6. Karunia Bernubuat

Karunia supranatural lainnya yang disebutkan rasul Paulus adalah karunia bernubuat (Bahasa Yunani: Propheteia).

Karunia ini terdaftar juga di dalam Roma 12:6 dan 1 Korintus 12:28-29. (Baca: 10 Fakta Tentang Nubuat Menurut Alkitab)

Pesannya bersifat membangun, menasihati (Bahasa Yunani: Paraklesis), dan menghibur (Roma 12:8; 1 Korintus 14:3), mencakup pesan sementara tentang kehendak Allah dalam hal-hal khusus (Kisah Para Rasul 13:1-2), dan ramalan mengenai hal-hal yang akan datang (Kisah Para Rasul 11:28; 21:10 dan ayat berikutnya).

Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:14-25, 28-31).

Nubuat jelas bukanlah sebuah khotbah yang telah disiapkan sebelumnya.

Tetapi nubuat bisa saja salah, sebab akan banyak nabi palsu yang memasuki gereja (1 Yohanes 4:1).

Karena itu semua nubuat harus diuji dahulu kemurnian dan kebenarannya (1 Korintus 14:29, 32; 1 Tesalonika 5:20-21).

Bernubuat terutama dilakukan oleh para nabi di Perjanjian Baru. Tetapi jemaat biasa pun dapat bernubuat sekalipun mereka bukan nabi.

Contohnya adalah putri-putri Filipus yang berkarunia nubuat (Kisah Para Rasul 21:9), tetapi bukan para nabi atau nabiah (nabi perempuan).

 

7. Karunia Membedakan Bermacam-Macam Roh

Karunia membedakan bermacam-macam roh (Bahasa Yunani: Diakriseis Pneumaton) adalah salah satu karunia supranatural yang disebutkan oleh rasul Paulus.

Karunia membedakan bermacam-macam roh merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh Kudus untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan.

Orang-orang percaya harus bisa menguji bermacam-macam roh atau berbagai macam ajaran dan doktrin-doktrin, menurut patokan firman Allah, yakni Alkitab.

Tetapi Allah memberikan beberapa orang (mereka yang berkarunia membedakan bermacam-macam roh), kemampuan yang luar biasa untuk membedakan kebenaran.

Seseorang yang memiliki karunia membedakan roh sering kali dapat membedakan di antara apa yang dari Tuhan dan yang bukan.

Orang yang demikian sering kali dapat menunjukkan pengajaran palsu atau guru-guru palsu, ia mempunyai kemampuan luar biasa untuk merasakan kepura-puraan, kedangkalan, penipuan, dan kepalsuan.

Rasul Petrus adalah contoh orang yang mempunyai karunia ini (Kisah Para Rasul 8:9), juga rasul Paulus (Kisah Para Rasul 16:16-18).

 

8. Karunia Berkata-Kata Dengan Bahasa Roh

Karunia supranatural lainnya yang disebut rasul Paulus adalah karunia berkata-kata dengan bahasa roh (Bahasa Yunani: Gene Glosson).

Paulus melihat bahasa roh positif, ia melihat bahasa roh sebagai bekerjanya Roh di dalam gereja.

Ia juga mengklaim memiliki karunia ini bahkan dalam tingkatan yang lebih tinggi dari jemaat Korintus.

Namun ia menilai nubuat lebih tinggi. Ia suka semua jemaat Korintus berbicara dalam bahasa roh, tetapi lebih daripada itu, ia suka agar mereka semua bernubuat (1 Korintus 14:5).

Jemaat di Korintus rupanya sangat terpesona dengan karunia bahasa roh ini.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Mungkin karena itulah karunia berkata-kata dalam bahasa roh yang secara berlebih-lebihan dipuji orang Korintus, dua kali ditempatkan rasul Paulus di tempat terakhir dalam daftar karunia-karunia Roh (1 Korintus 12:28, 30).

Tentu hal ini tidak berarti bahwa karunia bahasa roh adalah karunia yang tidak penting.

Tetapi maksudnya adalah sebagai teguran bagi jemaat Korintus yang sangat mengagung-agungkan bahasa roh di atas karunia-karunia lainnya.

Bahasa roh itu bisa jadi bahasa yang ada di dunia ini (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di dunia dan yang tidak dapat dipahami, baik oleh si pembicara, maupun oleh para pendengarnya (1 Korintus 14:14-16).

Berkata-kata dengan bahasa roh melibatkan roh manusia yang berkomunikasi langsung dengan Allah, yaitu dalam doa, pujian, ucapan syukur, sambil berbicara pada taraf roh manusia dan bukan pikirannya (1 Korintus 14:2, 14).

Dan berdoa bagi diri sendiri atau orang lain di bawah pengaruh langsung Roh Kudus, terpisah dari kegiatan pikiran sendiri.

Berkata-kata dengan bahasa roh dalam perhimpunan jemaat harus diatur. Pembicara tidak boleh dalam keadaan “ekstase” atau lepas kendali. (1 Korintus 14:27-28). (Baca: 10 Fakta Tentang Bahasa Roh Menurut Alkitab)

 

9. Karunia Menafsirkan Bahasa Roh

Karunia supranatural terakhir yang disebut rasul Paulus adalah karunia menafsirkan bahasa roh (Bahasa Yunani: Hermeneia Glosson).

Karunia menafsirkan bahasa roh adalah kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh.

Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa, ataupun sebagai nubuat.

Bahasa roh dalam perhimpunan jemaat harus disertai penafsiran sehingga jemaat dapat mengertinya.

Dan orang yang berkarunia menafsirkan bahasa roh-lah yang akan melakukan hal itu (1 Korintus 14:3, 27-28).

Penafsir itu bisa saja orang yang berbahasa roh itu (1 Korintus 14:5, 13), dan bisa juga orang lain (1 Korintus 14:28).

Tetapi karunia menafsir tidak otomatis diberikan bersama karunia bahasa roh.

Ia yang memiliki karunia bahasa roh harus berdoa meminta penafsirannya (1 Korintus 14:13), dan hanya setelah itu karunianya bisa berguna bagi orang lain.

Jadi karunia menafsirkan bahasa roh sangat erat terkait dengan karunia bahasa roh, dan hanya berfungsi ketika karunia bahasa roh bekerja di tengah-tengah perkumpulan jemaat Tuhan.

 

Itulah 9 karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12 dan penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

This Post Has 6 Comments

  1. Cahyo

    Trimakasih.
    Artikel bagus.

  2. Jafri Damanik

    Saya menyukainya.

  3. Jafar Thamrin

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan