Loading...
optAd360 AI Engine for rubrikkristen.com Please insert the code below on EVERY PAGE, at the very top of the section --------------------------------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------------------------------

82 Anggota DPR RI Beragama Kristen

Loading...

Artikel ini membahas tentang 82 Anggota DPR RI beragama Kristen dan Katolik.

Anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) periode 2014-2019 dilantik dan resmi bekerja sebagai wakil rakyat setelah terpilih dari partai mereka masing-masing mewakili sejumlah Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Indonesia.

Dari antara 560 anggota DPR RI tersebut, terdapat sejumlah anggota DPR RI beragama Kristen dan Katolik. Jumlah anggota DPR RI beragama Kristen dan Katolik yang dilantik pada periode pertama dan mereka yang masuk pada periode selanjutnya, atau disebut sebagai Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW), ada sebanyak 82 orang.

Jadi saat ini beberapa dari mereka sudah tidak menjabat lagi dengan berbagai alasan, misalnya karena terpilih dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada (sebagai gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, atau walikota/wakil walikota).

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Kita perlu mengenal mereka lebih dekat sehingga kita bisa menilai kinerja mereka selama duduk di kursi parlemen, apakah mereka sudah berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat yang mereka wakili (bukan hanya masyarakat beragama Kristen/Katolik) atau belum.

Selain itu, tentu kita juga perlu mendoakan mereka, khususnya mereka yang masih bertugas hingga saat ini.

Baca juga: 7 Menteri Jokowi Beragama Kristen

Lalu, siapa sajakah 82 anggota DPR RI beragama Kristen dan Katolik pada periode 2014-2019? Berikut daftarnya, yang diurutkan secara abjad.

 

1. Adian Yunus Yusak Napitupulu (PDI-P)

Adian Yunus Yusak Napitupulu lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 9 Januari 1971.

Dia maju dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat (Jabar V) dan berhasil mengumpulkan sebanyak 35,589 suara.

Sejak mahasiswa Adian aktif di berbagai organisasi, seperti di Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UKI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Adian merupakan pendiri ataupun pemimpin sejumlah organisasi, seperti Aliansi Pemuda Indonesia(API), Komunitas Mahasiswa Se-Jabotabek (Forum Kota /Forkot), Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA), dan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR dari PDI-P.

Adian merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia.

 

2. Agustina Wilujeng Pramestuti (PDI-P)

Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 11 Agustus 1971.

Ia menjadi anggota DPR RI setelah berhasil meraup suara di dapil Jateng IV sebesar 56,707 suara. Dia berada di Komisi IV yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.

Sebelumnya ia adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan anggota DPRD Kota Semarang.

Agustina menempuh pendidikannya di jurusan Sastra Inggris, Universitas Diponogoro, Semarang.

Organisasi yang pernah diikutinya antara lain adalah GMNI UNDIP Semarang dan Sekretaris dan wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

 

3. Andreas Eddy Susetyo (PDI-P)

Andreas Eddy Susetyo, M.M, lahir di Malang, Jawa Timur, pada 22 Maret 1960.

Ia berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Dapil Jawa Timur V (Malang Raya, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu) setelah memperoleh 56.160 suara.

Ia berada di Komisi XI DPR, yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan.

Ia menempuh pendidikan S1, Teknik Elektro, di Institut Teknologi Surabaya; S2, Manajemen, di Prasetiya Mulya, Jakarta; serta di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat.

Sebelumnya ia bekerja di beberapa perusahaan besar, antara lain di beberapa bank ternama: BCA, Niaga dan Mandiri.

 

4. Andreas Hugo Pareira (PDI-P)

Andreas Hugo Pareira lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur pada 31 Mei 1964.

Andreas merupakan anggota DPR dari PDI-P dan satu dari 25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen.

Ia berada di Komisi I, yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, dan Komunikasi dan Informatika.

Andreas aktif di PDI Perjuangan sejak tahun 1999. Sejak tahun 2011 ia menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Pertahanan DPP PDI-P.

Sebelum terjun ke dunia politik, Andreas Pareira merupakan seorang akademisi yang berprofesi sebagai dosen di FISIP Univesitas Katholik Parahyangan, Bandung.

Andreas meraih gelar Doktorandus (Drs) dari FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung, gelar Magister Sosiologi Politik dari Universitas Pasau, Jerman, serta gelar Doktor Politik Internasional dari Universitas Giessen, Jerman.

