7 Tokoh Pendoa Di Alkitab

 

daniel_prayer

Artikel ini membahas tentang 7 tokoh pendoa di Alkitab.

Di Alkitab kita bisa menemukan banyak pendoa, yang menjadi teladan bagi orang percaya dalam berdoa. Para pendoa yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang bertekun dalam berdoa, jadi bukan hanya berdoa sesekali saja. Para pendoa ini bisa kita lihat baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru.

Baca juga: 7 Ciri Doa Gereja Mula-mula Yang Patut Diteladani

Para pendoa ini umumnya adalah para tokoh terkenal seperti nabi dan rasul. Namun ada juga orang awam, yang bukan seorang rohaniwan.

Berikut ini akan dicantumkan 7 tokoh pendoa di Alkitab serta sedikit uraian mengenai figur mereka.

 

1. Samuel

Samuel adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir (1 Samuel 7:15). Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja. Selain itu, Samuel juga adalah seorang nabi Tuhan, yang mengurapi Saul dan Daud menjadi raja Israel.

Samuel adalah seorang pendoa. Tentu ia adalah seorang nabi Tuhan, yang menjadi pengantara Tuhan dengan umatNya, dengan  sering berbicara (berdoa) kepada Tuhan sebagaimana lazimnya seorang nabi. Namun dari 1 Samuel 12:23a, kita bisa melihat bahwa Samuel berdoa bukan hanya ketika ia menjadi seorang nabi saja, melainkan juga setelah ia “pensiun” dari kenabiannya.

Samuel berkata kepada orang Israel, “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu.” (1 Samuel 12:23a).

Setelah mengundurkan diri, Samuel berkata bahwa ia tetap akan berdoa bagi umat Israel. Ia merasa berdosa/bersalah jika ia berhenti berdoa bagi umat Tuhan. Ini mengindikasikan bahwa Samuel adalah seorang pendoa, yang terus-menerus berdoa bagi orang Israel, bahkan setelah ia “pensiun” sebagai nabi.

Sebagai nabi, Samuel adalah seorang pendoa. Tetapi bukan hanya karena jabatan atau pekerjaannya sebagai nabi, melainkan juga karena kerelaan atau keinginannya sendiri. Sebab setelah tidak menjadi nabi lagi ia sebenarnya tidak wajib lagi berdoa bagi orang Israel. Tetapi nyatanya ia masih setia berdoa bagi mereka, bahkan setelah ia pensiun dari nabi. Ia merasa terpanggil untuk tetap berdoa bagi umat Tuhan.

Dalam Mazmur 99:6 dikatakan bahwa Samuel termasuk di antara orang-orang “yang menyerukan nama-Nya. Selain itu, dari Yeremia 15:1 bisa ditarik kesimpulan bahwa Samuel adalah pendoa syafaat yang setara dengan Musa di hadapan Tuhan.

 

2. Daud

Pendoa lain di Alkitab adalah Daud. Daud adalah raja terbesar Israel. Tidak diragukan lagi bahwa Daud adalah seorang pendoa. Dalam kitab Mazmur, yang kira-kira separohnya adalah merupakan karangan Daud, kita bisa melihat banyaknya daftar doa Daud, yang telah banyak menggugah, menginspirasi dan menguatkan iman orang percaya di segala zaman.

Mazmur, yang artinya adalah “nyanyian pujian”, banyak berisi doa, di antaranya adalah doa-doa karangan Daud. Dari banyaknya daftar doa Daud tersebut kita sebenarnya sudah bisa menyimpulkan bahwa Daud adalah seorang pendoa, yang suka berdoa kepada Tuhan. (Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang)

Namun dari Mazmur 55:17-18, kita semakin bisa melihat dengan jelas bahwa Daud adalah seorang pendoa yang berdoa dengan begitu tekunnya. Daud berkata,

“Tetapi aku berseru kepada Allah, dan Tuhan akan menyelamatkan aku. – di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.”

