9 Perempuan Yang Melayani Yesus Di Alkitab

Artikel ini akan membahas tentang perempuan-perempuan yang melayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru.

Selama hidup dan pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus melakukan kontak dengan banyak perempuan.

Pada zamanNya, posisi perempuan sangat rendah dan sering kali terabaikan. Tuhan Yesus membawa perubahan dan mengangkat derajat perempuan ke posisi yang lebih tinggi.

Baca juga: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib

Selain banyak melayani perempuan, ketika berada di dunia, Tuhan Yesus juga banyak dilayani oleh para perempuan, bahkan hingga Ia disalibkan dan wafat.

Pelayanan para perempuan ini bermacam-macam, mulai dari menjamu Tuhan Yesus di rumah mereka, juga memberi harta kekayaan mereka untuk membantu pelayanan Tuhan Yesus dan murid-muridNya.

Baca juga: 15 Tokoh Alkitab Yang Murah Hati

Perempuan-perempuan yang melayani Yesus di Alkitab ini terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, baik yang kaya maupun yang miskin, dari status sosial yang tinggi dan yang rendah.

Artikel kali ini akan membahas 9 perempuan yang melayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru, baik dalam satu kesempatan tertentu maupun dalam jangka waktu yang panjang, terus-menerus, hingga kematianNya di kayu salib.

Baca juga: 7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Dalam Pelayanan

Lalu, siapa sajakah kesembilan perempuan yang melayani Yesus di Alkitab ketika Ia berada di dunia? Berikut pembahasannya.

 

1. Ibu Mertua Petrus

Ibu mertua Petrus, salah satu murid Yesus, disebut hanya satu kali di Alkitab tatkala ia sedang sakit demam dan disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

Namun pada kesempatan itu Alkitab mencatat pelayanannya kepada Tuhan Yesus.

Setelah ibu mertua Petrus sembuh dari sakit demamnya, maka ia bangun dan melayani Yesus (Markus 1:29-31).

Tidak dijelaskan seperti apa bentuk pelayanan ibu mertua Petrus ini, tetapi agaknya dalam hal menjamu makan Yesus dan sejumlah muridNya.

Dari sini terlihat bahwa Petrus saat menjadi murid Yesus ternyata sudah menikah dan rupanya ia tinggal dengan ibu mertuanya itu.

 

2. Maria Saudara Lazarus

Maria adalah saudara dari Marta dan Lazarus. Tuhan Yesus pernah beberapa kali datang ke rumah tiga kakak beradik tersebut. Mereka tinggal di kota kecil Betania, dan mungkin mereka telah yatim piatu, karena tidak ada disebut tentang orang tua mereka.

Lazarus disebut sebagai orang yang dikasihi Tuhan Yesus. Ini berarti bahwa hubungan Yesus dan Lazarus, dan juga dengan Maria dan Marta, cukup dekat.

Salah satu peristiwa yang diceritakan tentang Maria adalah ketika ia mengurapi Yesus, tidak lama sebelum kematianNya. Maria rela mengorbankan minyak narwastunya seharga 300 dinar, yang saat itu cukup mahal, karena 1 dinar adalah gaji seorang buruh satu hari pada saat itu. (Yohanes 12:1-8).

Pelayanan Maria ini dikritik oleh murid-muridNya, tetapi dipuji oleh Yesus sebagai perbuatan yang tepat sebagai persiapan menjelang kematianNya.

 

3. Marta

Seperti telah disebut sebelumnya, Marta adalah saudara Maria dan Lazarus. Tampaknya Marta yang lebih tua dari dua saudaranya itu.

Setidaknya satu kali pelayanan Marta kepada Yesus dicatat di Alkitab (Lukas 10:38-42).

Saat itu Yesus sedang bertamu ke rumah mereka. Dan Marta sibuk melayani di dapur, sementara saudaranya, Maria, duduk di dekat kaki Yesus mendengar Ia berbicara.

Marta protes dan meminta Yesus menyuruh Maria membantunya.

Tetapi Yesus menjawab bahwa Marta terlalu banyak kuatir, sementara hanya satu saja yang terpenting, yakni bersekutu dengan Tuhan. Dan Maria telah mengambil hal yang terpenting itu, yakni mendengar Yesus.

