Loading...
Loading...

7 Unsur Doa Kristen Menurut Alkitab

 

5. Syafaat Untuk Orang Lain

Unsur/isi doa Kristen selanjutnya adalah doa syafaat kita kepada orang lain.

Di samping permohonan kita untuk diri kita sendiri, kita juga harus memohon kepada Tuhan kepentingan-kepentingan orang lain, atau yang biasa disebut sebagai doa syafaat.

Salah satu bukti bahwa kita mengasihi dan peduli dengan orang lain adalah dengan cara mendoakannya.

Kita perlu berdoa syafaat untuk seluruh anggota keluarga kita, untuk gereja kita, bahkan untuk gereja-gereja di seluruh dunia. Kita juga perlu berdoa untuk kota, bangsa dan negara kita, dan juga untuk para pemimpin gereja, utusan misi, pemberita injil, dan sebagainya.

Kita bersyafaat bukan hanya bagi orang-orang yang kita kasihi, seperti keluarga dan gereja kita, namun juga untuk orang lain yang kita tidak begitu kenal, seperti untuk bangsa dan negara kita, bahkan ketika orang-orang/kelompok tertentu di dalamnya ada yang memusuhi kita dan gerejaNya.

Doa syafaat sangat penting bagi doa Kristen (1 Timotius 2:1). Doa Kristen bukanlah doa yang egois.

Tuhan Yesus memberi teladan kepada kita ketika Ia bersyafaat bagi murid-muridNya sesaat sebelum Ia ditangkap untuk disalibkan. (Baca: 7 Ciri Doa Tuhan Yesus Yang Patut Diteladani)

 

6. Firman Tuhan

Unsur/isi lainnya yang perlu ada di dalam doa kita adalah firman Tuhan.

Maksudnya, kita mengutip firman Tuhan ketika kita berdoa.

Hal ini memang bukanlah suatu keharusan dalam doa kita, tetapi perlu juga kita terapkan ketika kita berdoa. Doa dengan mengutip firman Tuhan adalah umum terjadi dalam doa-doa Israel di Perjanjian Lama.

Sebagai contoh adalah doa Musa, di mana Musa berdoa memohon pengampunan Tuhan atas dosa umat Israel dengan mengutip firman Tuhan tentang sifat Tuhan yang maha pengampun, murah hati dan panjang sabar.

Sebelumnya Allah menyuruh 12 pengintai ke tanah Kanaan untuk melihat negeri itu; namun mereka semua, kecuali Yosua dan Kaleb membawa kabar buruk yang menakutkan, yang membuat bangsa Israel enggan memasukinya dan ingin kembali ke Mesir.

Mereka tidak percaya pada janji dan penyertaan Tuhan atas mereka, sehingga murka Tuhan bangkit atas mereka dengan mengancam akan membinasakan bangsa Israel seluruhnya.

Tetapi Musa berdoa kepada Tuhan agar Ia mengampuni mereka. Lalu Musa mengutip firman Tuhan dalam doanya. Ia “mengingatkan” firman yang pernah diucapkan Allah sendiri kepada Musa, yakni bahwa Ia adalah Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa (Bilangan 14: 13-19).

Firman Tuhan yang dikutip/”diingatkan” Musa di atas sebelumnya telah dinyatakan Allah kepada Musa (Keluaran 34:6-7). Jadi ketika Musa berdoa kepada Tuhan bagi orang Israel yang berdosa, ia “mengingatkan” Tuhan  akan firman yang telah diucapkanNya sendiri kepada Musa bahwa Ia adalah Allah pengasih dan pengampun.

Pada akhirnya Allah mendengar doa Musa dengan tidak memusnahkan bangsa Israel seluruhnya, walaupun Allah tetap menghukum orang-orang Israel yang turut memberontak kepadaNya. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia)

Sangat penting bagi kita untuk memasukkan firman Tuhan di dalam doa-doa kita. Maksudnya adalah agar doa-doa kita dilandasi dengan kebenaran firman Tuhan.

