Jangan Seperti Cheetah

Jangan Seperti Cheetah

 

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”

(Ibrani 10:36)

 

Bacaan: Ibrani 10:19-39

 

Saya pernah membaca kisah tentang Cheetah, macan tutul Afrika. Cheetah berlari sangat cepat untuk mengejar mangsanya dan menerkamnya, lalu ia akan segera berhenti.

Kemampuan fisik Cheetah memang memadai untuk berlari dengan sangat cepat. Ia  dapat berlari dengan kecepatan 70 mil per jam.

Namun seekor Cheetah memiliki satu masalah, yaitu jantung yang kecil, yang mengakibatkan dia cepat lelah. Karena itu jika ia tidak segera menangkap mangsanya, maka ia harus menghentikan perburuannya.

Dengan kata lain, Cheetah tidak bisa mengejar mangsanya dalam jangka waktu lama, ia harus bekerja secara cepat,  jika tidak, ia akan sangat kelelahan. 

Seberapa sering kita seperti seekor Cheetah di dalam bekerja mencapai keberhasilan?

Kita memulai pekerjaan kita dengan penuh semangat. Kita berpacu untuk sampai di garis finis keberhasilan. Namun seringkali kita menyerah sebelum kita memperoleh apa yang kita impikan.

Kita cenderung untuk bekerja dengan lebih cepat dan keras, padahal yang kita butuhkan bukanlah kekuatan sesaat yang meledak-ledak, melainkan stamina yang konsisten. 

Bekerja untuk mencapai keberhasilan atau impian dalam hidup ini adalah seperti lari maraton, bukan lari jarak pendek. Bukan lari sekencang-kencangnya lalu langsung keletihan, namun lari maraton, lari pelan-pelan tetapi konsisten, terus menerus, hingga tiba di garis finis. 

Mari, bekerjalah secara tekun, konsisten dan terus menerus. Memang menggebu-gebu, semangat, dan antusias dalam bekerja sangat penting.

Namun jika kita menguras tenaga kita hanya untuk waktu sesaat saja, maka kita akan kehabisan tenaga untuk melanjutkan pekerjaan kita, dan kita tidak akan mungkin sampai di garis finis keberhasilan.

Karena itu jangan bekerja seperti seekor Cheetah, tetapi bekerjalah layaknya seorang pelari maraton. 

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!