Loading...
Loading...

82 Anggota DPR RI Beragama Kristen

 

21. Elion Numberi (Golkar)

Pendeta Elion Numberi, S.Th lahir di Jayapura, Papua, pada 14 Juli 1961.

Ia berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Dapil Papua setelah memperoleh 85.374 suara.

Awalnya Elion duduk di Komisi X DPR-RI, lalu dipindahkan ke Komisi V, kemudian dipindahkan lagi menjadi anggota Komisi VIII yang membidangi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan.

Sebelumnya, pada periode 2009-2014, Elion adalah salah satu senator Indonesia dari Provinsi Papua. (Baca juga: 26 Senator Indonesia Beragama Kristen)

Elion menempuh pendidikan S1-nya di Sekolah Tinggi Teologia ISTTI El Shaddai, Manado, Sulawesi Utara.

Sebelum memulai karier politiknya, Pendeta Elion Numberi adalah Pemimpin Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pelangi Kasih di Jayapura. Lalu Elion menjadi Anggota Komisi Pusat Pemuda GPdI di Jakarta.

Elion adalah putra dari Freddy Numberi, mantan Gubernur Papua dan mantan Menteri Perhubungan RI.

 

22. Eriko Sotarduga (PDI-P)

Eriko Sotarduga Sitorus lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 10 April 1969.

Ia menjadi anggota DPR RI setelah berhasil meraih suara sebanyak 61.888 dari Dapil Jakarta II.

Eriko memiliki latar belakang pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Manajemen Bahan Bakar Andalan, Direktur PT Dwi Mekar Persada dan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi di Balikpapan.

Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang Teknik Industri, dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Eriko adalah Deklarator Banteng Muda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Sekjen di Banteng Muda Indonesia, Jakarta.

Saat ini Eriko Sotarduga adalah anggota legislatif untuk dapil DKI Jakarta 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri) dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia berada di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, dan juga Badan Anggaran.

Eriko Sotarduga dianggap salah satu orang yang berpengaruh dalam Partai PDI Perjuangan karena ia dilibatkan dalam pembahasan tentang Kongres IV PDIP di kediaman Megawati bersama Hasto Kristiyanto, Rokhmin Dahuri dan Puan Maharani.

 

23. Erma Suryani Ranik (Demokrat)

Erma Suryani Ranik lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 14 Mei 1976.

Ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI mewakili Dapil Kalimantan Barat setelah memperoleh 34,420 suara.

Ia duduk di Komisi III DPR yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan.

Pada periode 2009-2014 Erma bertugas sebagai Anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) mewakili provinsi Kalimantan Barat.

Pendidikannya ia tempuh di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Erma dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan pernah bekerja di Filipina.

Ia juga mendapat kesempatan mengikuti Program Studi Banding yang diadakan oleh Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID), dan pernah sebagai pembicara dalam sebuah seminar di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang dan Pusat Study HAM Oslo University, Norwegia.

 

24. Erwin T.P.L. Tobing (PDI-P)

Irjen (Purn) Drs. Erwin T.P.L. Tobing adalah seorang purnawirawan jenderal polisi dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (bintang dua).

Ia dikenal sebagai mantan Kapolda Kalimantan Barat.

Ia menjadi anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) setelah anggota DPR Karolin Margaret Natasa (lihat poin 43 di bawah) terpilih menjadi Bupati Landak, Kalimantan Barat.

Erwin maju dalam pileg 2014 silam dari Dapil Kalimantan Barat, namun meraih suara di bawah Karolin Margaret Natasa.

Hingga saat ini Erwin T.P.L Tobing memang belum dilantik. Tetapi partainya, PDI-P, sudah memasukkan namanya sebagai anggota DPR PAW ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

25. My Esti Wijayati (PDI-P)

My Esti Wijayati lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 17 Juni 1968.

Ia merupakan anggota DPR dari Dapil Yogyakarta dengan perolehan suara sebanyak 99.440.

Ia duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga, dan perpustakaan.

