Ketika netizen meminta Pendeta Gilbert bertobat

Belakangan ini banyak netizen yang mengecam Pendeta Gilbert Lumoindong karena sikapnya yang dinilai berpihak kepada Ferdy Sambo dan Istrinya, Putri Candrawathi, dua tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Bahkan netizen sampai meminta Pendeta Gilbert Lumoindong untuk bertobat. Dan ketika Pendeta Gilbert meminta netizen untuk berdoa bagi kasus penembakan Brigadir Yosua, netizen justru mendoakan Pendeta Gilbert agar bertobat.

Ini adalah bentuk kekecewaan netizen terhadap Pendeta Gilbert.

Hal ini terjadi setelah Pendeta Gilbert membahas tentang kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J, di channel youtube nya, yang intinya dia membela Ferdy Sambo dan istrinya, sang pembunuh, alih-alih membela Brigadir Yosua sebagai korban pembunuhan.

Pendeta Gilbert mengaku bahwa ia telah bertemu langsung dengan Ferdy dan Putri.

Menurut Pendeta Gilbert, Ferdy Sambo tidak berniat untuk menghabisi Brigadir J. Ferdy hanya memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dengan maksud agar Brigadir J mengakui perbuatannya.

Dan setelah Brigadir J ditembak, Ferdy masih berusaha menolongnya dengan memanggilkan ambulance, tetapi ketika ambulance datang, Brigadir J sudah meninggal.

Pendeta Gilbert juga mengatakan bahwa penyebab Ferdy memerintahkan ajudannya menembak Brigadir J adalah karena pengaduan Putri, istri Ferdy, yang mengaku diperkosa oleh Brigadir J di Magelang.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa Pendeta Gilbert percaya begitu saja dengan pengakuan Ferdy dan istrinya.

Padahal kasus pelecehan yang diadukan Putri sudah dihentikan Polri karena tidak cukup bukti. Tetapi Pendeta Gilbert justru mengangkat kembali kasus tersebut.

Pendeta Gilbert seperti mengabaikan fakta bahwa Putri dan suaminya sudah terbukti berbohong dalam kasus kematian Brigadir Yosua.

Misalnya, Ferdy Sambo telah merekayasa kematian Brigadir Yosua seolah-olah terjadi karena tembak menembak. Padahal karena ditembak oleh Bharada Eliezer atas perintah Sambo. Juga kesaksian Putri di awal yang mengatakan bahwa ia mengalami pelecehan di Duren Tiga, ternyata terbukti tidak benar.

Karena itu bagaimana mungkin Pendeta Gilbert mempercayai kesaksian Ferdy dan Putri, tanpa didukung oleh bukti-bukti yang ada?

Bahkan hingga saat ini kebohongan Ferdy masih ada yang belum terungkap dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Misalnya, kenapa Ferdy merusak cctv, dan di mana handphone Brigadir J. Jika kedua benda ini bisa ditemukan atau dipulihkan maka fakta yang sejujurnya akan terbuka.

Jadi wajar jika netizen kecewa kepada Pendeta Gilbert dan memintanya untuk bertobat.

Bahkan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, sangat marah dengan Pendeta Gilbert yang dianggapnya memfitnah anaknya yang sudah meninggal.

Ada dua kemungkinan yang terjadi sehubungan dengan pernyataan Pendeta Gilbert ini.

Pertama, Ferdy dan Putri memang mengatakan demikian kepada Pendeta Gilbert. Artinya Ferdy dan Putri membohongi Pendeta Gilbert, mereka tidak mengatakan yang sejujurnya.

Tetapi timbul pertanyaan.

Semudah itukah Pendeta Gilbert dibohongi? Apalagi Pendeta Gilbert adalah seorang hamba Tuhan, harusnya ia punya kepekaan dan dapat merasakan mana yang bohong dan mana yang jujur.

Kedua, Pendeta Gilbert yang tidak jujur.

Mungkin saja Ferdy dan Putri sudah mengatakan yang sejujurnya kepada Pendeta Gilbert – membunuh Brigadir J bukan karena pelecehan/perkosaan – tetapi Pendeta Gilbert sengaja menutupinya.

Boleh jadi karena Pendeta Gilbert berempati kepada Ferdy dan Putri. Atau justru karena Pendeta Gilbert sudah menerima amplop coklat, seperti dugaan sebagian netizen?

Tentu hanya Pendeta Gilbert yang tahu.

Satu hal yang membuat pernyataan Pendeta Gilbert ini terasa lebih mengecewakan adalah karena dia seorang pendeta yang berpengaruh.

Sebagai pendeta seharusnya ia bersikap netral sampai ada putusan pengadilan, bukan mengumbar pernyataan di media sosial youtube yang ditonton banyak orang.

Apalagi kedua belah pihak, pelaku dan korban, adalah sesama anak Tuhan. Bahkan keluarga Brigadir J sudah lebih dulu dikunjunginya.

Maka tidak heran jika netizen menuding Pendeta Gilbert terkesan menggiring opini. Atau memang sengaja demi trafik dan uang dari youtube?

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!