Melebihi Perintah Manusia

Melebihi Perintah Manusia

Bacaan: Yeremia 35:1-19

“Sungguh, keturunan Yonadab bin Rekhab menepati perintah yang diberikan bapa leluhurnya kepada mereka, tetapi bangsa ini tidak mau mendengarkan Aku!”
(Yeremia 35:16)

 

Suku Baduy atau Kanekes, terutama yang disebut Baduy Dalam atau Kanekes Dalam, adalah sekelompok masyarakat tradisional yang sangat terisolir di kabupaten Lebak, provinsi Banten.

Mereka dilarang memakai sepatu, naik kendaraan ketika bepergian (harus jalan kaki), membangun rumah yang besar, menyalakan listrik di rumah, menggunakan teknologi seperti televisi, handphone, dll.

Mereka bahkan menolak sekolah untuk dibangun di daerah mereka. Mereka tidak mau sekolah.

Namun, sekalipun itu sangat memberatkan, mereka taat!

Baca juga renungan: Memegang Janji Tuhan

Bukan hanya itu. Setiap tahun beberapa dari mereka akan memberikan hasil panen (singkong, dll) kepada bupati dengan berjalan kaki sejauh puluhan kilometer dengan tidak mengenakan alas kaki!

Alangkah taatnya mereka kepada perintah bapa leluhur mereka!

Kurang lebih seperti itulah cara hidup orang-orang Rekhab.

Orang-orang Rekhab itu, yang merupakan keturunan Yonadab bin Rekhab (2 Raja-raja 10:15), sangat mematuhi aturan bapa leluhurnya itu. Mereka dilarang minum anggur, bercocok tanam, mendirikan rumah, dll.

Baca juga renungan: Ujian Iman

Namun, sekalipun hal itu sangat memberatkan hidup mereka, mereka taat. Dan Allah menghargai ketaatan orang-orang Rekhab tersebut dengan menjadikan mereka sebagai pelayanNya (Yeremia 35:18-19).

Allah berkata bahwa jika orang-orang Rekhab sangat mematuhi peraturan yang diberikan oleh nenek moyangnya, maka orang Israel tidak pernah menaati perintah Tuhan, yang notabene jauh lebih berharga dari perintah seorang manusia, seperti Yonadab.

Allah menegur umatNya lewat ketaatan orang-orang Rekhab pada perintah nenek moyangnya.

Dalam berbagai budaya di dunia ini, banyak orang yang sangat taat pada adat istiadat dan tradisi nenek moyang mereka, bahkan sekalipun tradisi itu kadang-kadang tidak masuk akal dan sangat memberatkan.

Baca juga renungan: Singkirkan Penghalang

Apakah kita dapat setaat itu terhadap perintah Tuhan?

Jika orang-orang dunia saja dapat mempertahankan tradisi dan perintah nenek moyang mereka secara turun temurun dengan tidak ada bantahan, tanpa peduli kata orang, tanpa merasa malu, mengapa kita tidak demikian terhadap perintah Tuhan?

Mengapa kita sebagai umatNya tidak mau taat pada perintah Tuhan yang jauh lebih penting dari perintah manusia dan yang membawa kita pada kebahagiaan dan keberhasilan?

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian Spirit).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!