Sebelumnya ia merupakan anggota daerah DPRD Kabupaten Sleman periode 1999-2004 serta anggota DPRD Provinsi D.I. Yogyakarta periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Di dalam partai PDI Perjuangan Yogyakarta, ia memiliki jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Politik.

Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Sanata Dharma (dahulu IKIP Sanata Dharma), Yogyakarta.

 

26. Evert Ernest Mangindaan (Demokrat)

Letnan Jenderal TNI (Purn) E.E. Mangindaan lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 5 Januari 1943.

Mangindaan adalah adalah anggota DPR dari dapil Sulawesi Utara dengan perolehan suara sebanyak 81.152.

Mangindaan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) periode 2014-2019.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Sebelumnya ia adalah Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000. Setelah itu, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode 2004-2009.

Ia juga merupakan Ketua Harian Dewan Pembina Partai Demokrat.

Mangindaan adalah seorang mantan perwira tinggi militer yang pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora.

 

27. Fary Djemy Francis (Gerindra)

Fary Djemy Francis lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, pada 7 Februari 1968.

Ia merupakan anggota DPR dari dapil Nusa Tenggara Timur II selama dua periode (2009-2014; 2014-2019). Di periode kedua ia memperoleh suara sebanyak 48,351.

Di dua periode tersebut ia duduk di Komisi V (Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi & Geofisika), bahkan di periode kedua ia menjabat sebagai Ketua di Komisi tersebut.

Fary sebelumnya adalah seorang aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Organisasi yang pernah diikutinya antara lain adalah: Sekretaris Umum Senat Universitas Timor Timur, Ketua PERKANTAS Provinsi Timor Timur, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Timor Timur Bidang Kaderisasi, Dewan Penasehat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI)

Kini ia adalah Ketua DPP Gerindra Bidang Keuangan dan Moneter, Ketua DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (organisasi sayap kepetanian Gerindra).

Pendidikannya ia tempuh di program S1, Ekonomi Pertanian, Universitas Timor Leste, Dili, Timor-Timur; dan S2, Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat.

 

28. Ferry Kase (Hanura)

Ferry Kase adalah anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Timur II.

Ia dilantik menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR-RI 2014 menggantikan Saleh Husin, kader Hanura yang diangkat menjadi Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Jokowi.

Ferry bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan dan olahraga.

Sebelumnya, Ferry adalah anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (2009-2014).

Ia adalah seorang mantan perwira TNI Angkatan Darat di Kodam Jaya, Jakarta (1995-2008).

Ferry juga merupakan Ketua Pemuda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Syekh Yusuf, Tangerang, Banten.

 

29. G. Michael Jeno (PDI-P)

Ir. G. Michael Jeno, M.M, lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 9 Januari 1969.

Ia merupakan anggota DPR dari dapil Kalimantan Barat dengan perolehan suara sebanyak 55.121.

Michael Jeno duduk di Komisi XI (Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan).

Ia meraih gelar Sarjana Teknik Planologi, ITB, Bandung, Jawa Barat, serta

Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta.

Jabatan organisasi yang pernah diembannya, antara lain: Bendahara umum Dewan Adat Dayak, Kalbar, Ketua LSM Organization for Environment and Development of Asset Sustainability (OEDAS), Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Kalbar, dan Ketua Himpunan Mahasiswa Katolik Kalimantan Barat di Bandung.

 

30. Hendrawan Supratikno (PDI-P)

Hendrawan Supratikno lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 21 April 1960.

Ia menjadi anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah X setelah memperoleh suara sebanyak 68.380.

Ia bertugas di Komisi VI pada periode 2009-2014, dan bertugas di Komisi XI (Perbankan dan Keuangan) pada periode 2014-sekarang. Ia juga menjabat sebagai Ketua bidang Perekonomian DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2015-2020.

Nama Hendrawan Supratikno dikenal sebagai politisi Senayan beretnis Tionghoa yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Sebelum menjadi anggota DPR, Hendrawan merupakan profesor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mulai populer saat terlibat aktif dalam Panitia Khusus Angket Century akhir tahun 2009 lalu.