Daud berdoa pada waktu petang, pagi dan tengah hari. Orang Yahudi yang saleh biasa berdoa pada waktu-waktu tersebut (pukul 9 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 3 petang). Mungkin pada jam-jam begitulah Daud biasa berdoa, berharap dan berserah kepada Tuhan. Dan ini jelas menunjukkan bahwa Daud adalah orang yang suka berdoa.

 

3. Daniel

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan. Namun atas anugerah Tuhan, Daniel, di usianya yang sudah tua 80 tahun!, bisa menjadi satu dari tiga orang yang menjadi pejabat tertinggi di bawah Raja Darius.

Tetapi Daniel melebihi dua pejabat tertinggi raja tersebut dan para pejabat yang lainnya. Di pembuangan Daniel mempraktekkan ibadah agama Yahudi yang menyembah Tuhan Israel, dan hidupnya tidak tercela dalam hal apa pun.

Para pejabat lain menjadi iri kepada Daniel. Mereka mencari-cari kesalahannya, namun mereka tidak mendapati satu pun perbuatan tercela dalam diri Daniel. Karena itu mereka menghasut raja agar dikeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa/allah atau manusia lain selain kepada Raja Darius. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjerat Daniel.

Ketika Daniel mendengar hal tersebut, ia berdoa kepada Allahnya. Ketika itu tiga kali sehari ia berlutut dan berdoa kepada Tuhan seperti yang biasa ia lakukan.

“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11).

Daniel jelas adalah seorang pendoa. Ia berdoa tiga kali sehari ketika mendengar undang-undang yang dibuat untuk melarangnya beribadah kepada Allahnya. Tetapi bukan hanya ketika itu saja ia berdoa dengan tekun (tiga kali sehari), tetapi juga pada kesempatan lain ia sudah biasa berdoa tiga kali sehari (“seperti yang biasa dilakukannya”), sebagaimana  orang-orang Yahudi yang saleh (lihat penjelasan di atas).

 

4. Hana

Hana bukanlah seorang yang terkenal di Alkitab. Bahkan ia disinggung hanya satu kali saja di Alkitab, berkenaan dengan Tuhan Yesus, yang waktu kecil dibawa ke Bait Suci di Yerusalem oleh orang tuaNya untuk diserahkan kepada Allah, seperti yang diperintahkan dalam Hukum Taurat Yahudi.

Hana mengucap syukur kepada Allah karena Yesus, serta berbicara tentang Yesus kepada orang banyak yang menantikan kelepasan untuk Israel.

Namun demikian, walau hanya sekali disinggung di Alkitab, Hana diperkenalkan begitu rinci: seorang nabi perempuan, dari suku Asyer, seorang janda berusia 84 tahun, setelah menikah selama 7 tahun dengan suaminya.

Dan yang terpenting adalah catatan mengenai kesalehannya. Ia disebut sebagai seorang yang rajin beribadah dan berdoa di Bait Suci. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Suci dan siang-malam beribadah kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa.

“Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan,…. Ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” (Lukas 2:36-37).

Hana adalah seorang pendoa, orang yang tekun berdoa. Usia lanjut tidak menghalangi Hana untuk berdoa kepada Allah. Walaupun dia sudah tua (84 tahun!) Ia rajin beribadah dan berdoa.

Memang para janda biasanya bisa lebih rajin berdoa karena mereka tidak terbagi pikirannya dengan suaminya. Para janda yang sudah tua, khususnya yang tinggal seorang diri tanpa anak-cucu, menaruh harapannya kepada Tuhan dan bisa lebih bertekun dalam berdoa siang-malam (1 Timotius 5:5).

 

5. Tuhan Yesus

Pendoa lainnya di Alkitab adalah Tuhan Yesus sendiri. Ketika datang ke dunia sebagai manusia, Tuhan Yesus juga adalah seorang pendoa.

“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” (Lukas 5:16).

