Loading...
Loading...

7 Tokoh Anti Korupsi Di Alkitab

Gehazi melihat bahwa penolakan nabi Elisa atas pemberian Naaman adalah sesutu yang tidak tepat. Ia merasa bahwa Elisa terlalu segan kepada Naaman sehingga tidak menerima pemberian Naaman.

Maka Gehazi diam-diam pergi menyusul Naaman, yang saat itu sedang dalam perjalanan kembali ke negerinya.

Gehazi berkata bahwa baru saja datang dua orang muda dari rombongan nabi, dan tuannya, nabi Elisa, meminta kepada Naaman agar memberikan mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.

Naaman tanpa curiga memberikannya kepada Gehazi, dua potong pakaian, dan bahkan dua talenta perak. Lalu Gehazi menyembunyikan pemberian tersebut di rumahnya dan kembali kepada tuannya, Elisa.

Tetapi Elisa tahu apa yang diperbuat Gehazi (mungkin Tuhan yang memberitahunya), sehingga ia menghukum Gehazi.

Penyakit kusta Naaman berbalik kepada Gehazi sehingga ia berpenyakit kusta seumur hidupnya dan juga anak cucunya (2 Raja-raja 5:1-27).

“Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: Dari mana, Gehazi? Jawabnya: Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana! Tetapi kata Elisa kepadanya: Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya. Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.” (2 Raja-raja 5:25-27).

Nabi Elisa tidak mentolerir perbuatan korupsi, apalagi hal itu terjadi di sekitarnya, dalam konteks pelayanan kenabiannya, yang notabene adalah pelayanan rohani.

 

4. Nehemia

Tokoh antikorupsi selanjutnya di Alkitab adalah Nehemia.

Nehemia adalah seorang pejabat Juru Minuman raja di kerajaan Persia.

Juru Minuman raja merupakan suatu jabatan yang tinggi pada masa itu, sebab semua minuman raja harus diseleksi dulu oleh Juru Minuman raja.

Nehemia adalah seorang pejabat yang saleh dan punya kepedulian yang besar kepada bangsanya dan Yerusalem.

Nehemia kemudian menjadi bupati Yehuda selama bertahun-tahun (setidaknya 12 tahun).

Dan selama menjabat bupati, ia tidak pernah mengambil gajinya. Apalagi melakukan korupsi.

Tetapi para pejabat sebelumnya, selain mengambil gaji, juga memberatkan rakyat. Bahkan juga anak buah mereka. Mereka korupsi!

“Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah.” (Nehemia 5:14-15)

Bukan hanya tidak korupsi, Nehemia juga banyak memberantas korupsi/penyelewengan yang terjadi di wilayah Yehuda yang dipimpinnya.

Pertama, memerintahkan para pejabat Yehuda agar tidak memeras rakyat dengan mengenakan pajak yang tinggi serta meminjamkan uang kepada rakyat dengan riba/bunga (Nehemia 5:1-13).

Kedua, membersihkan bilik Bait Allah, yang sempat diberikan imam Elyasib kepada Tobia (yang punya hubungan dengan Elyasib) untuk menaruh barang-barang pribadinya (Nehemia 13:4-9).

 

5. Yohanes Pembaptis

Tokoh antikorupsi lainnya di Alkitab adalah Yohanes Pembaptis.

Yohanes Pembaptis adalah seorang perintis bagi kedatangan Mesias, yakni Tuhan Yesus.

Yohanes berkhotbah di antara orang-orang Israel seraya menyerukan agar mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Yohanes adalah nabi terakhir dari Perjanjian Lama, sekalipun kisahnya berada di Alkitab Perjanjian Baru.

Hal ini nyata dari perkataan Tuhan Yesus yang membatasi masa Perjanjian Lama hingga Yohanes Pembaptis. Setelah itu, maka dimulailah era baru, yang diawali oleh pelayanan Tuhan Yesus (Lukas 16:16).

Yohanes Pembaptis mengumandangkan suara kenabian tanpa kompromi.

Ia menegaskan kepada orang Israel, umat pilihan Allah yang bangga sebagai keturunan Abraham, bahwa jika mereka tidak bertobat, mereka pun tidak akan luput dari hukumanNya (Lukas 3:7-9).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!