Sewaktu mahasiswa, ia dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang dulu merupakan onderbouw Parkindo, salah satu partai penyusun PDI dan PDIP.

Hendrawan adalah anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah 10 (Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang).

Ia menempuh pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga (meraih gelar Drs. 1983), Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, (meraih gelar M. Ba. 1986), Free University (VUA), Amsterdam, Belanda, (meraih gelar Ph. D. 1998).

 

31. Henky Kurniadi (PDI-P)

Henky Kurniadi lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 2 Juli 1963.

Ia menjadi anggota DPR dari Dapil Jawa Timur I setelah memperoleh suara sebanyak 43,434.

Ia awalnya duduk di Komisi XI DPR-RI, lalu ditugaskan di Komisi IV, dan kini bertugas di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri & otonomi daerah, aparatur & reformasi birokrasi, kepemiluan, pertanahan & reforma agraria.

Ia adalah ketua Yayasan Henky Kurniadi & Friends, Surabaya.

Selain itu, Henky juga salah satu pengurus Komite Rusia Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dalam berorganisasi, ia pernah aktif di DPD KNPI Jawa Timur dan Ketua umum Percasi Jawa Timur.

Ia menempuh pendidikannya di program Sarjana Ekonomi, Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur; Sarjana Hukum, Universitas Bhayangkara, Jakarta; dan Program S2, Universitas Bhayangkara, Surabaya.

 

32. Herman Hery (PDI-P)

Herman Herry lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur, pada 26 November 1962.

Ia adalah politisi dan legislator senior dari PDIP mewakili Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II dengan perolehan suara sebesar 109,406.

Herman telah menjadi Anggota DPR-RI selama tiga periode. Pada masa kerja 2014-2019 Herman duduk di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan.

Herman adalah Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap kepemudaan PDI-P.

Herman adalah seorang pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Komisaris dari Grup Dwimukti (kontraktor dan perhotelan di Kupang, NTT). Herman juga aktif di asosiasi pengusaha, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, sebagai anggota.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah di SMA Katholik, Ende, NTT (1982) dan SLTA, Program Paket-C (2003).

 

33. Indah Kurnia (PDI-P)

Indah Kurnia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 11 Agustus 1962.

Indah terpilih menjadi Anggota DPR-RI mewakili Dapil Jawa Timur I setelah memperoleh 68,497 suara. Indah duduk di Komisi XI yang membidangi perbankan, keuangan dan perencanaan pembangunan.

Di periode sebelumnya (2009-2014) ia juga duduk sebagai anggota DPR.

Indah dikenal sebagai mantan manajer klub sepak bola wanita pertama di Indonesia. Ia adalah mantan Manajer Klub Persebaya Surabaya yang berhasil membawa Persebaya meraih Juara Liga Indonesia pada 2006.

Sebelumnya Indah lama bekerja di Bank BCA dan terakhir menjadi Pimpinan BCA Tunjungan Surabaya (2000-2008). Indah juga pernah sebagai salah satu direktur di Grup Maspion (property).

Ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Artha Bodhi Iswara, Surabaya.

 

34. Irine Yusiana Roba Putri (PDI-P)

Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos, lahir di Yogyakarta, pada 4 April 1984.

Irine berhasil menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 setelah memperoleh 52.677 suara untuk daerah pemilihan Maluku Utara.

Kini ia duduk di Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, dan Perpustakaan.

Sebelum menjadi anggota DPR, Irine aktif di partai PDI-P sebagai anggota Departemen Pemuda dan Olahraga DPP PDI-P (2010-2015).

Pendidikan S1-nya ia tempuh di Universitas Katholik Atma Jaya, Yogyakarta; dan S2 di Monash University, Melbourne, Australia.

 

35. Itet Tridjajati Sumarijanto (PDI-P)

Itet Tridjajati Sumarijanto, MBA, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 22 Oktober 1946.

