Pasukan Rusia Ditarik dari Kherson, Harapan bagi Berakhirnya Perang

Sekitar 30 ribu pasukan Rusia telah ditarik dari Kherson, Ukraina.

Hal ini terjadi setelah pasukan Rusia berhasil merebut dan menguasai kota tersebut sejak Februari lalu.

Kherson adalah satu-satunya kota di Ukraina yang berhasil direbut oleh pasukan Rusia, sejak mereka menginvasi Ukraina dalam sembilan bulan terakhir.

Rusia sendiri mengakui bahwa Kherson, yang merupakan kota penting di selatan Ukraina, merupakan bagian dari negaranya.

Kherson merupakan pusat ekonomi regional di Ukraina selatan serta pusat industri pengembangan kapal.

Karena itulah kota ini sangat penting bagi Rusia, sehingga mereka sangat bernafsu untuk menguasainya.

Tetapi setelah berhasil merebut kota Kherson dari tentara Ukraina, dan menguasainya selama sembilan bulan, kini Rusia harus menarik pasukannya dari kota Kherson.

Diperkirakan ada sekitar 30 ribu pasukan Rusia yang ditarik oleh presiden Vladimir Putin atas nasihat para jenderalnya dari kota berpenduduk 283 ribu jiwa tersebut.

Rupanya pasukan Rusia menghadapi perlawanan yang sengit dari pasukan Ukraina yang berniat merebut kembali kota Kherson. Dan mereka berhasil.

Mundurnya pasukan Rusia sontak membuat penduduk Kherson merayakan kemenangan. Mereka sangat bergembira seraya mengibarkan bendera Ukraina di jalan-jalan Kherson.

Penduduk kota yang terletak di Laut Hitam ini juga menyambut pasukan Ukraina dengan sukacita.

Mundurnya pasukan Rusia dari Kherson sejatinya tidak hanya menggembirakan bagi warga kota Kherson, bahkan warga Ukraina pada umumnya.

Ditariknya pasukan Rusia dari Kherson sudah seharusnya menggembirakan juga bagi seluruh dunia yang mendambakan kedamaian.

Sebab perang tidak pernah membawa kebahagiaan, tetapi hanya menimbulkan kerugian, kehancuran, dan kesengsaraan.

Selama perang Rusia-Ukraina sejak Februari lalu, diperkirakan puluhan ribu hingga ratusan ribu korban jiwa di dua belah pihak, termasuk warga sipil Ukraina.

Pihak Amerika Serikat memperkirakan ada 100.000 tentara Rusia yang tewas selama perang, juga 100.000 tentara Ukraina yang tewas.

Selain itu, ada 40 ribu warga sipil Ukraina yang ikut tewas akibat perang Rusia-Ukraina ini.

Jelas pihak Rusia yang memulai perang melalui invasinya ke negara Ukraina, sehingga wajar jika PBB atau banyak negara yang menyalahkannya.

Tetapi dengan ditariknya pasukan Rusia dari Kherson, Ukraina, maka patut juga Rusia diapresiasi.

Sekalipun hal ini dilakukan karena Rusia merasa telah kalah perang di Kherson, bukan karena himbauan negara-negara lain/PBB.

Semoga Rusia juga menarik semua pasukannya dari seluruh wilayah Ukraina agar perang benar-benar berakhir.

Kita tidak berharap bahwa penarikan pasukan Rusia dari Kherson hanya strategi Rusia untuk mengelabui Ukraina agar dapat melakukan serangan yang lebih besar.

Yang kita harapkan adalah penarikan total pasukan Rusia dari seluruh Ukraina.

Semoga.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!