Dosa Menutupi Dosa

Dosa Menutupi Dosa

“Firman TUHAN kepada Kain: Di mana Habel, adikmu itu? Jawabnya: Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

(Kejadian 4:9)

Bacaan: Kejadian 4:1-16

 

Norman Lewis dalam The Sword of the Lord, bercerita tentang seorang pengacara yang memiliki seekor burung Starling di kantornya.

Burung Starling adalah burung Amerika dan Eropa yang berekor pendek dan berbulu hitam serta bisa bicara.

Burung Starling pengacara tersebut biasa menjawab jika ia dipanggil.

Suatu pagi seorang bocah bernama Charlie memasuki kantor pengacara itu. Pengacara itu keluar sebentar dan ketika ia kembali, sangkar burungnya telah kosong.

“Di mana burungnya?” tanyanya kepada Charlie. Bocah itu menjawab bahwa ia tidak tahu.

“Burung itu ada di situ ketika aku pergi,” kata si pengacara, “ke mana perginya?”

Charlie mengulangi apa yang dikatakannya bahwa ia tidak tahu. Dia bahkan menambahkan bahwa mungkin saja pintu sangkarnya terbuka dan burungnya terbang.

Tidak percaya pengakuan Charlie, pengacara itu kemudian berteriak, “Starling, di manakah engkau?”

“Aku di sini,” sebuah suara keluar dari saku bocah itu.

Charlie pun pucat. Kebohongannya terbongkar. Ia telah melakukan dua dosa: mencuri dan berbohong.

Ketika Kain membunuh adiknya, Habel, Tuhan bertanya kepada Kain di mana Habel. Kain berbohong kepada Tuhan dengan mengatakan bahwa ia tidak tahu di mana Habel. Padahal ia telah membunuhnya.

Namun Tuhan tidak bisa dibohongi oleh Kain. Sebab darah Habel “berteriak” dari tanah.

Kain jelas telah melakukan dua dosa: pembunuhan dan kebohongan.

Dosa pembunuhan ditutupi dengan cara melakukan dosa baru: berbohong.

Banyak kebohongan orang terjadi akibat dosa lain yang telah terlebih dahulu dilakukannya.

Misalnya, ketika dosa korupsinya tidak ingin terbongkar, seseorang menutupinya dengan cara berbohong, yakni dengan membuat pengeluaran fiktif.

Jadi kebohongan itu dilakukan untuk menutupi dosa lain. Dosa menutupi dosa, melakukan dosa baru untuk menutupi dosa lama.

Mulai saat ini, mari kita tinggalkan cara-cara dosa menutupi dosa. Berhentilah berbuat dosa sehingga Anda pun tidak perlu menciptakan dosa baru untuk menutupinya.

Sebab cepat atau lambat dosa tersebut akan “berteriak” dari dalam diri kita.

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!