalah para tokoh berpengaruh seperti nabi dan rasul.

Baca juga: 7 Cara Berpuasa Kristen Menurut Alkitab

Namun ada juga orang awam, yang bukan para rohaniwan.

Berikut ini akan dibahas 7 tokoh Alkitab yang tekun berpuasa di Alkitab.

Lima dari antara mereka adalah individu-individu, sedangkan dua lagi adalah kelompok murid.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Berpuasa

Tetapi karena mereka dibahas secara kolektif di Alkitab maka mereka dianggap sebagai satu kesatuan layaknya individu.

Lalu, siapa sajakah ketujuh tokoh Alkitab yang tekun berpuasa tersebut?

Berikut penjelasannya.

 

1. Daud

Tokoh Alkitab pertama yang tekun berpuasa adalah Daud.

Daud adalah raja terbesar Israel.

Tidak diragukan lagi bahwa Daud adalah seorang yang tekun berpuasa.

Dalam kitab Mazmur, yang kira-kira separohnya merupakan karangan Daud, kita bisa melihat banyaknya doa Daud, yang telah banyak menggugah, menginspirasi dan menguatkan iman orang percaya di segala zaman.

Dari banyaknya doa Daud tersebut tampaklah bahwa Daud adalah seorang pendoa, yang suka berdoa kepada Tuhan.

Tetapi bukan hanya itu. Daud juga ternyata suka berpuasa.

Ketika berdoa, Daud sering berpuasa.

Dalam salah satu mazmurnya, Daud berkata bahwa ia berpuasa ketika ia sedang mengalami pergumulan yang begitu berat.

Tetapi sayang, puasanya itu tidak memberi efek apa-apa, ia masih tetap mendapat celaan dari musuh-musuhnya (Mazmur 69:11).

Bahkan Daud juga berpuasa bagi musuh-musuhnya.

Ketika orang-orang yang berbuat jahat kepada Daud sakit, ia justru berdoa dan berpuasa bagi mereka (Mazmur 35:11-16).

Daud juga berdoa semalam-malaman sambil berpuasa untuk anaknya, hasil perzinahannya dengan Batsyeba, istri Uria, prajurit Daud.

Anak tersebut Tuhan tulahi sebagai akibat dosa perzinahan Daud dengan Batsyeba. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa dan Kemudian Bertobat)

Tetapi anak Daud itu tidak sembuh, ia akhirnya mati, sekalipun Daud berdoa dan berpuasa hingga semalam-malaman untuknya.

 

2. Daniel

Tokoh Alkitab kedua yang tekun berpuasa adalah Daniel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Ketika Daniel dan teman-temannya sedang dididik di istana Babel, mereka tidak memakan makanan yang sedap-sedap (yang haram menurut Taurat Yahudi).

Mereka hanya memakan sayur-sayuran (Daniel 1:1-21).

Inilah yang disebut dengan puasa terbatas, yakni tidak memakan makanan tertentu, atau hanya memakan makanan tertentu.

Puasa seperti ini kemudian dikenal sebagai puasa Daniel. (Baca: 10 Jenis Puasa Kristen Menurut Alkitab)

Daniel juga berpuasa tatkala ia berdoa bagi Yerusalem, ketika waktunya semakin dekat bagi orang Yehuda untuk dikembalikan ke Yerusalem seperti nubuat nabi Yeremia (Daniel 9:1-3).

Bahkan Daniel pernah berpuasa selama 3 minggu pada saat ia melihat sebuah penglihatan besar tentang masa depan bangsanya, bangsa Israel (Daniel 10:2-3).

Ini semua membuktikan bahwa Daniel sangat sering berpuasa ketika ia berdoa.

 

3. Hana

Tokoh Alkitab ketiga yang tekun berpuasa adalah Hana.

Hana bukanlah seorang yang terkenal di Alkitab.

Bahkan ia disinggung hanya satu kali saja di Alkitab, berkenaan dengan Tuhan Yesus, yang waktu kecil dibawa ke Bait Suci di Yerusalem oleh orang tuaNya untuk diserahkan kepada Allah, seperti yang diperintahkan dalam Hukum Taurat Yahudi.

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Yesus, serta berbicara tentang Yesus kepada orang banyak yang menantikan kelepasan untuk Israel.

Namun demikian, walau hanya sekali disinggung di Alkitab, Hana diperkenalkan begitu rinci: seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, setelah menikah selama 7 tahun dengan suaminya.

Dan yang terpenting adalah catatan mengenai kesalehannya.

Hana disebut sebagai seorang yang rajin beribadah dan berdoa di Bait Suci.

Ia tidak pernah meninggalkan Bait Suci dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa (Lukas 2:36-37).

Usia lanjut tidak menghalangi Hana untuk tekun berdoa dan berpuasa.

Walaupun dia sudah tua (84 tahun!) Ia rajin beribadah, berdoa dan berpuasa.

Hana adalah contoh orang yang mengabdikan hidupnya bagi Tuhan, dengan senantiasa berdoa dan berpuasa secara rutin di usianya yang telah uzur.

 

4. Yohanes Pembaptis

Tokoh Alkitab keempat yang tekun berpuasa adalah Yohanes Pembaptis.

Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi sekaligus perintis jalan bagi Mesias.

Alkitab berkata bahwa makanan Yohanes Pembaptis adalah belalang dan madu hutan (Matius 3:4).

Hal ini menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis dengan sengaja membatasi makanannya (bandingkan dengan Daniel, poin 2 di atas).

Tuhan Yesus berkata bahwa orang-orang Yahudi menganggap Yohanes Pembaptis sebagai orang yang kerasukan setan karena cara hidupnya yang tidak biasa, termasuk makanannya (Matius 11:18).

Yohanes Pembaptis memang tinggal di padang gurun, ia hidup menyendiri dengan banyak merenungkan firman Allah.

Ia tidak suka berkumpul dan makan dengan orang banyak, seperti halnya Tuhan Yesus.

Dengan cara hidup Yohanes Pembaptis yang demikian, ia telah mempraktekkan gaya hidup yang sangat sederhana.

Sehingga boleh dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah orang yang secara rutin berpuasa, seperti puasa terbatas yang diterapkan oleh Daniel (lihat poin 2 di atas).

Bahkan cara berpuasa demikian telah menjadi sebuah gaya hidupnya.

Dan menarik, murid-murid Yohanes Pembaptis sendiri juga rutin berpuasa (lihat poin 5 di bawah).

Hal ini tentu karena mereka melihat gurunya, Yohanes, berpuasa, bahkan sangat mungkin ia juga yang mengajari mereka berpuasa, seperti halnya ia mengajari mereka berdoa (Lukas 11:1).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!