7 Unsur Ibadah Kristen Menurut Alkitab Dan Maknanya

Artikel ini berisi tentang 7 unsur ibadah Kristen menurut Alkitab dan maknanya.

Ada banyak unsur ibadah Kristen menurut Alkitab. Namun ada tujuh yang paling penting.

Unsur-unsur ibadah Kristen adalah liturgi atau tata ibadah/ritual ibadah, yang dijalankan oleh gereja Tuhan ketika mereka “bertemu” dengan Tuhan dalam setiap ibadah mereka.

Unsur-unsur ibadah Kristen ini kemungkinan besar mengambil contoh dari ibadah orang Yahudi, dengan memasukkan konsep-konsep Kristen.

Baca juga: 7 Unsur Doa Kristen Menurut Alkitab

Unsur-unsur ibadah Kristen tersebut tampaknya diambil dari ibadah di Bait Suci, tempat utama ibadah Yahudi setiap hari, dan dari ibadah di sinagoge, tempat ibadah orang Yahudi setiap hari Sabat, sekali seminggu.

Kita dapat melihat kemiripan antara unsur-unsur utama ibadah Kristen di Alkitab Perjanjian Baru dengan unsur-unsur ibadah Yahudi di Bait Suci dan di sinagoge. Misalnya, pada zaman Perjanjian Baru, Bait Suci dipakai untuk: memuji-muji Tuhan (Matius 21:15-16), mengajarkan firman Tuhan (Lukas 2:46), berdoa (Lukas 18:10), dan memberi persembahan (Lukas 21:1).

Unsur-unsur ibadah inilah yang saat ini dipakai di sebagian besar gereja Kristen dalam liturgi ibadah mereka.

Baca juga: 10 Ciri Gereja Yang Ideal Menurut Alkitab

Kendati demikian, terdapat banyak perbedaan di antara satu aliran gereja dengan aliran gereja lain, dalam hal urutan, makna, dan penekanan dari unsur-unsur ibadah tersebut.

Hal ini terjadi karena Alkitab tidak mencatat unsur-unsur ibadah Kristen ini secara sistematis dan berurutan, baik berdasarkan urutan secara logis, maupun urutan berdasarkan kepentingan maknanya.

Alkitab hanya mencatat unsur-unsur ibadah Kristen tersebut secara acak.

Itulah sebabnya, banyak gereja yang tidak memakai sebagian dari unsur-unsur ibadah tersebut, bahkan menambahkan unsur-unsur lain di luar ketujuh unsur ibadah Kristen menurut Alkitab ini dalam liturgi ibadah mereka.

Baca juga: 7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

Tentu saja unsur-unsur ibadah Kristen ini punya makna teologis yang dalam, bukan hanya upacara ritual semata.

Karena itu  sangat penting bagi kita untuk memahaminya sehingga kita lebih setia lagi dalam beribadah serta secara khusyuk mengikuti unsur-unsur ibadah tersebut. Di samping itu, juga melakukan tugas pelayanan ibadah dengan lebih baik dan penuh tanggung jawab, manakala unsur-unsur ibadah tersebut dipercayakan kepada kita sebagai pelayannya.

Lalu, unsur-unsur ibadah apa sajakah yang termasuk ke dalam 7 unsur ibadah Kristen menurut Alkitab Perjanjian Baru?

Berikut daftarnya, secara acak tanpa berurutan.

 

1. Nyanyian/Puji-pujian

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang pertama adalah nyanyian/puji-pujian.

Rasul Paulus mengajarkan agar puji-pujian atau nyanyian rohani menjadi salah satu hal yang harus ada dalam ibadah gereja Tuhan (Efesus 5:19).

Dengan memuji-muji Tuhan berarti kita mengingat segala kebaikan Tuhan yang telah dilakukanNya kepada kita. Kita mengakui berkat-berkat rohani dan berkat-berkat jasmani yang telah kita terima dari Dia.

Nyanyian pujian adalah unsur yang cocok di taruh di urutan pertama dalam ibadah Kristen, sekalipun nyanyian ini bisa muncul berkali-kali di antara unsur-unsur ibadah yang lainnya.

Sebab adalah hal yang wajar bahwa ketika kita “bertemu” dengan Tuhan dalam ibadah, respons pertama kita adalah memuji dan menyembahNya.

Nyanyian ini termasuk dalam bentuk koor atau vokal grup, dan juga nyanyian solo.

Tulisan-tulisan rasul Paulus sendiri tampaknya banyak disisipi dengan nyanyian pujian/himne, misalnya Filipi 2:5-11.

Bagi orang Yahudi, nyanyian juga mendapat tempat yang penting dalam ibadah mereka. Salah satu kitab di Alkitab, yakni kitab Mazmur, berisi banyak pujian kepada Tuhan.

 

2. Doa

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang kedua adalah doa.

Rasul Paulus memerintahkan Timotius untuk menaikkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur (1 Timotius 2:1-2).

Karena Timotius adalah gembala jemaat di kota Efesus, maka perintah Paulus ini tentu dilakukan dalam ibadah jemaat yang dipimpin oleh Timotius.

