Disempurnakan Oleh Penderitaan

Disempurnakan Oleh Penderitaan

“…yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”

(Ibrani 2:10b)

Bacaan: Ibrani 2:5-18

 

Dalam salah satu bukunya, seorang hamba Tuhan yang bernama Dutch Sheets, mengutip Leonard Ravenhill yang menceritakan tentang sekelompok turis yang mengunjungi suatu desa yang amat menawan.

Dalam perjalanannya, turis-turis itu melewati seorang laki-laki tua yang sedang duduk di sebelah pagar.

Dengan nada sedikit merendahkan, seorang turis bertanya kepada laki-laki tua itu, “Apakah ada orang-orang hebat yang dilahirkan di desa ini?”

Laki-laki tua tersebut menjawab, “Tidak ada, hanya bayi-bayi.”

Ketika Tuhan Yesus hadir di dunia dua ribu tahun lalu, Ia tidak datang dari surga dengan hidup yang “sempurna”.

Sekalipun Yesus adalah Anak Allah, namun Ia mengambil rupa seorang manusia. Dan dalam keadaanNya sebagai manusia tersebut, Ia dilahirkan sebagai bayi biasa seperti halnya kita.

Dia juga mengalami banyak penderitaan hidup layaknya seorang manusia biasa. Namun justru penderitaan itulah yang “menyempurnakan” Tuhan Yesus, sehingga Ia menjadi manusia yang berkenan kepada Allah.

Semua manusia hebat yang pernah hidup di dunia ini tidak ada yang dilahirkan sebagai manusia hebat. Mereka semua dilahirkan sebagai bayi-bayi yang lemah dan tak berdaya.

Namun lewat proses penderitaan hidup, mereka semuanya disempurnakan menjadi manusia-manusia yang hebat.

Semua manusia dilahirkan tanpa kesempurnaan atau kehebatan. Namun hanya mereka yang mau disempurnakan oleh penderitaanlah yang akan menjadi manusia-manusia hebat, sukses, terkenal, berprestasi dan bahagia.

Untuk itu, biarkanlah penderitaan-penderitaan yang kita alami menyempurnakan hidup kita sehingga kita pun menjadi manusia yang berhasil, bahagia, dan memuliakan nama Tuhan serta menjadi berkat bagi banyak orang.

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!