Mengapa Tidak Dilakukan?

Mengapa Tidak Dilakukan?

 

“Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”

(Matius 7:24)

 

Bacaan: Matius 7:24-27 

 

Seorang pria datang ke sebuah kota. Ia memperhatikan bahwa tidak ada seorang pun yang memakai sepatu di kota itu

Jadi pria itu memutuskan untuk bertanya kepada seseorang di kota itu. “Maaf apakah Anda tahu mengenai sepatu?,” tanya pria tersebut kepada salah satpenduduk kota. 

Ya, tentu saja,” jawab pria yang ditanya. 

“Lalu, apakah Anda tahu kegunaan sepatu untuk kaki Anda?,” kata pria tersebut.

“Tentu saja,” jawabnya. 

“Lalu, mengapa Anda tidak memakai sepatu?,” tanya pria tersebut sekali lagi dengan bingung. 

“Ah pertanyaan itu,” kata penduduk kota itu, “mengapa Anda tidak memakai sepatu? mengapa Anda tidak memakai sepatu?” 

Keesokan paginya, pria tersebut berjalan-jalan di  jalan yang bersalju. Walaupun jalanan bersalju, namun setiap orang yang dia temui di jalan semuanya bertelanjang kaki. 

Maka ia bertanya kepada pria lain mengenai hal tersebut dan menjelaskan bahwa sepatu akan melindunginya dari rasa dingin. 

Orang itu berkata, “Kami tahu tentang sepatu. Anda lihat bangunan di sana? Itu adalah pabrik sepatu. Kami sangat bangga akan bangunan tersebut dan setiap minggu kami berkumpul di sana untuk mendengar pimpinan pabrik tersebut memberitahukan kami segala sesuatu mengenai sepatu dan mengenai luar biasanya sepatu itu.”

“Lalu, mengapa Anda tidak memakai sepatu?” kata pria itu.

 “Ah, pertanyaan itu lagi,” kata orang tersebut. 

Jelas, sesuatu kebenaran yang diketahui oleh seseorang, tidak otomatis membuat dia mempraktekkannya.

Seringkali kita sudah mengetahui sebuah kebenaran, namun tetap saja enggan melakukannya. Misalnya, kita tahu bahwa untuk berhasil kita harus tekun. Namun tetap saja kita tidak bekerja secara tekun

Sudah seharusnya kita tidak hanya mengerti sebuakebenaran, tetapi juga melakukannya dalam hidup kita. Hanya dengan demikianlah kita dapat berhasil dan mendapat berkat Tuhan. 

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!