Loading...
Loading...

8 Kapolda Dan Wakapolda Indonesia Beragama Kristen

Artikel ini berisi 8 Kapolda dan wakapolda Indonesia beragama Kristen/Katolik.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) adalah pemimpin kepolisian tertinggi yang terdapat di setiap provinsi di Indonesia. Mereka membawahi kepolisian resort (Polres) di tingkat kabupaten/kota dan kepolisian Sektor (Polsek) di setiap kecamatan.

Dalam menjalankan tugas-tugasnya, seorang Kapolda dibantu oleh seorang wakil, yang disebut sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda).

Seorang Kapolda diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Baca juga: 10 Jenderal Polri Aktif Beragama Kristen

Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia saat ini, terdapat 33 kepolisian daerah (Polda). Satu provinsi (provinsi termuda di Indonesia), yakni Kalimantan Utara, belum memiliki polda sendiri, masih “nebeng” dengan Polda provinsi induk, yakni polda Kalimantan Timur.

Polda di Indonesia terdiri dari dua tipe, yakni tipe A dan tipe B.

Tipe A adalah polda yang terdapat di provinsi di mana wilayahnya relatif luas, penduduknya banyak dan beragam, serta punya permasalahan yang cukup kompleks, seperti sering rawan kerusuhan, serangan teroris atau kaum separatis, ataupun tingkat kriminalitas yang cukup tinggi.

Baca juga: 10 Jenderal TNI Aktif Beragama Kristen

Polda tipe A dipimpin oleh kapolda jenderal bintang dua (Inspektur Jenderal Polisi/Irjen Pol). Sedangkan wakilnya adalah jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal Polisi/Brigjen Pol).

Polda tipe B adalah polda yang terdapat di provinsi yang tidak terlalu luas dan populasinya cukup kecil, dan ancaman keamanannya juga relatif kecil.

Polda tipe B dipimpin oleh seorang jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Sedangkan wakilnya adalah perwira menengah berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes), atau setingkat Kolonel di TNI.

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Dari 33 polda yang ada saat ini di Indonesia, terdapat delapan polda yang dipimpin oleh prajurit Polri beragama Kristen/Katolik, baik sebagai Kapolda, maupun  sebagai Wakapolda; baik di polda tipe A maupun di polda tipe B.

Lima orang dari antara mereka menjabat sebagai Kapolda, dan tiga orang menjabat sebagai Wakapolda.

Siapa sajakah delapan Kapolda dan Wakapolda Indonesia beragama Kristen/Katolik saat ini? Berikut daftarnya.

 

1. Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw (Kapolda Sumut)

Kapolda dan Wakapolda Indonesia beragama Kristen/Katolik pertama adalah Inspektur Jenderal Polisi Drs. Paulus Waterpauw.

Inspektur Jenderal Polisi Drs.  Paulus Waterpauw lahir di Fakfak, Papua Barat, pada 25 Oktober 1963.

Irjen Paulus Waterpauw saat ini mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara.

Irjen.Pol.Drs.Paulus Waterpauw menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1987. Kemudian di  PTIK (1996), Sespim (2002) dan Lemhanas (2014).

Jabatan yang pernah diembannya di Polri antara lain adalah: Wakasat Serse Polresta Surabaya Timur, Kanit Interkrim Sat IPP Polwiltabes Surabaya, Kasat Intelpam Polres Mojokerto, Kasat Ops Puskodalops Polda Kalteng, Kapolsek Metro Menteng, Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat.

Lalu Wakapolres Tangerang, Kapolres Mimika Polda Papua, Kapolres Jayapura Kota, Direskrim Polda Papua, Penyidik Utama TK II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri, Wakapolda Papua, Kapolda Papua Barat, Kapolda Papua, Wakabaintelkam Polri, dan sekarang Kapolda Sumatera Utara.

Tanda jasa yang diperolehnya antara lain adalah: Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lencana Jana Utama, Satya Lencana Dwidya Sistha, dan Satya Lencana Dharma Nusa.

 

2. Irjen. Pol. Drs. Bambang Waskito (Kapolda Sulut)

Kapolda/Wakapolda lainnya di Indonesia yang beragama Kristen/Katolik adalah Inspektur Jenderal Polisi Drs. Bambang Waskito.

Inspektur Jenderal Polisi Drs. Bambang Waskito lahir di Cepu, Blora, Jawa Tengah, pada 8 November 1961.

Saat ini Irjen Bambang Waskito menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Pendidikan yang pernah diikutinya adalah: Akpol (1984), PTIK (1991), Seskoad (1999), Sespati (2009), dan Lemhanas (2003).

Jabatan di kepolisian yang pernah dipegangnya antara lain: Kasat Sabhara Poltabes Medan, Waka Polres Tanah Karo, Dansat Brimob Polda Aceh, Dansat Brimobda Riau, Kapolres Asahan, Kapolresta Binjai, Wadir Reskrim Polda Sumut, Kaden 88/Antiteror Polda Sumut, Kaden 88/Antiteror Polda Jatim.

Lalu, Dirtipideksus Bareskrim Polri, Widyaiswara Utama Sespim Polri, Kapolda Jabar, dan Kapolda Sulut.

Tanda Jasa yang diterimanya antara lain: GOM IX Irian Jaya, SL Bintang Bhayangkara Nararya, SL Santi Dharma, dan UN Medal PBB.

 

3. Irjen. Pol. Drs. Petrus Golose (Kapolda Bali)

Kapolda/Wakapolda berikutnya di Indonesia yang beragama Kristen/Katolik adalah Inspektur Jenderal Polisi Drs. Petrus Golose.

Inspektur Jenderal Polisi Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 27 November 1965.

Saat ini Irjen Petrus Golose mengemban amanat sebagai Kapolda Bali.

Pendidikan yang pernah diikutinya antara lain, Akpol (1988), PTIK (1998), SESPIM (2002), SESPIMTI (2015), dan LEMHANAS.

Irjen Petrus juga menyandang gelar doktor dalam ilmu kajian kepolisian.

Jabatan yang pernah diembannya, antara lain: Kapolsek Lodoyo Polres Blitar, Kasubnit Jatanras Dit Serse Polda Metro Jaya, Penyidik Wreda Dit I/Kam Dan Trannas Bareskrim Polri, Kasat Iv/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Wakaden 88/Antiteror Polda Metro Jaya, Kanit V Dit II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri, Wadir II/Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Lalu, Direktur Penindakan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, dan sekarang Kapolda Bali.

Penghargaan yang diterimanya antara lain: Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, SL. Dwidja Sistha, UNTAC Medals, UNCRO Medals, dan SL. Operasi Kepolisian

Petrus termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!