Bolehkah Gereja Berpolitik?

Bolehkah gereja berpolitik? Inilah yang sering ditanyakan oleh orang Kristen. Meskipun ini pertanyaan klasik, tapi masih tetap relevan untuk dibahas saat ini.

Tetapi sebelum menjawab pertanyaan, “Bolehkah gereja berpolitik?” ini, kita perlu mendefinisikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “gereja” dan “berpolitik” di sini.

Ketika kita bertanya, “Bolehkah gereja berpolitik?” Maka yang dimaksud adalah gereja sebagai suatu institusi, atau organisasi gereja di tingkat gereja lokal, sinode gereja, atau persekutuan gereja-gereja.

Jadi gereja yang dimaksud di sini bukan individu-individu di dalam gereja, atau anggota jemaat gereja, bukan juga pendeta/gembalanya.

Sementara yang dimaksud dengan “berpolitik” di sini adalah berpolitik praktis, terlibat langsung dengan sebuah partai politik atau organisasi yang bersifat politik, baik di tingkat lokal maupun di tingkat nasional.

Artinya, membawa gereja untuk mendukung atau menjadi bagian dari parpol tertentu atau tokoh tertentu yang terlibat dalam politik.

Gereja seharusnya tidak boleh berpolitik praktis. Bukan karena politik itu kotor dan gereja itu suci, tetapi untuk menjaga netralitas dan kesaksian gereja yang harus menyuarakan suara kenabian bagi pihak-pihak yang terlibat politik.

Sebagai contoh, gereja tidak boleh mengkampanyekan parpol tertentu atau tokoh tertentu yang akan bertarung dalam pemilu, baik di ranah eksekutif maupun ranah legislatif, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Jika hal ini terjadi maka akan timbul perpecahan di dalam gereja, sebab tidak mungkin semua anggota jemaat punya pandangan politik yang sama. Pasti ada anggota jemaat yang punya pandangan berbeda.

Apalagi jika di dalam gereja ada angggota jemaat yang menjadi kader atau caleg parpol tertentu. Si A kader/caleg parpol X, si B kader/caleg parpol Y, si C kader/caleg parpol Z, dan seterusnya.

Maka dalam hal ini gereja harus netral, menyerahkan pilihan terhadap masing-masing anggota jemaat.

Lagipula dalam suatu pemilu yang normal, umumnya setiap parpol atau tokoh sama saja, sama-sama ingin memikirkan kemajuan kota atau bangsanya, serta ingin memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Jadi siapa pun yang dipilih hasilnya hampir sama.

Tetapi gereja boleh, bahkan harus, terlibat dalam politik moral.

Politik moral maksudnya adalah bahwa gereja boleh mendukung pemerintah atau pihak tertentu yang sedang memperjuangkan hal-hal atau nilai-nilai yang sangat krusial, yang sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Sebaliknya gereja boleh bahkan harus menentang kebijakan pemerintah atau pihak tertentu yang sedang memperjuangkan hal-hal atau nilai-nilai yang sangat krusial, yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab.

Sebagai contoh, jika pemerintah misalnya sedang memperjuangkan agar seks bebas atau LGBT dihalalkan, sementara ada pihak atau parpol lain yang menentangnya, maka gereja wajib menentang pemerintah serta membela parpol yang menentang seks bebas tersebut, karena itulah yang sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Hal seperti ini pernah terjadi di Jerman, di mana pemimpin Jerman saat itu, Adolf Hitler, berusaha membangun Jerman dengan sistem totaliterisme, selaras dengan cita-citanya dalam menegakkan supremasi ras Arya, dengan membunuh orang-orang ras Yahudi di Jerman.

Tetapi sebagian gereja Kristen di Jerman, yang menyebut diri mereka sebagai “Gereja yang Mengaku” (bahasa Jerman: Bekennende Kirche; bahasa Inggris: Confessing Church), menentang ide gila Hitler.

Mereka ini berusaha menyembunyikan orang-orang Yahudi yang terancam dipunahkan oleh Hitler, sekalipun mereka terancam dibunuh oleh Hitler.

Salah satu pemimpin gereja yang membangkang tersebut, seorang pendeta dan teolog, Dietrich Bonhoeffer, bahkan dihukum gantung oleh Hitler.

Itulah yang dinamakan dengan politik moral.

Jadi, bolehkah gereja berpolitik? Tidak, berpolitik praktis. Boleh, berpolitik moral.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!