Categories: TOKOH ALKITAB

7 Tokoh Emansipasi Wanita Di Alkitab

Artikel ini berisi tentang 7 tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

Banyak tokoh emansipasi wanita di Alkitab yang perlu kita teladani.

Tokoh emansipasi wanita adalah orang yang aktif memperjuangkan persamaan hak-hak wanita.

Seperti kita tahu bahwa kaum wanita atau kaum perempuan sering kali mendapat perlakuan yang tidak setara dengan kaum pria.

Baca juga: 7 Tokoh Anti Diskriminasi Di Alkitab

Mungkin karena kaum wanita dianggap sebagai kelompok kelas dua saja, hanya sebagai penolong para pria di rumah. Sedangkan kaum pria adalah kepala keluarga dan pencari nafkah.

Di berbagai budaya paternalistik, para wanita kerap dipandang lebih rendah daripada kaum pria, dan sering terjadi diskriminasi terhadap kaum wanita.

Bahkan sering kali hal itu dibuat secara sistemik melalui hukum adat, tradisi, atau undang-undang.

Hal ini terutama ditemukan dalam kelompok budaya masyarakat yang masih tertutup dengan kemajuan zaman.

Baca juga: 7 Tokoh Anti Korupsi Di Alkitab

Karena itulah banyak orang di dunia yang aktif memperjuangkan emansipasi wanita, menuntut kesetaraan perempuan dengan laki-laki, dan menuntut hak-hak laki-laki menjadi hak-hak perempuan juga.

Demikianlah dengan para tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

Mereka memperjuangkan emansipasi wanita, menuntut kesetaraan perempuan dengan laki-laki.

Sebab pada masa Alkitab pun sudah banyak terjadi diskriminasi terhadap kaum wanita, dan wanita dianggap lebih rendah dari laki-laki.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM

Padahal di mata Tuhan, perempuan dan laki-laki adalah setara dan sederajat.

Alkitab banyak mencatat tokoh emansipasi wanita pada masanya.

Artikel kali ini akan membahas tentang 7 tokoh tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

Baca juga: 10 Tokoh Pembaharu Di Alkitab

Mereka terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, baik laki-laki maupun perempuan, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Jumlah mereka sebenarnya lebih dari 7 orang, tetapi karena beberapa di antara mereka disebut dalam “perkara” yang sama, maka mereka dianggap satu.

Lalu siapa sajakah tokoh-tokoh emansipasi wanita di Alkitab tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Ayub

Tokoh emansipasi wanita di Alkitab yang pertama adalah Ayub.

Ketika hidup Ayub Tuhan pulihkan, setelah sebelumnya menghadapi pencobaan yang maha berat, maka Ayub mendapatkan tujuh anak. Empat laki-laki dan tiga perempuan.

Ayub memberikan milik pusaka kepada ketiga anak perempuannya, di tengah-tengah milik pusaka anak laki-laki Ayub (Ayub 42:15).

Ini adalah hal yang menarik.

Sebab pada masa itu, perempuan umumnya tidak mendapat warisan dari orang tuanya, hanya anak laki-laki.

Sedangkan anak perempuan akan mendapat warisan bersama suaminya kelak.

Karena itu, boleh dikatakan bahwa Ayub adalah tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

 

2. Putri-Putri Zelafehad

Tokoh emansipasi wanita di Alkitab yang kedua adalah putri-putri Zelafehad.

Putri-putri Zelafehad adalah 5 perempuan dari seorang laki-laki bernama Zelafehad dari suku Manasye (Yusuf).

Kelima putri Zelafehad ini adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza.

Mereka berlima datang kepada Musa dan para pemimpin Israel lainnya untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai perempuan.

Ayah mereka, Zelafehad, telah mati dan tidak meninggalkan anak laki-laki sehingga namanya terancam terhapus di antara kaum kerabatnya serta milik pusakanya akan beralih ke orang lain, bukan kepada anak perempuannya.