Misalnya, mengenai janji akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita (Ibrani 13:5). Ketika kita mengalami persoalan apa pun, kita bisa “mengingatkan” Tuhan akan janjiNya tersebut, sehingga ini akan menjadi penghiburan bagi kita ketika berdoa.

Memang Tuhan tidak berbicara secara langsung kepada kita mengenai janjiNya tersebut, seperti Ia berbicara langsung kepada Musa. Namun janji Tuhan di Alkitab adalah firman yang berlaku bagi semua orang percaya.

Untuk itu perlulah kita membaca firman Tuhan atau menghafalkannya (mengingatnya) sehingga kita bisa “mengingatkan” Tuhan. Sebab jika kita sendiri tidak tahu janji-janji Tuhan di Alkitab bagaimana kita bisa “mengingatkanNya”?

Namun perlu diingat bahwa “mengingatkan” Tuhan yang dimaksud di sini bukanlah “memaksa” Tuhan. Bagaimanapun juga, Tuhan hanya mengabulkan doa yang sesuai dengan kehendakNya. (Baca: 7 Syarat Agar Doa Dikabulkan)

 

7. Nyanyian/Pujian 

Unsur/isi doa Kristen terakhir adalah nyanyian/pujian kepada Tuhan.

Seperti halnya mengutip firman Tuhan dalam doa, nyanyian juga bukanlah suatu keharusan dalam doa Kristen. Tetapi sangat baik jika kita terapkan dalam doa-doa kita.

Pada dasarnya nyayian tidak bisa terlepas dari doa. Karena doa bisa kita sampaikan kepada Tuhan dalam bentuk nyayian, atau ketika kita bernyanyi, hal itu dapat menjadi doa kita/isi hati kita kepada Tuhan.

Jadi doa bisa kita “nyanyikan” kepada Tuhan. Seperti disebut dalam Mazmur 42:9,

Tuhan memerintahkan kasih setiaNya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

Salah satu kitab di dalam Alkitab kita, yakni kitab Mazmur (“Mazmur” dalam bahasa Ibrani artinya adalah “puji-pujian/nyanyian”), adalah kitab nyayian/pujian, yang berisi nyanyian dan pujian kepada Tuhan. Namun demikian, banyak di antaranya berisi pasal-pasal/ayat-ayat tentang doa.

Jadi ketika orang Israel bermazmur/bernyanyi memuji Tuhan, mereka juga mengungkapkan doa mereka kepada Tuhan. Artinya, doa mereka kepada Tuhan mereka ungkapkan dalam bentuk nyanyian. Atau: mereka bernyanyi dengan menyanyikan doa/isi hati mereka.

Banyak nyanyian/pujian saat ini yang dikarang berdasarkan ayat-ayat firman Allah, atau paling tidak menggemakan ayat-ayat firman Allah tersebut.

Oleh karena itu sangat baik jika kita berdoa sambil bernyanyi atau “menyanyikan” doa kita tersebut.

Misalnya jika kita bergumul tentang suatu masalah tertentu, kita bisa bernyanyi kepada Tuhan dengan menyanyikan lagu-lagu rohani yang berisikan janji-janji Tuhan mengenai masalah tersebut, seperti tertulis dalam Alkitab. Nyanyian itu menjadi bentuk lain dari doa kita.

Selain itu, dalam buku nyanyian gereja yang sudah baku, seperti Kidung Jemaat misalnya, terdapat juga nyanyian yang berupa doa, baik pengagungan, ucapan syukur, permohonan, pengakuan dosa, dan sebagainya.

Hal itu juga bisa menjadi doa pribadi kita kepada Tuhan tatkala kita menyanyikan lagu tersebut, baik dalam ibadah gereja, maupun dalam doa pribadi kita.

 

Itulah 7 unsur doa Kristen menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!