Lukas Enembe, Gubernur Provinsi termiskin yang jadi tersangka korupsi

Gubernur Papua, Lukas Enembe, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi oleh KPK. Lukas diduga menerima suap sebesar Rp. 1 Miliar.

Bukan hanya itu. Ketika rekening Lukas Enembe ditelusuri, ditemukan jumlah uang yang fantastis, Rp. 33 miliar.

Harta Lukas Enembe juga diketahui bertambah sebesar Rp. 12 miliar dalam 2 tahun terakhir.

KPK kini sedang menyelidiki aliran dana di rekening Lukas Enembe, bahkan sampai mengusut kaitannya dengan rumah judi atau kasino di luar negeri.

Apakah hal ini berarti bahwa ada indikasi Lukas Enembe “bermain” dengan kasino di luar negeri? Entahlah.

Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Lukas Enembe sebenarnya sudah sering dikaitkan dengan kasus korupsi, tetapi tidak pernah berakhir dengan penetapan sebagai tersangka.

Tetapi kali ini Lukas Enembe telah benar-benar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Ditetapkannya Lukas sebagai tersangka kasus korupsi semakin menambah deretan para pejabat Indonesia, khususnya kepala daerah, yang tersangkut kasus korupsi.

Bahkan untuk Papua sendiri ini bukanlah yang pertama. Sebab gubernur Papua sebelumnya, yang menjabat selama dua periode, yakni Barnabas Suebu, juga pernah tersangkut kasus korupsi dan berakhir di penjara sebelum akhirnya bebas bersyarat bulan Juli lalu.

Benar-benar miris, mengingat Papua adalah provinsi termiskin di Indonesia selama bertahun-tahun, bahkan hingga saat ini. Hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021.

Jadi di saat warganya sangat miskin, termiskin di seluruh Indonesia, gubernurnya justru kaya raya, bahkan masih tega mengkorupsi uang yang seharusnya dipergunakan buat pembangunan Papua dan kesejahteraan rakyatnya.

Korupsi sudah begitu mengkhawatirkan di Indonesia saat ini. Para pejabat seperti beramai-ramai melakukan korupsi justru di saat rakyat yang dipimpinnya sedang kesulitan ekonomi.

Tidak heran, pembangunan hanya jalan di tempat, dan kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita negara, hanya sebatas mimpi. Indonesia jauh tertinggal bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia.

Entah sampai kapan korupsi merajalela di Indonesia.

Hanya bisa berharap suatu waktu – entah kapan – korupsi bisa benar-benar hilang dari bumi pertiwi, atau setidaknya bisa menurun drastis.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!