Loading...
Loading...

7 Unsur Ibadah Kristen Menurut Alkitab Dan Maknanya

 

4. Firman Tuhan

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang keempat adalah firman Tuhan.

Firman Tuhan itu terdiri dari pembacaan ayat-ayat Alkitab dan penjelasannya, yang biasa disebut sebagai khotbah atau pengajaran.

Dalam gereja mula-mula di Yerusalem, pengajaran firman Tuhan merupakan hal yang paling pokok (Kisah Para Rasul 2:42a).

Dengan menerima pengajaran firman Tuhan atau khotbah, maka jemaat akan mendapat pesan Tuhan yang menguatkan, menghibur, memotivasi, bahkan menegur mereka. Dengan demikian mereka semakin bertumbuh di dalam Tuhan dan hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan.

Dalam tradisi ibadah di sinagoge Yahudi, diketahui bahwa tata ibadahnya terutama terdiri dari firman Tuhan, yakni pembacaan nas Kitab Suci dan Penjelasan/uraian Kitab Suci serta nasehat-nasehat (khotbah).

Hal ini ternyata yang “ditiru” oleh gereja mula-mula di Yerusalem, seperti yang telah dikutip di atas.

Firman Tuhan adalah puncak ibadah Kristen menurut Alkitab.

Setelah umat menyanyi memuji Tuhan, menyampaikan doa mereka kepadaNya, dan mendeklarasikan pengakuan iman mereka, maka saatnya mereka “disirami” oleh firman Tuhan.

Jika unsur-unsur ibadah sebelumnya adalah dari manusia ke Tuhan, maka di sini dari Tuhan ke manusia.

 

5. Perjamuan Kudus

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang kelima adalah Perjamuan Kudus.

Perjamuan Kudus adalah ritual ibadah memakan roti dan anggur. Dalam Perjamuan Kudus atau Perjamuan Tuhan, roti adalah melambangkan tubuh Yesus dan anggur melambangkan darahNya.

Ritual ibadah ini bisa dilakukan sebelum khotbah maupun setelah khotbah.

Tuhan Yesus sendiri yang memerintahkan murid-muridNya untuk melakukan Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan Dia (Lukas 22:14-20), yang sebelumnya merupakan Perjamuan Paskah Yahudi sebagai peringatan akan keluarnya bangsa Israel dari Mesir (Baca: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab).

Kepada rasul Paulus Tuhan Yesus juga memberikan wahyu tentang Perjamuan Kudus ini, persis seperti yang dikatakanNya kepada murid-muridNya yang pertama (1 Korintus 11:23-25).

Karena Perjamuan Kudus adalah lambang darah dan tubuh Kristus, maka kita patut menghormatinya. Orang yang meremehkannya akan mendapat hukuman. Beberapa anggota jemat Korintus yang menganggap remeh Perjamuan Tuhan menjadi lemah, sakit, bahkan ada yang meninggal (1 Korintus 11:29-30).

Karena itu sebelum ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, seseorang harus menyelidiki hatinya terlebih dahulu agar layak mengambil roti dan anggur yang adalah lambang tubuh dan darah Kristus (1 Korintus 11:27-28).

Tetapi kita juga tidak boleh memberhalakan roti atau anggur setara dengan Kristus, apalagi melebihi Kristus sendiri, sebab hal itu hanyalah lambang atau simbol saja, bukan Yesus sendiri. Roti dan anggur perjamuan tidak boleh dianggap sebagai mantra.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diperbolehkan mengikuti Perjamuan Kudus.

Alkitab tidak mengajarkan seberapa sering seharusnya kita melakukan Perjamuan Kudus. Karena tujuan utama Perjamuan Kudus adalah mengingat kematian Tuhan Yesus, maka melakukannya sesering mungkin adalah baik, asal tidak menjadi sekedar rutinitas keagamaan saja.

Jadi bisa saja Perjamuan Kudus diadakan setiap kali beribadah, menjadi unsur utama ibadah.

Tampaknya gereja mula-mula di Yerusalem melakukan Perjamuan Kudus setiap kali mereka berkumpul dan beribadah (Kisah Para Rasul 2:42). Hal ini boleh juga diteladani.

 

6. Persembahan

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang keenam adalah persembahan.

Setelah jemaat diberkati dengan firman Tuhan, maka respons yang wajar baginya adalah memberikan persembahan kepada Tuhan.

Kita memberi persembahan kepada Tuhan sebagai bentuk kasih kita kepadaNya. Dan Dia akan memberkati setiap usaha dan pekerjaan kita. Persembahan kita akan dipakai untuk pekerjaan Tuhan lewat gereja kita.

Memberikan persembahan kepada Tuhan disinggung beberapa kali di Alkitab Perjanjian Baru.

Rasul Paulus menyinggung tentang persembahan jemaat di gereja Korintus, yang dikumpulkan setiap minggunya, tampaknya setiap kali mereka beribadah (1 Korintus 16:2).

Hal ini tampaknya dimaksudkan sebagai sebuah bagian dari ibadah, yakni persembahan yang dikumpulkan ketika ibadah sedang berlangsung. Jadi persembahan di sini merupakan bagian dari liturgi ibadah itu sendiri.

Seperti disinggung di pendahuluan artikel ini, di Bait Suci orang Yahudi juga terdapat peti persembahan di mana jemaat dapat memberikan persembahan, seperti janda miskin itu.

Sesungguhnya, orang Israel dilarang datang ke rumah Tuhan dengan tangan hampa, tanpa membawa persembahannya (Keluaran 23:15).

 

7. Doa Berkat

Unsur ibadah Kristen menurut Alkitab yang terakhir adalah doa berkat.

Doa berkat adalah unsur ibadah terakhir yang wajar.

Setelah kita menyanyi memuji Tuhan, berdoa, menyatakan pengakuan iman kita, mendengar firman Tuhan, memakan roti dan meminum anggur perjamuan Tuhan, serta memberi persembahan, maka saatnya kita menerima berkat Tuhan.

Doa berkat ini punya makna bahwa jemaat diutus kembali ke tempat mereka masing-masing sebagai anak-anak Tuhan, sebagai garam dan terang, serta sebagai saksi-saksiNya.

Tetapi mereka tidak sendirian, Tuhan selalu menyertai mereka melalui doa berkat yang mereka terima, hingga mereka datang kembali ke rumahNya.

Tuhan memerintahkan agar Harun sebagai Imam Besar memberikan doa berkat kepada bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Doa berkat ini dalam bentuk yang baku, terdapat di dalam Bilangan 6:23-27.

Sementara rasul Paulus memberi doa berkat kepada jemaat Korintus dalam nama Allah Tritunggal (2 Korintus 13:13). Inilah doa berkat Kristen, yang mencakup ketiga Pribadi Allah. (Baca: 10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal)

Doa berkat Paulus ini kemudian menjadi semacam doa berkat yang agak baku di berbagai gereja Tuhan, dengan berbagai variasi.

 

Itulah 7 unsur ibadah Kristen menurut Alkitab dan maknanya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!