8 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi KASAD Atau WAKASAD

5. Letnan Jenderal Johny Lumintang (WAKASAD)

Jenderal Kristen yang pernah menjadi KASAD atau WAKASAD, yang kelima adalah Johny Lumintang.

Letjen Johny Josephus Lumintang lahir di Desa Noongan, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 28 Juni 1947.

Ia adalah lulusan AKABRI Angkatan 1970 dan berasal dari kesatuan Infanteri – Baret Hijau.

Ia turut berperan dalam operasi pembebasan sandera Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz di Irian Jaya, lewat Operasi Rajawali, saat ia menjadi Kepala Staf Kodam VIII/Trikora (1996).

Ia juga memimpin langsung pembebasan sandera 14 orang karyawan PT. Jayanti yang disandera GPK di Kamuna Raya Camp, Timika tanggal 14 Agustus 1996. Tanggal 18 September 1996 sandera berhasil dibebaskan walaupun akhirnya 2 sandera meninggal dunia.

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain: Komandan Resimen Induk Kodam Jaya, Komandan Resort Militer (Danrem) 164 Wira Dharma Dili, Timor-Timur, Panglima Divisi Infanteri I Kostrad, Kepala Staf Daerah Militer VIII/Trikora, Panglima Daerah Militer VIII/Trikora, Asisten Operasi KASUM ABRI, serta Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (walau hanya 17 jam!).

Kemudian ia menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI sekaligus sebagai Anggota Fraksi ABRI MPR-RI, lalu Gubernur Lemhanas, bahkan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Sebelum pensiun dari dinas militer, ia memangku jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Departemen (Kementerian) Pertahanan RI (Dephan).

Ia adalah alumnus Sesko TNI (1991-1992) Angkatan 18, Sus Staf Senior (1992) serta Lemhanas (1995). Ia juga mengikuti pendidikan militer di Infantry Officer Advanced Course, di Fort Benning, USA (1978), serta International Defence Management Course, di Monterey, USA (1989).

Setelah pensiun dari dinas militer, Johny kemudian menjadi Duta Besar Indonesia untuk Filipina sejak 14 Februari 2014.

 

6. Letnan Jenderal Cornel Simbolon (WAKASAD)

Jenderal Kristen yang pernah menjadi KASAD atau WAKASAD, yang keenam adalah Letnan Jenderal Cornel Simbolon.

Letjen Cornel Simbolon lahir di Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, pada 14 Juli 1951.

Cornel merupakan alumnus Akademi Militer tahun 1973 dan berasal dari kecabangan infanteri.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain: Komandan Brigade Infanteri 13/ Kostrad, Wakil Asisten Operasi KASAD, Asisten Operasi KASAD, Panglima Daerah Militer IV/Diponegoro, Komandan Kodiklat TNI.

Jabatan militer terakhir Cornel adalah sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) dari tahun 2007 hingga 2008.

Setelah pensiun dari dinas milier, Cornel terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrat. Ia adalah salah satu jenderal pendukung Prabowo Subianto pada pilpres 2014 silam.

 

7. Letnan Jenderal Suryo Prabowo (WAKASAD)

Jenderal Kristen yang pernah menjadi KASAD atau WAKASAD, yang ketujuh adalah Letnan Jenderal Suryo Prabowo.

Letjen Johannes Suryo Prabowo lahir di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 15 Juni 1954.

Ia adalah alumni AKABRI (sekarang Akmil) tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Selama berstatus Taruna Akabri pada tahun 1974 ditugaskan dalam ‘pertukaran taruna’ dengan Taruna dari RMC (Royal Military College) Duntroon, Australia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di AKABRI, dia mengikuti berbagai pendidikan/kursus, di antaranya kursus spesialisasis Nubika (Nuklir Biologi dan Kimia), kursus penjinakan bahan peledak, kursus dasar para dan kursus pandu udara, Suslapa, Seskoad dan Lemhanas KRA 14.

Hampir seluruhnya diselesaikannya dengan predikat terbaik.

Ia banyak bertugas di Timor-Timur bahkan pernah menjadi Wakil Gubernur Timor Timur (1998).

Jabatan yang pernah dipegangnya, antara lain: Sekretaris Pribadi Kasum ABRI, Wadan Pasukan Pengamanan Presiden, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, Pangdam I/Bukit Barisan, Pangdam Jaya/Jayakarta, Wakil Kepala Staf TNI AD, dan Kepala Staf Umum TNI.

Ketika menjadi Wakil Kepala Staf TNI AD dengan pangkat Letnan Jenderal, Suryo Prabowo banyak berkreasi untuk membenahi sistem pendidikan dan latihan dijajaran TNI AD, terutama yang difokuskan pada bidang Kepemimpinan Militer dan taktik bertempur.

Selama 36 tahun masa pengabdiannya di TNI, Suryo Prabowo dianugerahi 17 tanda kehormatan.

Suryo Prabowo juga telah menulis beberapa buku di seputar pertahanan /militer.

Ia kemudian bergabung ke Partai Gerindra dan menjadi pendukung utama Prabowo Subianto ketika maju sebagai calon presiden pada pilpres 2014 silam.

 

8. Letnan Jenderal

Hinsa Siburian (WAKASAD)

Jenderal Kristen yang pernah menjadi KASAD atau WAKASAD, yang kedelapan/terakhir adalah Letnan Jenderal TNI Hinsa Siburian.

Letnan Jenderal TNI Hinsa Siburian lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 28 Oktober 1959.

Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).

Letjen Hinsa merupakan lulusan terbaik Akmil tahun 1986 sehingga meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Selain berpengalaman di bidang infanteri, Letjen Hinsa juga banyak berkarier di baret merah/Kopassus.

Pendidikan yang ditempuhnya antara lain: AKmil, Sussarcab Inf, Suslapa I Inf, Selapa II Inf, Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain: Danton Kopassus, Dan Unit-2/1 Den-81 Kopassus, Dan Tim-1 Den-81 Kopassus, Dansubtim-1/2 Den-81 Kopassus, Dansatdik Gultor Den-81 Kopassus, Kasi-1 Grup-2 Kopassus, Dansepursus Grup-5 Kopassus, Danyon-51 Grup-5 Kopassus.

Lalu, Danyon Aksussat-81 Kopassus, Dansatdik Komando Pusdikpassus, Dandim 1710/Mimika, Waasintel Kasdam XVII/Trikora, Kasrem 172/Praja Wira Yakthi, Asops Kasdivif-1/Kostrad, Asops Kas Kostrad, Danrem 043/Garuda Hitam.

Kemudian, Dirlat Kodiklat TNI, Danrem 173/Praja Vira Braja, Kasdam XVII/Cendrawasih, Asops Kasad, Danpussenif Kodiklatad, Pangdam XVII/Cendrawasih, dan Wakil KSAD.

Kini Letjen Hinsa Siburian menjabat sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebuah jabatan setingkat menteri.

 

Itulah 8 Jenderal Kristen yang pernah menjadi KASAD atau WAKASAD.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!