Artinya, doa di sini merupakan salah satu unsur dalam ibadah gereja Tuhan.

Dari perintah rasul Paulus ini kita ketahui bahwa doa itu terdiri dari tiga unsur: Permohonan atau doa pribadi, doa syafaat, dan ucapan syukur.

Kita bisa memohonkan kepada Tuhan apa yang menjadi kebutuhan atau kerinduan kita.

Kita juga perlu berdoa syafaat untuk kepentingan orang lain, misalnya untuk keluarga dan bangsa kita.

Selain itu, kita juga sudah seharusnya menaikkan ucapan syukur kita kepada Tuhan atas kasih setiaNya kepada kita.

Doa Kristen bukan hanya permintaan atau permohonan pribadi, tetapi juga syafaat atau ucapan syukur. (Baca: 7 Alasan Mengapa Doa Penting Bagi Orang Kristen)

Dalam ibadah orang Yahudi, peran doa sangat penting. Kitab Mazmur berisi banyak doa, bukan hanya doa pribadi, tetapi juga doa bersama dalam ibadah mereka di Bait Suci atau sinagoge.

Seperti halnya nyanyian pujian, doa juga dapat muncul berkali-kali dalam ibadah Kristen, di awal, pertengahan, dan akhir ibadah.

 

3. Pengakuan Iman

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang ketiga adalah pengakuan iman.

Sekalipun tidak secara eksplisit dinyatakan di Alkitab, tampaknya pengakuan iman juga merupakan unsur penting dalam ibadah Kristen.

Hal ini nyata dari banyaknya kutipan Alkitab yang berisi pengakuan iman Kristen.

Sebagai contoh adalah Roma 10:9-10.

Pengakuan iman Kristen tertua, terpendek, dan terpenting adalah: Yesus adalah Tuhan.

Pengakuan iman ini muncul untuk melawan “pengakuan iman” orang Romawi saat itu, Kaisar adalah Tuhan.

Orang Romawi yang mengkultuskan para kaisar, yang dianggap sebagi dewa atau Tuhan, semakin lama semakin mengancam iman Kristen.

Karena itu, orang Kristen pada masa itu semakin intens melakukan “perlawanan” terhadap “serbuan” doktrin Romawi tersebut dengan cara memproklamirkan pengakuan iman mereka secara terus-menerus, termasuk dalam ibadah mereka.

Memang, pengakuan iman  yang lebih sistematis dan lengkap baru terjadi pada abad-abad setelah zaman gereja Perjanjiam Baru, namun bentuk sederhana dari pengakuan iman tersebut telah muncul di Alkitab.

Pengakuan iman itu adalah rumusan doktrin Kristen yang diakui oleh umat. Hal ini penting ada dalam setiap liturgi Kristen agar jemaat selalu diingatkan akan apa yang mereka percayai.

Dewasa ini sebagian gereja masih membuat pengakuan iman sebagai salah satu unsur ibadah mereka, misalnya Pengakuan Iman Rasuli yang terkenal itu. Sebagian gereja lainnya tidak memiliki liturgi pengakuan iman secara formal, tetapi tampak nyata dari nyanyian pujian, doa, dan kesaksian yang mereka ungkapkan dalam ibadah mereka.

Orang Yahudi juga punya pengakuan iman yang sangat terkenal, yang dikenal sebagai Syema Israel (Ulangan 6:4-9), yang selalu dibacakan dalam awal ibadah mereka di sinagoge setiap hari Sabat.

 

4. Firman Tuhan

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang keempat adalah firman Tuhan.

Firman Tuhan itu terdiri dari pembacaan ayat-ayat Alkitab dan penjelasannya, yang biasa disebut sebagai khotbah atau pengajaran.

Dalam gereja mula-mula di Yerusalem, pengajaran firman Tuhan merupakan hal yang paling pokok (Kisah Para Rasul 2:42a).

Dengan menerima pengajaran firman Tuhan atau khotbah, maka jemaat akan mendapat pesan Tuhan yang menguatkan, menghibur, memotivasi, bahkan menegur mereka. Dengan demikian mereka semakin bertumbuh di dalam Tuhan dan hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan.

Dalam tradisi ibadah di sinagoge Yahudi, diketahui bahwa tata ibadahnya terutama terdiri dari firman Tuhan, yakni pembacaan nas Kitab Suci dan Penjelasan/uraian Kitab Suci serta nasehat-nasehat (khotbah).

Hal ini ternyata yang “ditiru” oleh gereja mula-mula di Yerusalem, seperti yang telah dikutip di atas.

Firman Tuhan adalah puncak ibadah Kristen menurut Alkitab.

Setelah umat menyanyi memuji Tuhan, menyampaikan doa mereka kepadaNya, dan mendeklarasikan pengakuan iman mereka, maka saatnya mereka “disirami” oleh firman Tuhan.

Jika unsur-unsur ibadah sebelumnya adalah dari manusia ke Tuhan, maka di sini dari Tuhan ke manusia.

 

5. Perjamuan Kudus

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang kelima adalah Perjamuan Kudus.

Perjamuan Kudus adalah ritual ibadah memakan roti dan anggur. Dalam Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan, roti adalah melambangkan tubuh Yesus dan anggur melambangkan darahNya.

