Dugaan korupsi pembangunan gereja, KPK menahan TA

Dugaan korupsi pembangunan gereja, KPK menahan TA, menyusul bupati yang sudah ditahan sebelumnya

Kemarin, 2 November 2022, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan seseorang berinisial TA (Direktur PT WM) sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan gereja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

TA bukanlah orang pertama yang ditetapkan sebagai tersangka dan yang telah ditahan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Tuhan tersebut.

KPK sebelumnya telah menahan EO (Bupati Mimika periode 2014-2019 dan 2019-2024) dan MS (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika/Pejabat Pembuat Komitmen) atas perkara tersebut.

Menurut KPK, akibat ketidaksesuaian pekerjaan dengan perjanjian kontrak, perbuatan para tersangka telah mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sekitar Rp 21,6 milliar.

Hal ini sangat disayangkan. Bukan hanya karena nilai korupsinya yang besar, tetapi juga karena yang dikorupsi adalah pembangunan Rumah Tuhan.

Mirisnya lagi, gubernur Papua, Lukas Enembe, juga sedang terjerat kasus hukum dan telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.

Saat ini tim KPK sedang berada di Papua untuk memantau Lukas Enembe yang dikabarkan sedang sakit sehingga tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa di Jakarta.

Semoga kasus korupsi yang menjerat para pejabat Papua beserta pihak swasta bisa segera diselesaikan secara hukum, dan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Terlebih lagi kasus korupsi yang menyangkut gereja atau hal-hal yang sifatnya menyangkut kerohanian.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!