7 Tokoh Berpengaruh Indonesia Yang Masuk Kristen

Artikel ini membahas tentang 7 Tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen.

Ada banyak tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen.

Sebab perpindahan agama adalah suatu hal yang lumrah terjadi sejak dulu, tidak terkecuali bagi para tokoh terkenal.

Perpindahan agama para tokoh lebih mendapat sorotan, sebab mereka adalah publik figur, yang memang selalu menjadi pusat perhatian masyarakat, khususnya para pengikut mereka.

Tokoh yang dimaksud di sini adalah para pemimpin agama, aktivis, politisi, pejabat, dll.

Perpindahan agama seseorang, terutama tokoh terkenal, sejatinya harus dipandang sebagai sesuatu hal yang biasa, dan sudah sepatutnya dihormati, sebab merupakan hak privasi mereka sendiri.

Baca juga: 25 Artis Indonesia Yang Berpindah Ke Agama Kristen

Sebab menganut sebuah agama adalah hak paling hakiki bagi umat manusia. Karena itulah perpindahan agama seseorang tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Toh mereka sendirilah yang bertanggung jawab kepada Tuhan.

Jadi perpindahan seseorang dari satu agama ke agama lainnya, sudah sewajarnya disikapi secara bijak dan dewasa.

Memang, sudah sewajarnya kita senang jika ada orang yang berpindah mengikuti agama kita, dan merasa sedih jika mereka meninggalkan agama kita. Tetapi bagaimana pun, kita harus menghormati pilihan mereka.

Dengan demikian maka terjadi toleransi dan saling menghormati di antara satu agama dengan agama lainnya, dan tercipta kedamaian dan keharmonisan di antara para penganut agama yang berbeda.

Baca juga: 10 Artis Indonesia Yang Masuk Kristen

Artikel kali ini akan memuat 7 tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen.

Maksud tulisan ini bukanlah mengkotak-kotakkan artis berdasarkan agamanya, atau untuk meninggikan satu agama tetentu dan merendahkan agama lain.

Melainkan untuk menunjukkan bahwa perpindahan agama itu memang banyak terjadi di kalangan tokoh Indonesia; bukan hanya bagi mereka yang berpindah dari agama Kristen/Katolik, tetapi juga bagi mereka yang berpindah ke agama Kristen/Katolik.

Lalu, siapa sajakah 7 tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Amir Sjarifuddin

Tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen yang pertama adalah Amir Syarifuddin.

Amir Syarifuddin adalah seorang pejuang Indonesia yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ketika masih menganut sistem parlementer.

Sayang ia dihukum mati karena dituduh terlibat PKI walau hal ini masih perlu pembuktian.

Amir Syarifuddin masuk Kristen ketika studi di Belanda.

 

2. Jenderal (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo

Tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen yang kedua adalah: Jenderal Polisi (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo.

Jenderal (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke-3, periode 1963-1965. (Baca: 2 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Kapolri)

Sebelum menjabat Kapokri, Jenderal (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo menjabat Komandan Mobrig Polisi Pusat (1962).

Mobrig (mobile brigade), adalah brigade mobil (brimob).

Jenderal (Purn) Soetjipto Danoekoesoemo kemudian menjadi duta besar di Bulgaria, lalu menjadi anggota DPR/MPR.

Ia juga menjadi pengusaha konstruksi. Dan ketika usahanya sedang kesulitan, ia menemukan Tuhan Yesus dan menjadi Kristen.

 

3. Hamran Ambrie

Tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen yang ketiga adalah: Hamran Ambrie.

Hamran Ambrie adalah seorang wartawan dan aktivis Islam asal Kalimantan Selatan.

Ia termasuk tokoh yang bercita-cita mendirikan negara Islam Indonesia.

Kisah pertobatan Hamran Ambrie telah dibukukan dan sempat mendapat “goncangan” di Kalimantan Selatan dan Jakarta.

 

4. Abdoel Chalid Salim

Tokoh berpengaruh Indonesia yang masuk Kristen yang keempat adalah: Abdoel Chalid Salim.

Abdoel Chalid Salim atau Ignatius Franciscus Michael Salim adalah seorang wartawan dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia berhaluan kiri.

Ia merupakan adik Haji Agus Salim, salah satu pahlawan nasional.

Abdoel Chalid Salim sempat juga menjadi seorang ateis.

Ia menjadi Kristen Katolik ketika dibuang Belanda ke Papua Nugini.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!