Loading...

82 Anggota DPR RI Beragama Kristen

Loading...

 

9. Asdy Narang (PDI-P)

Asdy Narang, S.H, M.Comm, lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 19 Maret 1976.

Ia menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 untuk Dapil Kalimantan Tengah dengan perolehan suara 64,560.

Di DPR ia berada di Komisi X (Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan).

Sebelumnya ia juga menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan yang sama dan bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, HAM dan keamanan.

Asdy adalah keponakan dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, yang juga mantan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

Asdy adalah seorang pengusaha sukses dan menjabat sebagai Direktur Utama di PT. Kharisma Duta Mining (pertambangan) dan Komisaris PT. Sistech Media Softindo (ISP provider di Kalimantan Tengah).

Asdy menempuh pendidikan S1 Hukum di Universitas Trisakti, Jakarta; dan S2 Master of Commercial Law, di Deakin University, Australia.
Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Taruna Merah Putih Provinsi Kalimantan Tengah sejak 2009 – sekarang.

 

10. Bara Hasibuan (PAN)

Bara Krishna Hasibuan adalah politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Dapil Sulawesi Utara. Bara adalah salah satu pendiri PAN dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Bidang Hubungan Internasional (2010-sekarang).

Bara dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 pada 10 Januari 2017 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Yasti Soepredjo Mokoagow yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai Bupati Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Pilkada Serentak 2017 silam.

Pada masa kerja 2014-2019, Bara bertugas di Komisi VII yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah: S1 dan S2 Political Science, Boston University, Amerika Serikat; dan S2 Public Administration, Harvard Kennedy School of Government, Boston, Amerika Serikat.

Bara adalah putra dari advokat senior, mantan Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan mantan Pemimpin Umum Harian Suara Pembaruan, Dr. Albert Hasibuan.

 

11. Benny Kabur Harman (Demokrat)

Benny Kabur Harman, S.H. lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 September 1962.

Benny merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat dan duduk di Komisi II DPR RI. Ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Ia maju dari Dapil Nusa Tenggara Timur I dan berhasil meraup suara sebanyak 53,701.

Ia mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan Magister Hukum dan Doktor Hukum diraihnya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

Ia tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Ia juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

12. Charles Honoris (PDI-P)

Charles Honoris lahir di Jakarta pada 23 Juli 1984.

Ia adalah anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu).

Charles Honoris memperoleh suara terbanyak di Dapil DKI III dengan 96.842 suara mengalahkan seniornya Effendi Simbolon dan Ketua DPR RI Marzuki Alie (dari Partai Demokrat).

Charles ditugaskan di Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Intelijen dan Komunikasi Informatika.

Ia merupakan kader muda PDI-P yang sejak tahun 2012 menjadi Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta, organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan.

Charles mengenyam pendidikan ilmu politik di International Christian University Tokyo, Jepang.

Ia adalah putra dari Luntungan Honoris, seorang pengusaha nasional, Luntungan Honoris (presiden komisaris PT. Modernland Realty Tbk).

 

13. Charles Jones Mesang (Golkar)

Charles Jonas Mesang lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Januari 1952.

Charles telah menjadi anggota DPR RI selama empat periode berturut-turut, sejak tahun 1997 hingga terpilih kembali tahun 2014.

Pada pemilihan umum 2014, Charles Mesang maju untuk daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II dan berhasil mendapat suara sebanyak 54,514.

Pada periode 2014-2019 Charles bertugas di Komisi IX yang membidangi kesehatan, transmigrasi, tenaga kerja dan kependudukan. Kemudian pada April 2015, Charles bertugas di Komisi II yang membidangi kepemiluan, aparatur dan reformasi birokrasi dan pemerintahan dalam negeri.

Ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia Jakarta.

Pengalaman organisasinya adalah sebagai anggota DPP Organisasi masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Ketua Departemen Kesra DPD Tk II pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

 

14. Daniel Lumban Tobing (PDI-P)

Daniel Lumban Tobing lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Desember 1967.

Pada saat pemilu, ia berhasil meraih 48, 648 suara, namun tak bisa mengantarkannya ke gedung parlemen.

Akan tetapi, ia akhirnya dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewakili Dapil Jawa Barat VII menggantikan Tono Bahtiar, yang meninggal dunia dengan tiba-tiba.

Ia duduk di Komisi IX (Tenaga Kerja & Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan).

Daniel juga merupakan anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan duduk di Komisi IV (pertanian, perkebunan dan pangan) dan di Komisi VI (koperasi, perdagangan, perindustrian, BUMN).

Daniel adalah Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat.

Pendidikan S1-nya ia tempuh di University of Kyoto, Jepang.

 

15. Darmadi Durianto (PDI-P)

Darmadi Durianto, yang berasal dari etnis Tionghoa, lahir di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 25 Juni 1967.

Pada Pileg tahun 2014 Darmadi Durianto terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jakarta III dengan perolehan 52.861 suara. Saat ini ia bertugas di Komisi VI DPR RI yang membidangi urusan BUMN, Perdagangan, Perindustrian dan UKM koperasi.

Darmadi meraih gelar sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya, Jakarta dan gelar MBA dari University of Manila, Filipina pada.

Ia aktif sebagai pengajar di Program Magister Manajemen IBII Jakarta serta Unika Atma Jaya, Jakarta. Juga sering menjadi nara sumber di radio dan menulis di majalah bisnis, serta memberikan seminar dan pelatihan tentang marketing di berbagai daerah.

Karier organisasinya antara lain: Wakil Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan DPP PDI Perjuangan, Ketua Departemen Hubungan Internasional DPP PDI-Perjuangan, Dewan Pakar Megawati Institute, dan Dewan Pembina Perkumpulan Peduli Rakyat Kalimantan.

 

16. Djenri Alting Keintjem (PDI-P)

Djenri Alting Keintjem, SH, MH dilantik pada 15 Desember 2015 menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dalam Pergantian Antar Waktu (PAW).

Djenri menggantikan Olly Dondokambey yang mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Utara pada Pilkada Serentak 2015 (lihat poin 59 di bawah).

Djenri maju dari Dapil Sulawesi Utara dan kini duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan dan perencanaan pembangunan.

Sebelum menjadi legislator di DPRD, DJenri adalah mantan dosen hukum di Universitas Sam Ratulangi, Manado, dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sejak 1999 hingga 2014.

Djenri adalah Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Utara (2010-2015).

Pendidikannya ia tempuh di program S1 dan S2 Hukum, di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!