Hal ini menunjukkan bahwa lebih penting mendengar Tuhan lewat doa dan pembacaan firmanNya, ketimbang sibuk melayaniNya.

Kendati demikian, hal ini tidak mengurangi nilai pelayanan Marta kepada Yesus.

 

4. Maria Magdalena

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang berasal dari Magdala, dan darinya Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat. Setelah dibebaskan dari roh jahat, Maria Magdalena setia mengikut Yesus dalam pelayananNya.

Bukan hanya itu, dia juga, bersama perempuan-perempuan lainnya, dengan bermurah hati mempergunakan hartanya untuk membantu pelayanan Tuhan Yesus dan murid-muridNya (Lukas 8:1-3).

Maria Magdalena juga merupakan salah satu saksi dari penyaliban dan kematian Tuhan Yesus (Matius 27:55-56). Dia tahu percis di mana mayat Yesus dibaringkan di dalam kuburanNya (Markus 15:47).

Maria Magdalena juga termasuk di anatara perempuan-perempuan yang pergi ke kubur Yesus pada pagi-pagi di hari Minggu untuk merempahi mayatNya (Markus 16:1).

Perbuatan tersebut, yang merupakan tradisi sebelum pemakaman pada masa itu, namun belum sempat dilakukan oleh para muridNya waktu itu, adalah suatu perbuatan yang mulia, sebab bentuk penghormatan kepada seseorang yang telah meninggal.

Jadi ini adalah salah satu bentuk kemurahan hati dan pengabdian Maria Magdalena kepada Yesus, Gurunya.

Maria Magdalena juga adalah saksi pertama dari kebangkitan Tuhan Yesus (Markus 16:9; Yohanes 20:14-16).

Kesetiaan Maria Magdalena dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus, bahkan setia hingga penyaliban dan kematianNya, serta kerinduannya untuk “bertemu” mayat Yesus, memberinya sebuah kehormatan sebagai saksi pertama dari kebangkitanNya.

 

5. Yohana

Yohana juga disebut sebagai perempuan yang bermurah hati dalam melayani Yesus, bersama Maria Magdalena (Lukas 8:1-3).

Seperti halnya Maria Magdalena, Yohana tampaknya juga orang yang cukup kaya karena melayani rombongan pelayanan Tuhan Yesus dari kekayaannya.

Yohana disebut istri Khuza, bendahara Herodes.

Alkitab tidak menyebut lebih lanjut siapa Yohana ini atau siapa itu Khuza. Tetapi penyebutan Khuza sebagai bendahara Herodes adalah hal yang menarik.

Herodes yang dimaksud di sini pastilah Herodes Antipas, raja Yahudi yang memerintah di wilayah Galilea saat itu.

Dialah Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis, dan yang mengolok-olok Yesus. Dia adalah raja yang lalim, sehingga Yesus menyebutnya “si serigala” (Lukas 13:32).

Jelas sifat Herodes ini bertolak belakang dengan Yohana, kendati suaminya bekerja sebagai pejabat Herodes.

Tampaknya Khuza, suami Yohana ini bukanlah orang yang percaya kepada Yesus.

Namun jabatan suaminya yang cukup tinggi sebagai bendahara Herodes, boleh jadi penyebab Yohana menjadi kaya sehingga bisa membantu pelayanan Tuhan Yesus.

 

6. Susana

Seperti Maria Magdalena dan Yohana, Susana adalah salah satu perempuan yang melayani Tuhan Yesus sejak dari Galilea dan saksi penyaliban Yesus (Lukas 8:1-3; 23:55).

Galilea adalah daerah asal Tuhan Yesus dan tempat di mana Ia lebih banyak melakukan pelayananNya.

Dikatakan bahwa Susana dan perempuan-perempuan lainnya melayani rombongan  Yesus dari kekayaan mereka. Hal ini berarti bahwa Susana termasuk orang yang cukup berada dan murah hati.

Selain di sini, tidak ada lagi yang disebut tentang Susana ini di Alkitab.

