Pandanglah Yesus

Pandanglah Yesus

 

Bacaan: Bilangan 21:4-9

“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.”
(Yohanes 3:14-15)

 

Ketika pengkhotbah Charles Spurgeon masih pemuda, ia merasa sangat bersalah karena dosanya, sehingga ia pergi dari satu gereja ke gereja yang lain di seluruh kota, berusaha mengetahui bagaimana ia dapat diampuni.

Pada suatu hari minggu dengan badai salju yang hebat, ia menemukan sebuah gereja kecil dengan hanya lima belas orang jemaat.

Pendetanya tidak datang karena badai hebat itu. Sebagai penggantinya seorang anggota jemaat berkhotbah.

Karena ia tidak tahu berkhotbah maka sebagian besar khotbahnya hanya mengulang-ulang teks.

Ketika ia tidak dapat mengatakan apa-apa lagi, ia menujukan hatinya kepada Spurgeon yang duduk di bagian belakang gereja.

Ia berseru, “Hai pemuda engkau kelihatan sangat sedih, dan engkau tidak akan pernah terlepas dari kesedihan itu. Tetapi jika engkau memandang kepada Yesus, engkau akan diselamatkan. Hai pemuda, pandanglah kepada Yesus!”

Pada saat itu Spurgeon berhenti memikirkan dosa dan ketidak-layakannya. Keputus-asaannya lenyap seketika dan hatinya penuh dengan sukacita. Ia tahu bahwa dosa-dosanya telah diampuni, karena ia telah memandang kepada Kristus.

Ketika bangsa Israel bersungut-sungut tentang makanan yang mereka makan di padang gurun, Tuhan murka. Ia menyuruh ular-ular tedung memagut mereka.

Lalu Musa berdoa untuk malapetaka itu sehingga Tuhan menghentikannya.

Kemudian Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga di sebuah tiang. Dan siapa saja yang dipagut ular dan memandang pada ular tembaga itu, maka ia akan tetap hidup.

Maksud pembuatan ular tembaga itu adalah sebagai lambang bahwa perlindungan mereka hanyalah pada Allah.

Ular tembaga tersebut adalah gambaran tentang Kristus yang harus ditinggikan (disalibkan) agar kita yang memandang kepadaNya boleh diselamatkan.

Sebagaimana orang Israel selamat dari pagutan ular jika mereka memandang pada ular tembaga, demikian juga orang percaya akan selamat dari dosa jika ia memandang kepada salib Kristus.

Dan kapan pun kita merasa hidup ini terlalu berat, maka kita boleh senantiasa memandang salib Kristus sehingga kita akan tetap hidup, kuat dan berkemenangan.

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi).

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 komentar untuk “Pandanglah Yesus”

  1. Terima kasih untuk Renungannya… Tuhan memberkati bapak/ibu dalam setiap aktivitas, kekuatan dan keselamatan sejati bersumber dari Kristus… Amen, syalom….

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!