Layakkah Brigadir Yosua diangkat menjadi pahlawan?

Oleh: Haris JO

 

Usulan pengacara keluarga brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, agar brigadir Yosua diangkat oleh  Presiden Jokowi menjadi pahlawan di hari kemerdekaan RI ini, memantik kontroversi.

Kamaruddin merasa bahwa Yosua terbukti tidak melakukan pelecehan terhadap istri atasannya, PC, sebagaimana yang dilaporkan pihak Ferdy Sambo. Sebaliknya, Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Yosua dan aduan tentang kasus pelecehan tersebut juga telah dihentikan karena tidak cukup bukti.

Untuk itu, bagi Kamaruddin, nama Yosua harus dibersihkan bahkan diangkat menjadi pahlawan kepolisian, seperti dikutip oleh sejumlah media. Sebab menurut Kamaruddin, Yosua tewas ditembak bukan karena melecehkan PC, tetapi karena membongkar kebobrokan di institusi polri.

Di sisi lain, pihak-pihak yang menolak usulan pengangkatan brigadir Yosua menjadi pahlawan beralasan bahwa menjadi pahlawan bukanlah hal yang mudah, seseorang harus punya jasa bagi bangsa dan negara. Sedangkan Yosua hanya menjadi korban pembunuhan atasannya,  tanpa ada jasa khusus bagi bangsa dan negara.

Tetapi ada juga pandangan yang moderat dan lebih bijak, yang mengatakan bahwa usulan itu masih terlalu dini, sekalipun bukan tidak mungkin, karena harus menunggu dulu hasil final kasus pembunuhan brigadir Yosua di pengadilan.

Saya kira ini lah pandangan yang tepat atas kasus pembunuhan brigadir Yosua ini. Sebab meskipun kita sudah sering mendengar tentang rekayasa dalam kasus ini, menyusul telah ditetapkannya tersangka serta dihentikannya penyidikan kasus pelecehan yang dituduhkan kepada brigadir Yosua, toh kita hanya bisa mendapat keterangan yang jelas dan pasti di pengadilan.

Hasil pengadilan nanti akan mengungkap secara terang benderang, kasus kematian brigadir Yosua. Di situ akan terlihat jelas, apa motif sesungguhnya kematian brigadir Yosua, tentu saja jika penyidik polri jujur dalam mengungkapnya.

Jika misalnya terbukti bahwa brigadir Yosua tewas ditembak karena melakukan pelecehan atau karena mempunyai hubungan spesial dengan PC, istri Ferdy Sambo, maka pengangkatannya sebagai pahlawan tentu tidak layak sama sekali.

Dan jika ternyata bahwa brigadir Yosua tewas ditembak misalnya – ini juga dikemukakan pengacara keluarga brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak – karena ia mengungkap perselingkuhan Ferdy Sambo kepada istrinya, PC, maka hal ini pun tidak layak sebagai alasan pengangkatan brigadir Yosua menjadi pahlawan. Sebab hal ini adalah masalah pribadi yang tidak punya efek apa-apa bagi bangsa dan negara, bahkan bagi kepolisian sekalipun.

Tetapi jika ternyata terbukti bahwa brigadir Yosua tewas ditembak karena ia berusaha membongkar suatu kasus besar atau persekongkolan di antara petinggi polri yang merugikan polri, bahkan merugikan bangsa dan negara – yang menjadi alasan pengangkatan Yosua menjadi pahlawan oleh Kamaruddin – maka brigadir Yosua saya kira layak juga diangkat menjadi pahlawan nasional.

Atau setidaknya Yosua bisa juga diangkat menjadi pahlawan di dalam lingkup kepolisian, dengan menaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi (anumerta), mengabadikan namanya sebagai nama jalan, nama gedung, ataupun nama suatu kesatuan dan nama suatu pendidikan/pelatihan di tubuh Polri.

Dengan demikian, maka nama baik brigadir Yosua pun secara otomatis telah dibersihkan dari tuduhan miring yang selama ini sempat dialamatkan kepadanya, yakni pelaku pelecehan seksual.

Tetapi tanpa pengangkatannya sebagai pahlawan pun, baik secara nasional maupun di lingkup internal polri, nama baik brigadir Yosua juga akan tetap bersih jika tuduhan sebagai pelaku pelecehan seksual telah terbantahkan melalui pengadilan. Tentu saja, sekali lagi, jika melalui penyidikan yang benar di tingkat kepolisian.

 

Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!

 

Haris JO aktif menulis sejak 2010. Tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik di media cetak maupun di media online, baik di media Kristen maupun di media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!