Tuhan Yesus biasanya pergi ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa dengan maksud agar Ia tetap mempunyai waktu yang khusus dengan BapaNya. Di tengah-tengah kesibukanNya untuk melayani orang banyak setiap hari, tentulah Ia butuh waktu yang khusus dan tempat yang tenang untuk beristirahat. Tempat yang tenang itu biasanya adalah di tempat yang sunyi.

Dari konteks kalimat kutipan ayat firman di atas, kita bisa melihat bahwa Tuhan Yesus tidak hanya satu kali saja pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa, Ia melakukannya berulang-ulang, yang kemudian menjadi kebiasaanNya. Jadi adalah biasa bahwa Tuhan Yesus pergi mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa. (Baca: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani)

Hal ini juga dikuatkan oleh ayat-ayat lainnya di Alkitab. Ia pernah berdoa pada pagi-pagi sekali, sebelum melakukan aktivitasNya (Markus 1:35); dan pada malam hari, setelah melakukan aktivitasNya (Matius 14:23). Ia juga beberapa kali didapati murid-muridNya sedang berdoa (Lukas 9:18; 11:1).

 

6. Kornelius

Kornelius adalah seorang perwira pasukan Romawi. Dia jelas bukan orang Yahudi. Namun ia adalah seorang yang “takut akan Allah”, yakni seorang penganut agama Yahudi. Setelah ia menganut agama Yahudi, Alkitab berkata bahwa ia adalah seorang yang saleh, yang banyak beramal bagi umat Yahudi. Dan ia juga seorang yang “senantiasa” berdoa kepada Allah.

“Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.” (Kisah Para Rasul 10:1-2).

Kornelius adalah seorang  pendoa. Pada waktu berdoalah Kornelius mendapat panggilan Allah untuk menjadi seorang Kristen. Ketika ia sedang berdoa, ia dikunjungi oleh seorang malaikat, yang menjelaskan bahwa ia harus menjemput seorang yang bernama Simon (Simon Petrus) untuk menyatakan keselamatan kepadanya dan seisi rumahnya.

Akhirnya Petrus datang ke rumah Kornelius dan menceritakan tentang keselamatan di dalam nama Tuhan Yesus, sehingga ia dan seisi rumahnya menjadi percaya, menjadi orang Kristen.

Sekalipun Kornelius adalah seorang perwira yang punya jabatan (seorang perwira membawahi 100 orang prajurit) dan banyak kesibukan, namun ia tidak pernah lupa dalam berdoa kepada Allah. Kita rasanya bisa meyakini (walaupun tidak dicatat di Alkitab) bahwa Kornelius tetap tekun berdoa setelah ia menjadi seorang Kristen, seperti yang dilakukannya sewaktu ia masih menganut agama Yahudi.

 

7. Paulus

Paulus adalah tokoh besar Perjanjian Baru. Sekitar separoh kitab-kitab Perjanjian Baru adalah tulisan Paulus. Ia adalah seorang rasul Tuhan Yesus yang memberitakan Injil ke banyak bangsa serta banyak mendirikan gereja di berbagai kota.

Dalam surat-suratnya ke gereja-gereja Tuhan, yang sebagian besar didirikannya sendiri, Paulus berkata bahwa ia selalu mengingat mereka dalam doanya. Kadang-kadang ia menuliskan doa-doanya tersebut secara panjang lebar (misalnya Efesus 1:15-19; 3:14-19). Hal ini semua menunjukkan bahwa Paulus adalah seorang pendoa.

Dalam suratnya kepada jemaat di kota Tesalonika, Paulus berkata bahwa ia bersama Silwanus dan Timotius yang menyertainya (2 Tesalonika 1:1), “senantiasa” berdoa bagi mereka.

“Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.” (2 Tesalonika 1:11).

Jadi Rasul Paulus senantiasa dan terus-menerus berdoa bagi gereja di kota Tesalonika yang didirikannya tersebut. Jelas, Paulus adalah seorang pendoa teladan.

 

Itulah 7 tokoh pendoa di Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!