 

5. Anita Jacoba Gah (Demokrat)

Anita Jacoba Gah, S.E, lahir di Jakarta pada 9 Maret 1974.

Anita Jacoba Gah adalah anggota DPR dari Partai Demokrat mewakili Dapil Nusa Tenggara Timur II setelah berhasil memperoleh sebanyak 42.887 suara.

Anita Jacoba Gah menjadi Anggota DPR-RI Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk periode 2014-2019. Anita menggantikan Jefirstson Riwu Kore yang mengundurkan diri karena maju sebagai Calon Walikota Kupang pada Pilkada Serentak 2017 (lihat poin 37 di bawah).

Anita sebelumnya sudah bertugas di DPR-RI selama 2 periode (2004-2009 dan 2009-2014) dan duduk di Komisi VIII dan Komisi X.

Pada masa kerja 2014-2019 Anita kembali bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, olahraga dan kepemudaan.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah D3, Musik Gereja, di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, dan S1, Manajemen, di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nasional, Jakarta.

Anita aktif berorganisasi di komunitas seni suara dan kepemudaan gereja. Selain menjadi pengajar vokal di Sanggar Ananda, GPIB Effatha dan GPIB Gideon, Anita juga aktif menjadi Pengurus di Gerakan Pemuda GPIB Effatha dan juga Pemuda GMIT di Kota Kupang.

 

6. Anthon Sihombing (Golkar)

Anton Sihombing lahir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 28 Februari 1952.

Anton duduk di Komisi IV DPR RI (bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan perikanan) setelah berhasil maraih 66.601 suara dari Dapil Sumatera Utara II.

Selain itu, ia juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR. Sebelumnya ia duduk di Komisi III DPR (2002-2004).

Di Partai Golkar ia pernah menjadi koordinator lapangan (1971) dan jurkam (1998-2008). Kemudian, Wakil Ketum dan Ketum Depipus Baladhika Karya (1998-2000 dan 2002-2008) serta Wakil Sekjen Depinas SOKSI.

Anton merupakan politisi senior Golkar dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar bidang kemaritiman.

Anton pernah menjadi Ketua Pengurus Pelaut Indonesia di Eropa yang berkedudukan di Hamburg, Jerman.

Dia menyelesaikan pendidikan S-1 di Akademi Ilmu Pelayaran, S-2 di Universitas Suropati, dan S-3 di Universitas Satyagama, semuanya di Jakarta.

 

7. Aria Bima (PDI-P)

Aria Bima lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 29 Mei 1965.

Ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2009, periode 2009-2014, dan periode 2014 – 2019 dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Ia berhasil mengumpulkan 96,163 suara.

Aria Bima ditugaskan di Komisi VI (membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Badan Standardisasi Nasional). Ia juga pernah menjadi Ketua Pansus Panja Gula DPR.

Aria Bima aktif di bidang organisasi sejak mahasiswa, antara lain menjadi Ketua Senat Fisipol UGM pada tahun 1987-1989, dan Sekretariat Komisariat GMNI Fisipol UGM.

Ia kemudian menjadi Bendahara DPC PDIP Kabupaten Bekasi pada tahun 1998-2001, juga menjadi Depercab DPC Kabupaten Bekasi dari tahun 2001-2004. Aria Bima juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Arya Bima merupakan lulusan Fisipol UGM Yogyakarta, Jurusan sosiologi.

 

8. Aryo P.S. Djojohadikusumo (Gerindra)

Aryo Djojohadikusumo lahir di Jakrata pada 25 April 1983.

Ia menjadi anggota DPR dari dapil Jakarta III setelah berhasil meraih 53. 268 suara.

Ia duduk di Komisi VII DPR (membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup).

Aryo merupakan putra dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, dan juga keponakan dari Calon Presiden Indonesia di Pemilu 2014, Prabowo Subianto.

Aryo aktif di Gerindra sejak 2010, dengan mendirikan organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dan sampai sekarang masih menjadi Ketua Umum.

Sejak tahun 2010, Aryo resmi menjadi kader partai Gerindra dan sekarang menjabat sebagai Wakil Sekretariat Jendral Partai tersebut.

Aryo menempuh pendidikan S1 di University of Durham, Inggris; S2 di Southeast Asian Studies, University of London School of Oriental and African Studies, Inggris; dan Executive Program di Tsinghua School of Economics & Management, Beijing, China.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!