Yang jelas, Susana ikut bersama Yesus dalam pelayananNya di Yudea, bukan hanya di Galilea, hingga Yesus disalibkan dan wafat di Yerusalem.

 

7. Salome

Salome juga adalah salah satu perempuan yang melayani rombongan Yesus dan murid-muridNya.

Berdasarkan Markus 16:1 dan Matius 27:56, Salome adalah ibu Yohanes dan Yakobus (anak-anak Zebedeus).

Dan jika kita hubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome ini adalah adik Maria, ibu Tuhan Yesus.

Dengan demikian, Salome adalah tante Tuhan Yesus.

Di dalam Markus 15:40-41 dijelaskan bahwa Salome adalah salah satu perempuan yang berada di dekat salib Yesus, menyaksikan Yesus disalibkan dan wafat.

Dijelaskan juga bahwa Salome, bersama perempuan-perempuan lainnya yang berada di dekat salib Yesus, telah mengikut dan melayani Yesus sejak dari Galilea.

Salome terutama melayani dalam bantuan keuangan bagi rombongan Yesus dan murid-muridNya, seperti halnya para perempuan lainnya (Lukas 8:1-3).

Salome memang adalah perempuan yang cukup berada, sebab suaminya, Zebedeus, adalah nelayan yang mempunyai “orang-orang upahan” (Markus 1:20).

 

8. Maria Ibu Yakobus Muda

Seperti halnya Salome, Maria Yakobus Muda juga termasuk perempuan yang melayani Yesus sejak dari Galilea, yang menyaksikan penyaliban Yesus dan kemudian saksi kebangkitanNya.

Maria ini disebut sebagai Maria, ibu Yakobus, atau Maria istri Klopas (Yohanes 19:25), untuk membedakannya dari perempuan-perempuan lainnya yang juga bernama Maria.

Yakobus muda yang dimaksud di sini sangat mungkin adalah Yakobus anak Alfeus, salah satu dari 12 murid Yesus.

Ia disebut “muda” untuk membedakannya dari Yakobus anak Zebedeus, saudara Yohanes, yang tentu juga punya makna bahwa ia lebih muda atau lebih junior dari anak Zebedeus tersebut.

Maria ibu Yakobus muda ini juga termasuk dalam rombongan perempuan yang menyertai Yesus ke Yerusalem dan saksi penyaliban (Matius 27:55-56) dan kebangkitanNya (Matius 28:1).

 

9. Perempuan Berdosa Yang MengurapiNya

Perempuan ini jelas bukanlah perempuan yang sama dengan yang disebut dalam poin 2 di atas, yakni Maria saudara Marta dan Lazarus.

Kisah mereka memang mirip, tetapi banyak perbedaannya juga, karena itulah kedua kisah tersebut pastilah dua kisah yang berbeda. Karena itu mereka adalah dua perempuan yang berbeda juga.

Perempuan ini datang ke rumah Simon, seorang Farisi, ketika Yesus sedang makan di situ atas undangan Simon. Lalu perempuan tersebut membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, menciumnya, lalu meminyakinya dengan minyak wangi.

Perempuan ini sadar bahwa ia adalah orang berdosa, dan ia sadar juga bahwa Yesus adalah Tuhan (atau paling tidak Mesias atau Nabi) yang dapat mengampuni dosanya.

Melihat hal ini Simon menjadi merasa terganggu, ia berkata dalam hatinya bahwa jika Yesus adalah nabi maka tentu Ia akan tahu bahwa wanita tersebut adalah wanita berdosa.

Tetapi Yesus tahu apa yang ada dalam pikiran Simon, dan memberitahu Simon bahwa apa yang dilakukan perempuan itu adalah sebagai tanda bahwa dosanya itu sudah diampuni.

Sementara Simon, karena tidak merasa berdosa, tidak menyeka kaki Yesus, bahkan sekedar memberi air untuk membersihkan kakiNya sebagaimana seharusnya tuan rumah kepada tamunya.

Di sini Yesus menegur Simon, dan membenarkan sikap perempuan tersebut (Lukas 7:36-50).

 

Itulah 9 perempuan yang melayani Yesus di Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol

share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!