9 Karunia Roh Kudus Dalam 1 Korintus 12

spiritual-gifts

Artikel berikut membahas tentang 9 karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12.

Di dalam Alkitab Perjanjian Baru disebutkan tentang adanya karunia-karunia Roh Kudus yang diberikan kepada gereja. Karunia-karunia Roh Kudus tersebut adalah suatu kemampuan yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang percaya untuk kepentingan pelayanan. Dan setiap orang percaya beroleh setidaknya satu karunia Roh Kudus (1 Petrus 4:10).

Tujuan pemberian karunia-karunia tersebut adalah untuk membangun seluruh gereja/orang-orang percaya (1 Korintus 12:4-7; 14:5, 12), dan untuk menginsyafkan dan menobatkan orang yang tidak percaya (1 Korintus 14:21-25). Jadi karunia-karunia Roh Kudus ini berfungsi ke dalam (gereja atau orang percaya) dan ke luar (orang yang belum percaya).

Karunia-karunia tersebut pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua bagian, yakni karunia-karunia alamiah dan karunia-karunia supra-alamiah atau supranatural. (Baca juga: 10 Fakta Tentang Iblis Yang Perlu Anda Tahu)

Karunia-karunia supranatural Roh Kudus secara lengkap didaftarkan di dalam 1 Korintus 12:8-10, di mana rasul Paulus menyebutkan jumlahnya ada sembilan. 9 karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12 adalah sebagai berikut.

“Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.”

Beberapa dari daftar karunia tersebut disinggung juga secara terpisah di bagian-bagian lain Alkitab. Misalnya di dalam Roma 12:6 (nubuat); 1 Korintus 12:28-30 (mujizat, menyembuhkan, bahasa roh, menafsirkan bahasa roh); Galatia 3:5 (mujizat); 1 Tesalonika 5:20 (nubuat), dan sebagainya.

Hal ini membuktikan bahwa selain di jemaat Korintus, karunia-karunia supranatural juga beroperasi di jemaat Roma, Galatia, dan Tesalonika. Dan mungkin juga terdapat di jemaat-jemaat lain, walau tidak disebutkan.

Berikut 9 karunia-karunia supranatural Roh Kudus yang dicatat di Alkitab, serta penjelasan singkat atasnya.

 

1. Karunia Berkata-Kata Dengan Hikmat

Karunia supranatural pertama yang didaftarkan oleh rasul Paulus adalah karunia berkata-kata dengan hikmat (Bahasa Yunani: Logos Sophias).

Berkata-kata dengan hikmat adalah mengungkapkan pengertian rohani, merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22).

Hikmat yang dimaksud di sini tidak sama dengan hikmat Tuhan untuk kehidupan sehari-sehari, yang dapat dicapai dengan belajar yang rajin, merenungkan firmanNya, dan berdoa (Yakobus 1:5-6). Tetapi bentuk hikmat paling luhur yang datang langsung dari Tuhan dan berhubungan dengan pekerjaan yang istimewa dari Roh Kudus.

Tuhan Yesus membicarakan hikmat seperti ini ketika Ia berkata, Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.” (Markus 13:11).

 

2. Karunia Berkata-Kata Dengan Pengetahuan

Karunia supranatural kedua yang disebutkan rasul Paulus adalah karunia berkata-kata dengan pengetahuan (Bahasa Yunani: Logos Gnoseos).

Karunia ini merupakan ucapan yang diilhami oleh Roh Kudus yang menyingkapkan pengetahuan tentang orang, keadaan, atau kebenaran alkitabiah, baik yang telah terjadi di masa lalu maupun yang akan terjadi di masa depan. Karunia ini sering kali berhubungan erat dengan nubuat (Kisah Para Rasul 10:47-48; 15:7-11; 1 Korintus 14:24-25).

Jadi pengetahuan yang dimaksud di sini bukanlah pengetahuan yang dapat dipelajari, tetapi pengetahuan yang diberikan secara supraalamiah, sebagaimana karunia hikmat di atas.

Rasul Petrus merupakan salah satu contoh orang yang dikarunia dengan berkata-kata pengetahuan (Kisah Para Rasul 5:3).

 

3. Karunia Iman

Karunia supranatural selanjutnya yang disebutkan oleh rasul Paulus adalah karunia iman (Bahasa Yunani: Pistis).

Iman yang dimaksud di sini bukanlah iman yang menyelamatkan atau iman yang dapat bertumbuh, tetapi iman yang dengannya dilakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang mengherankan (Matius 17:19-20; 1 Korintus 13:2; Ibrani 11:33-40).

Setiap orang percaya harus hidup dengan iman, dan masing-masing mempunyai ukuran iman yang tidak sama. Namun tidak semua orang percaya mempunyai karunia iman.

Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang tidak menyangkut janji-janji khusus dari Alkitab. Oleh Karena itu, ketika kita berdoa kita menambahkan, ‘jika Tuhan menghendaki’. Tetapi kadang-kadang Roh Kudus memberikan kepada kita karunia iman untuk mempercayai perkara-perkara di mana Alkitab bungkam.

Contoh klasik dari orang yang punya karunia iman adalah George Muller, seorang hamba Tuhan yang memelihara ribuan anak yatim piatu, tanpa mau meminta bantuan sepeser pun kepada orang lain, hanya mengandalkan doa dan iman kepada Tuhan.

 

4. Karunia Menyembuhkan

Karunia supranatural lainnya yang disebutkan oleh rasul Paulus adalah karunia menyembuhkan (Bahasa Yunani: Charismata Iamaton).

Penyembuhan di sini adalah dalam bentuk jamak, dan bentuk jamak tersebut menunjuk pada adanya bermacam-macam karunia penyembuhan bagi bermacam-macam penyakit. (Baca juga: 7 Orang Non-Israel Yang Pernah Dilayani Yesus)

Karunia penyembuhan ini disinggung juga di dalam 1 Korintus 12:28, 30. Diberikan untuk melakukan mujizat memulihkan kesehatan (Kisah Para Rasul 3:6; 5:15-16; 8:7; 19:12, dan seterusnya).

Penyembuhan juga disinggung di dalam Markus 16:18, di mana diberikan kepada semua orang percaya. Namun rasul Paulus berkata bahwa tidak semua orang percaya mempuyai karunia kesembuhan (1 Korintus 12:30).

Hal ini tampaknya berarti bahwa kemampuan untuk menyembuhkan orang melalui doa diberikan kepada semua orang percaya, tetapi kemampuan yang lebih besar diberikan hanya kepada sedikit orang percaya saja (mereka yang diberi karunia menyembuhkan).

Namun karunia kesembuhan tidak mengakhiri penyakit, penderitaan dan kematian di dunia ini, dan juga tidak menjadi sarana yang melepaskan setiap orang percaya dari berbagai penderitaan di dunia (bandingkan dengan Roma 8:22-23 dan 2 Timotius 4:20).

 

5. Karunia Mengadakan Mujizat

Karunia supranatural berikutnya yang disebutkan rasul Paulus adalah karunia mengadakan mujizat (Bahasa Yunani: Energemata Dunameon). Secara harfiah artinya adalah, “melakukan kuasa”.

Karunia ini memberi kesanggupan untuk mempertunjukkan berbagai mujizat lain di luar kesembuhan (Matius 11:20-23; Kisah Para Rasul 9:36-41; 13:11; 20:9-12; Galatia 3:5; Ibrani 6:5). Karunia ini disebut juga dalam 1 Korintus 12:28 dan seterusnya.

Karunia mengadakan mujizat merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal, seperti halnya mujizat-mujizat yang Tuhan Yesus lakukan: mengubah air menjadi anggur, berjalan di atas air, menenangkan badai, menggandakan lima roti dan dua ikan, dan sebagainya.

Mujizat meliputi tindakan-tindakan ilahi di mana Kerajaan Allah dinyatakan melawan iblis dan roh-roh jahat. (Baca juga: 10 Mujizat Yesus Terpopuler Sepanjang Masa)

 

6. Karunia Bernubuat

Karunia supranatural lainnya yang disebutkan rasul Paulus adalah karunia bernubuat (Bahasa Yunani: Propheteia). Karunia ini terdaftar juga di dalam Roma 12:6 dan 1 Korintus 12:28-29.

Pesannya bersifat membangun, menasihati (Bahasa Yunani: Paraklesis), dan menghibur (Roma 12:8; 1 Korintus 14:3), mencakup pesan sementara tentang kehendak Allah dalam hal-hal khusus (Kisah Para Rasul 13:1-2), dan ramalan mengenai hal-hal yang akan datang (Kisah Para Rasul 11:28; 21:10 dan ayat berikutnya).

Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:14-25, 28-31). Nubuat jelas bukanlah sebuah khotbah yang telah disiapkan sebelumnya.

Tetapi nubuat bisa saja salah, sebab akan banyak nabi palsu yang memasuki gereja (1 Yohanes 4:1). Karena itu semua nubuat harus diuji dahulu kemurnian dan kebenarannya (1 Korintus 14:29, 32; 1 Tesalonika 5:20-21).

Bernubuat terutama dilakukan oleh para nabi di Perjanjian Baru. Tetapi jemaat biasa pun dapat bernubuat sekalipun mereka bukan nabi. Contohnya adalah putri-putri Filipus yang berkarunia nubuat (Kisah Para Rasul 21:9), tetapi bukan para nabi atau nabiah (nabi perempuan).

 

7. Karunia Membedakan Bermacam-Macam Roh

Karunia membedakan bermacam-macam roh (Bahasa Yunani: Diakriseis Pneumaton) adalah salah satu karunia supranatural yang disebutkan oleh rasul Paulus.

Karunia membedakan bermacam-macam roh merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh Kudus untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan.

Orang-orang percaya harus bisa menguji bermacam-macam roh atau berbagai macam ajaran dan doktrin-doktrin, menurut patokan firman Allah, yakni Alkitab. Tetapi Allah memberikan beberapa orang (mereka yang berkarunia membedakan bermacam-macam roh), kemampuan yang luar biasa untuk membedakan kebenaran.

Seseorang yang memiliki karunia membedakan roh sering kali dapat membedakan di antara apa yang dari Tuhan dan yang bukan. Orang yang demikian sering kali dapat menunjukkan pengajaran palsu atau guru-guru palsu, ia mempunyai kemampuan luar biasa untuk merasakan kepura-puraan, kedangkalan, penipuan, dan kepalsuan.

Rasul Petrus adalah contoh orang yang mempunyai karunia ini (Kisah Para Rasul 8:9), juga rasul Paulus (Kisah Para Rasul 16:16-18).

 

8. Karunia Berkata-Kata Dengan Bahasa Roh

Karunia supranatural lainnya yang disebut rasul Paulus adalah karunia berkata-kata dengan bahasa roh (Bahasa Yunani: Gene Glosson).

Paulus melihat bahasa roh positif, ia melihat bahasa roh sebagai bekerjanya Roh di dalam gereja. Ia juga mengklaim memiliki karunia ini bahkan dalam tingkatan yang lebih tinggi dari jemaat Korintus. Tetapi ia menilai nubuat lebih tinggi. Ia suka semua jemaat Korintus berbicara dalam bahasa roh, tetapi lebih daripada itu, ia suka agar mereka semua bernubuat (1 Korintus 14:5).

Jemaat di Korintus rupanya sangat terpesona dengan karunia bahasa roh ini. Mungkin karena itulah karunia berkata-kata dalam bahasa roh yang secara berlebih-lebihan dipuji orang Korintus, dua kali ditempatkan rasul Paulus di tempat terakhir dalam daftar karunia-karunia Roh (1 Korintus 12:28, 30).

Tentu hal ini tidak berarti bahwa karunia bahasa roh adalah karunia yang tidak penting. Tetapi maksudnya adalah sebagai teguran bagi jemaat Korintus yang sangat mengagung-agungkan bahasa roh di atas karunia-karunia lainnya.

Bahasa roh itu bisa jadi bahasa yang ada di dunia ini (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di dunia dan yang tidak dapat dipahami, baik oleh si pembicara, maupun oleh para pendengarnya (1 Korintus 14:14-16).

Berkata-kata dengan bahasa roh melibatkan roh manusia yang berkomunikasi langsung dengan Allah, yaitu dalam doa, pujian, ucapan syukur, sambil berbicara pada taraf roh manusia dan bukan pikirannya (1 Korintus 14:2, 14), dan berdoa bagi diri sendiri atau orang lain di bawah pengaruh langsung Roh Kudus, terpisah dari kegiatan pikiran sendiri.

Berkata-kata dengan bahasa roh dalam perhimpunan jemaat harus diatur. Pembicara tidak boleh dalam keadaan “ekstase” atau lepas kendali. (1 Korintus 14:27-28).

 

9. Karunia Menafsirkan Bahasa Roh

Karunia supranatural terakhir yang disebut rasul Paulus adalah karunia menafsirkan bahasa roh (Bahasa Yunani: Hermeneia Glosson).

Karunia menafsirkan bahasa roh adalah kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa, ataupun sebagai nubuat.

Bahasa roh dalam perhimpunan jemaat harus disertai penafsiran sehingga jemaat dapat mengertinya. Dan orang yang berkarunia menafsirkan bahasa roh-lah yang akan melakukan hal itu (1 Korintus 14:3, 27-28).

Penafsir itu bisa saja orang yang berbahasa roh itu (1 Korintus 14:5, 13), dan bisa juga orang lain (1 Korintus 14:28). Tetapi karunia menafsir tidak otomatis diberikan bersama karunia bahasa roh. Ia yang memiliki karunia bahasa roh harus berdoa meminta penafsirannya (1 Korintus 14:13), dan hanya setelah itu karunianya bisa berguna bagi orang lain.

Jadi karunia menafsirkan bahasa roh sangat erat terkait dengan karunia bahasa roh, dan hanya berfungsi ketika karunia bahasa roh bekerja di tengah-tengah perkumpulan jemaat Tuhan.

 

Itulah 9 karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!