Sebab pada masa itu di antara bangsa Israel, orang yang meninggal tidak mempunyai anak laki-laki maka namanya akan terhapus dan milik pusakanya/tanah warisannya akan diberikan kepada orang lain, kerabat terdekatnya, sekalipun ia mempunyai anak perempuan.

Jadi anak-anak perempuan Zelafehad ini menuntut keadilan kepada Musa dan para pemimpin Israel. Mereka meminta agar milik pusaka ayah mereka (tanah) diberikan kepada mereka.

Musa menyampaikan perkara ini ke hadapan Tuhan, dan Tuhan mengabulkan permintaan putri-putri Zelafehad ini.

Tuhan kemudian memberikan sebuah hukum bahwa jika seorang laki-laki Israel meninggal dengan tidak mempunyai anak laki-laki, tetapi mempunyai anak perempuan, maka milik pusakanya akan diberikan kepada anak perempuannya.

Peraturan yang Tuhan berikan kepada Musa ini kemudian menjadi ketetapan bagi orang Israel turun temurun (Bilangan 27:1-11), yang memberi rasa keadilan bagi kaum perempuan.

Jelas kelima putri Zelafehad ini adalah para tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

 

3. Akhsa

Tokoh emansipasi wanita di Alkitab yang ketiga adalah Akhsa.

Akhsa adalah anak perempuan Kaleb dan istri Otniel.

Kaleb adalah 1 dari 12 pengintai Tanah Perjanjian yang diutus oleh Musa, dan yang, bersama Yosua, melaporkan kabar baik tentang Tanah Perjanjian kepada Musa dan bangsa  Israel.

Sedangkan Otniel adalah keponakan Kaleb, yang kemudian menjadi Hakim pertama bangsa Israel.

Akhsa, atas seizin suaminya, meminta bagian warisan yang lebih baik kepada ayahnya, Kaleb.

Saat itu Akhsa mendapat tanah warisan yang gersang, sehingga ia meminta tanah yang lebih baik, tanah yang berair.

Dan Kaleb mengabulkan permintaan putrinya itu (Hakim-Hakim 1:12-15).

Akhsa jelas adalah tokoh emansipasi wanita di Alkitab.

Sebab seperti telah disebut di atas, pada zaman dulu, perempuan umumnya tidak mendapat warisan dari orang tuanya, hanya anak laki-laki.

Meskipun Akhsa hanya berjuang bagi dirinya sendiri, tapi lewat tindakannya itu ia menunjukkan kepada masyarakat bahwa perempuan boleh meminta warisan yang lebih baik kepada orang tuanya.

 

4. Tuhan Yesus

Tokoh emansipasi wanita di Alkitab yang keempat adalah Tuhan Yesus sendiri.

Tuhan Yesus ketika masih hidup dan melayani di dunia dikenal sebagai Orang yang anti diskriminasi perempuan, dan sangat memperhatikan perempuan.

Misalnya, Ia banyak bergaul dengan orang-orang yang terpinggirkan atau kaum marjinal, serta orang-orang yang sering dicap sebagai orang berdosa, wanita sundal. (Matius 11:19).

Sebagai contoh, Ia mengampuni perempuan yang kedapatan berzinah (Yohanes 8:1-11).

Perzinahan melibatkan pria dan wanita. Tetapi kenapa hanya wanita yang dibawa kepada Yesus?

Tuhan Yesus pasti paham akan hal itu. Tidak ada kesetaraan pria dan wanita di mata hukum Yahudi saat itu.

Tuhan Yesus juga membiarkan dirinya diurapi oleh seorang perempuan berdosa (tampaknya wanita sundal) di rumah Simon orang farisi, dan membela perempuan tersebut di hadapan Simon (Lukas 7:36-50).

Perempuan, bahkan seorang sundal, berhak menghampiri Yesus, seorang rabi Yahudi, bahkan Tuhan, yang ilahi.

Tidak diragukan lagi, Tuhan Yesus adalah tokoh emansipasi wanita terbesar di Alkitab.

Tuhan Yesus mengangkat taraf perempuan ke tingkat yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

 

Page: 1 2