Ritual ibadah ini bisa dilakukan sebelum khotbah maupun setelah khotbah.

Tuhan Yesus sendiri yang memerintahkan murid-muridNya untuk melakukan Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan Dia (Lukas 22:14-20), yang sebelumnya merupakan Perjamuan Paskah Yahudi sebagai peringatan akan keluarnya bangsa Israel dari Mesir (Baca: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab).

Kepada rasul Paulus Tuhan Yesus juga memberikan wahyu tentang Perjamuan Kudus ini, persis seperti yang dikatakanNya kepada murid-muridNya yang pertama (1 Korintus 11:23-25).

Karena Perjamuan Kudus adalah lambang darah dan tubuh Kristus, maka kita patut menghormatinya. Orang yang meremehkannya akan mendapat hukuman. Beberapa anggota jemat Korintus yang menganggap remeh Perjamuan Tuhan menjadi lemah, sakit, bahkan ada yang meninggal (1 Korintus 11:29-30).

Karena itu sebelum ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, seseorang harus menyelidiki hatinya terlebih dahulu agar layak mengambil roti dan anggur yang adalah lambang tubuh dan darah Kristus (1 Korintus 11:27-28).

Tetapi kita juga tidak boleh memberhalakan roti atau anggur setara dengan Kristus, apalagi melebihi Kristus sendiri, sebab hal itu hanyalah lambang atau simbol saja, bukan Yesus sendiri. Roti dan anggur perjamuan tidak boleh dianggap sebagai mantra.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diperbolehkan mengikuti Perjamuan Kudus.

Alkitab tidak mengajarkan seberapa sering seharusnya kita melakukan Perjamuan Kudus. Karena tujuan utama Perjamuan Kudus adalah mengingat kematian Tuhan Yesus, maka melakukannya sesering mungkin adalah baik, asal tidak menjadi sekedar rutinitas keagamaan saja.

Jadi bisa saja Perjamuan Kudus diadakan setiap kali beribadah, menjadi unsur utama ibadah.

Tampaknya gereja mula-mula di Yerusalem melakukan Perjamuan Kudus setiap kali mereka berkumpul dan beribadah (Kisah Para Rasul 2:42). Hal ini boleh juga diteladani.

 

6. Persembahan

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang keenam adalah persembahan.

Setelah jemaat diberkati dengan firman Tuhan, maka respons yang wajar baginya adalah memberikan persembahan kepada Tuhan.

Kita memberi persembahan kepada Tuhan sebagai bentuk kasih kita kepadaNya. Dan Dia akan memberkati setiap usaha dan pekerjaan kita. Persembahan kita akan dipakai untuk pekerjaan Tuhan lewat gereja kita.

Memberikan persembahan kepada Tuhan disinggung beberapa kali di Alkitab Perjanjian Baru.

Rasul Paulus menyinggung tentang persembahan jemaat di gereja Korintus, yang dikumpulkan setiap minggunya, tampaknya setiap kali mereka beribadah (1 Korintus 16:2).

Hal ini tampaknya dimaksudkan sebagai sebuah bagian dari ibadah, yakni persembahan yang dikumpulkan ketika ibadah sedang berlangsung. Jadi persembahan di sini merupakan bagian dari liturgi ibadah itu sendiri.

Seperti disinggung di pendahuluan artikel ini, di Bait Suci orang Yahudi juga terdapat peti persembahan di mana jemaat dapat memberikan persembahan, seperti janda miskin itu.

Sesungguhnya, orang Israel dilarang datang ke rumah Tuhan dengan tangan hampa, tanpa membawa persembahannya (Keluaran 23:15).

 

7. Doa Berkat

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang terakhir adalah doa berkat.

Doa berkat adalah unsur ibadah terakhir yang wajar.

Setelah kita menyanyi memuji Tuhan, berdoa, menyatakan pengakuan iman kita, mendengar firman Tuhan, memakan roti dan meminum anggur perjamuan Tuhan, serta memberi persembahan, maka saatnya kita menerima berkat Tuhan.

Doa berkat ini punya makna bahwa jemaat diutus kembali ke tempat mereka masing-masing sebagai anak-anak Tuhan, sebagai garam dan terang, serta sebagai saksi-saksiNya.

Tetapi mereka tidak sendirian, Tuhan selalu menyertai mereka melalui doa berkat yang mereka terima, hingga mereka datang kembali ke rumahNya.

Tuhan memerintahkan agar Harun sebagai Imam Besar memberikan doa berkat kepada bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Doa berkat ini dalam bentuk yang baku, terdapat di dalam Bilangan 6:23-27.

Sementara rasul Paulus memberi doa berkat kepada jemaat Korintus dalam nama Allah Tritunggal (2 Korintus 13:13). Inilah doa berkat Kristen, yang mencakup ketiga Pribadi Allah. (Baca: 10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal)

Doa berkat Paulus ini kemudian menjadi semacam doa berkat yang agak baku di berbagai gereja Tuhan, dengan berbagai variasi.

 

Itulah 7 unsur ibadah Kristen menurut Alkitab dan maknanya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!