Ganjar Pranowo, penghalang utama bagi Prabowo memenangi pilpres 2024


Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, belum menyerah untuk maju dalam memperebutkan kursi RI 1 di pilpres 2024 mendatang.

Hal itu dinyatakan secara langsung oleh Prabowo pada Rapimnas partainya di SICC, Sentul, Bogor, pada Agustus 2022 silam.

Prabowo bahkan menjadi tokoh pertama yang menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi capres di 2024 mendatang.

Dari segi persyaratan pencalonan, Prabowo Subianto sebenarnya belum aman. Partai Gerindra yang dipimpinnya tidak bisa sendirian mengusungnya dalam pilpres 2024. Gerindra membutuhkan setidaknya satu parpol lagi agar bisa berlaga di pilpres 2024.

Untungnya, saat ini PKB sudah menjalin komunikasi secara intensif dengan Gerindra untuk menjajaki kemungkinan kerjasama di pilpres mendatang.

Jika kerjasama ini berhasil dibentuk, maka persyaratan mengusung pasangan capres dan cawapres sudah terpenuhi, yakni mempunyai minimal 20 % kursi di parlemen.

Dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, digadang-gadang akan diplot menjadi cawapres dari Prabowo.

Tetapi meski secara administratif persyaratan pencapresan telah terpenuhi, bahkan pasangan capres dan cawapres sudah ditetapkan, langkah Prabowo untuk memenangi pilpres terbilang cukup berat.

Hal ini terjadi jika Ganjar Pranowo, kader PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah, ikut berkontestasi di pilpres nanti, terlepas dari partai mana yang mengusungnya, PDIP atau partai-partai lain.

Sebab elektabilitas Prabowo berdasarkan sejumlah lembaga survei, dari hari ke hari cenderung stagnan. Kalaupun ada peningkatan, tidak secara signifikan.

Bahkan jika melihat 2-3 tahun ke belakang, elektabilitas Prabowo justru mengalami penurunan.

Di sisi lain, elektabilitas Ganjar Pranowo terus menanjak, atau setidaknya stabil.

Hasil survei terbaru dari Charta Politika yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto hanya 24,4 %, menempati urutan kedua dalam survei tersebut.

Urutan teratas ditempati oleh Ganjar Pranowo, dengan elektabilitas 31,1 %.

Hasil seperti ini sudah berlangsung cukup lama, yakni posisi Ganjar di atas Prabowo.

Sebelumnya, dalam survei yang dirilis pada bulan Juni 2022, Charta Politika juga menempatkan Ganjar di urutan teratas dan Prabowo di bawahnya.

Bukan hanya itu, lembaga-lembagai survei lain yang kredibel juga mendapat hasil yang sama, Ganjar Pranowo berada di urutan teratas, Prabowo urutan kedua.

Misalnya, hasil survei Poltracking di bulan Juni dan bulan Agustus 2022, dan hasil survei SMRC di bulan Agustus 2022.

Survei-survei ini boleh dikatakan merupakan gambaran dari harapan publik yang lebih menginginkan Ganjar Pranowo daripada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden RI periode 2024-2029.

Tentu saja hasil survei-survei ini masih bisa berubah hingga menit-menit akhir menjelang pilpres, tetapi Prabowo harus bekerja ekstra keras untuk itu.

Prabowo hanya bisa berdoa semoga Ganjar tidak dicalonkan dalam pilpres 2024 nanti. Dengan demikian peluang Prabowo memenangi pilpres 2024 terbuka lebar.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!