Memprioritaskan Kerajaan Allah

Memprioritaskan Kerajaan Allah

Bacaan: Lukas 9:57-62

“Tetapi Yesus berkata kepadanya: Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
(Lukas 9:60)

 

John McNeill, seorang pengkhotbah Skotlandia yang populer di generasi yang lalu, suka menceritakan bagaimana nats Alkitab di atas sangat mengena kepadanya.

Ketika ayahnya meninggal di penghujung abad 19, McNeill sedang berada di Inggris tengah dalam rangka memimpin sebuah kebaktian Pengabaran Injil di suatu kota pada hari yang sama dengan penguburan ayahnya.

Orang tentu mengerti seandainya McNeill memberitahukan bahwa ia terpaksa harus membatalkan rencana penginjilannya.

Tetapi ia berkata, “Saya tidak berani melakukannya, karena Yesus yang sama berdiri di samping saya, dan seakan berkata: ‘Nah, Saya tangkap kamu. Ayo pergi, kabarkan Injil pada orang-orang itu. Atau engkau lebih suka menguburkan orang mati dari pada membangkitkan orang mati?’ Dan saya pergi berkhotbah.

F.F Bruce, seorang ahli Perjanjian Baru, menafsirkan ayat di atas seperti ini: Biarlah orang (yang secara rohani) mati menguburkan orang (yang secara jasmani) mati.

Artinya, biarlah orang-orang yang tidak mengutamakan Kerajaan Allah dalam hidup mereka, yang akan mengurus hal-hal yang bukan menjadi prioritas dalam Kerajaan Allah.

Sebaliknya, orang-orang yang mengutamakan Kerajaan Allah di atas segalanya hendaklah mengerjakan pekerjaan yang menjadi prioritas bagi Kerajaan Allah.

Hal ini mengajarkan keutamaan Kerajaan Allah bagi orang Kristen.

Tetapi ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu peduli pada keluarga kita. Tuhan Yesus tidak mengajarkan demikian. Ia sendiri menghormati orangtuaNya, ketika Ia hidup di dunia ini.

Tuhan Yesus hanya bermaksud mengatakan bahwa Tidak ada hal apa pun yang bisa menggeser prioritas Kerajaan Allah dari hidup kita murid-muridNya, bahkan keluarga sekalipun.

Kerajaan Allah adalah prioritas hidup orang percaya. Janganlah kita terlalu sibuk mengurus hal-hal lain di dunia ini sehingga kita melupakan urusan Kerajaan Allah.

Semua orang mempunyai kebutuhan-kebutuhan hidup serta masalah-masalah hidup yang harus diurusnya, namun kita tidak boleh memfokuskan hidup kita pada hal-hal tersebut.

Sebaliknya, kita harus memprioritaskan Kerajaan Allah, dan mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah dalam hidup kita.  Dengan demikian, maka segala berkat-berkat Tuhan akan tersedia bagi kita (Matius 6:33).

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!