Enjoy Saja

Enjoy Saja

 

“Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.”

 (1 Korintus 4:3)

Bacaan: 1 Korintus 4:1-5

 

Seorang anak kecil sedang bermain-main dengan tongkat pemukul baseball dan bolanya di halaman belakang rumahnya. 

“Aku adalah pemain baseball terhebat di dunia,” katanya dengan bangga.

Lalu ia melemparkan bolanya ke atas, mengayunkan tongkat pemukulnya, namun gagal mengenai bola itu.

Dengan tidak gentar ia mengambil kembali bolanya dan melemparkannya lagi ke udara serta berkata kepada dirinya sendiri, “Aku adalah pemain baseball terhebat yang pernah ada!” 

Ia mengayunkan kembali tongkatnya, dan… sekali lagi ia gagal memukul bola.

Ia berhenti sejenak untuk memeriksa tongkat pemukul dan bolanya dengan cermat. Kemudian untuk ketiga kalinya ia kembali melemparkan bolanya ke angkasa sambil berkata, Akulah pemain baseball terhebat yang pernah hidup!”

Dan ia mengayunkan tongkat pemukulnya dengan keras. Tetapi… ia kembali gagal memukul bola itu. 

Wow!,” serunya, “pelempar bolanya hebat.” 

Setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Namun janganlah kegagalan itu membuat kita berputus asa, menghakimi diri sendiri, atau merasa tidak berguna serta merasa tidak bisa melakukan apapun.

Sebaliknya, kita harus melihat kegagalan kita sebagai pelajaran yang berharga untuk bangkit kembali dalam mencapai keberhasilan di masa depan.

Kita tidak perlu menghakimi diri sendiri karena kesalahan dan kegagalan kita. Rasul Paulus juga tidak pernah menghakimi dirinya sendiri. Dia membiarkan Tuhan yang menghakimi dirinya. 

Apakah kita masih suka menghakimi diri sendiri jika kita melakukan kegagalan? 

Belajarlah seperti anak kecil dalam cerita di atas, yang tetap merasa hebat walaupun ia telah berkali-kali melakukan kegagalan dalam hidupnya. 

Jika Anda sudah berkali-kali mencoba meraih keberhasilan dan berkali-kali pula gagal, maka enjoy saja. Keberhasilan masih menunggu di depan.  

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!