Itet menjadi anggota DPR RI dari dapil Lampung II dengan perolehan suara sebanyak 40.203.

Ia juga merupakan anggota DPR pada periode sebelumnya (2009-2014 ).

Itet adalah anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sejak tahun 1965. Pada tahun 1966, Itet menjadi Ketua bidang seni untuk Persatuan Pelajar Indonesia di Australia.

Pendidikannya ia tempuh di Medical Record Administrator Australia (MRA), bidang Expert Medical Record (Ahli Dokumen Medis), Sydney, Australia.

 

36. Ivan Doly Gultom (Golkar)

Ivan Doly Gultom dilantik menjadi Anggota DPR-RI Pergantian Antar Waktu (PAW) periode 2014-2019 mewakili Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Dapil DKI Jakarta III.

Ia menggantikan posisi Tantowi Yahya, yang diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru.

Pada pileg 2014 lalu, Ivan Doly Gultom berhasil meraih suara 21.047, tetapi kalah suara dari Tantowi Yahya sehingga tidak bisa masuk ke Senayan. Lewat PAW akhirnya ia bisa duduk di DPR.

Ia menempuh pendidikan S1 di Pepper Dine University, Amerika Serikat.

Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua DPD Golkar DKI Jakarta dan wakil ketua Kosgoro 57 (sayap Partai Golkar).

 

37. Jefirstson R. Riwu Kore (Demokrat)

Dr. Jefirstson Riwu Kowe, M.M, M.H lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 13 Januari 1960.

Ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 mewakili Dapil Nusa Tenggara Timur II setelah memperoleh 105,924 suara.

Jefirstson bertugas di Komisi X, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda & olahraga, ekonomi kreatif dan pariwisata.

Ia juga merupakan anggota DPR pada periode 2009-2014.

Jefirstson adalah Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur.

Pada Oktober 2016, Jefirstson mengundurkan diri dari DPR-RI karena mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Kupang pada Pilkada Serentak 2017 (dan ia terpilih).

Pendidikan yang ditempuhnya adalah: S1, Akuntansi, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali; S2, Keuangan, Universitas Pelita Harapan, Jakarta; S3, Ekonomi, Universitas 17 Agustus, Surabaya; Program Pasca Sarjana, Hukum, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

 

38. Jimmy Demianus Ijie (PDI-P)

Jimmy Demianus Ijie lahir di Fategomi, Maybrat, Papua Barat, pada 21 Maret 1968.

Jimmy menjadi anggota DPR setelah berhasil meraih 69.908 suara di dapilnya.

Ia merupakan Wakil Ketua DPRD Papua Barat periode 2009-2004 dan Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Periode 2004-2009.

Ia memiliki beberapa pengalaman organisasi. Antara lain: Sekjen Komnas Reaktivisasi Papua Barat, Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Ketua HKTI Papua Barat, dan Ketua PERBASI Papua Barat.

Pendidikannya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan; dan Fakultas Hukum, Universitas Jakarta (Unija), Jakarta.

 

39. Johnny G. Plate (Nasdem)

Johnny G. Plate, S.E, lahir di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 10 September 1956.

Ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I setelah memperoleh 33.704 suara.

Johnny duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan.

Johnny G. Plate sebelumnya adalah seorang pengusaha.

Ia juga merupakan Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup, DPP Partai NasDem.

Pendidikannya ia tempuh di Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) dan S1, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

 

40. Juliari P. Batubara (PDI-P)

Juliari P. Batubara lahir di Jakarta pada 22 Juli 1972.

Ia merupakan anggota DPR dari dapil Jawa Tengah I dengan perolehan suara 128.956.

Ia duduk di Komisi VI, bidang Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional.

Ari, panggilan akrabnya, adalah seorang profesional yang bekerja di perusahaan keluarga.

Ia menempuh pendidikannya di Riverside City College dan di Chapman University, California, keduanya di Amerika Serikat.

Ari merupakan Pengurus DPP PDI Perjuangan sebagai Wakil Bendahara.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!