Mayoritas Publik Tidak Percaya Pernyataan Komnas HAM dan Komnas Perempuan

Dua hasil survei yang dilakukan oleh dua lembaga survei kredibel memperlihatkan bahwa mayoritas publik tidak percaya Brigadir Yosua melecehkan Putri Candrawati.

Survei ini masing-masing dirilis oleh Indikator Politik dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 26 Agustus 2022 dan 31 Agustus 2022 silam.

Dalam survei Indikator Poltik, mayoritas responden, yakni 86,4 persen tidak percaya Brigadir Yosua melecehkan Putri Candrawati.

Perinciannya, 52,6 persen tidak percaya sama sekali, dan sekitar 33,8 persen kurang percaya.

Selain itu, survei Indikator menunjukkan bahwa 81,8 persen responden menilai Brigadir Yosua sengaja dibunuh karena alasan tertentu.

Hasil survei LSI setali tiga uang.

Mayoritas responden, yakni 76,3
persen tidak percaya Brigadir Yosua melecehkan Putri Candrawati.

Perinciannya, sebanyak 38,9 persen responden kurang percaya dan 37,4 persen menyatakan tidak percaya sama sekali.

Ini adalah hal yang menarik. Kedua lembaga survei ini biasanya mengadakan survei untuk masalah-masalah politik. Tetapi kini juga melakukan survei untuk masalah sosial atau tepatnya, masalah kriminalitas.

Tentu tidak menjadi masalah, sebab tetap ada kaitannya dengan dunia politik mengingat korban dan para tersangkanya mayoritas adalah anggota Polri, yang mau tidak mau menyangkut institusi Polri juga sekalipun para tersangka dan korban ini merupakan oknum-oknum.

Adanya survei ini menunjukkan bahwa publik sangat memperhatikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini, dan menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat.

Namun yang terpenting tentu adalah hasil survei kedua lembaga survei ini. Hasil survei mereka  membuktikan bahwa mayoritas publik masih memakai nalar dan akal sehat.

Banyaknya kejanggalan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua , serta terbongkarnya skenario pelaku utama dalam merekayasa kasus ini cukup membuat publik percaya bahwa kasus ini punya motif lain di luar pelecehan seksual.

Hal ini juga sekaligus “menampar” Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang baru-baru ini sepakat bahwa ada dugaan kuat terjadinya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawati oleh Brigadir Yosua.

Meskipun kedua survei ini dilakukan dan dirilis sebelum pernyataan kedua lembaga negara tersebut diumumkan, namun hasil dua lembaga survei ini tetap relevan untuk “menampar” pernyataan Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Tentu, baik pendapat publik yang tercermin dari hasil survei maupun pernyataan Komnas HAM dan Komnas Perempuan, sama-sama masih merupakan opini, pandangan, dan asumsi, bukan bukti nyata atau fakta.

Tetapi dari sini kita bisa menilai mana suara mayoritas publik yang lebih mengedepankan akal sehat dan rasionalitas, serta mana suara segelintir orang, elite lembaga negara, yang mengabaikan akal sehat dan rasionalitas tersebut.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!