Pelita Hidup

Pelita Hidup

Bacaan: Mazmur 119:1-176

 

“FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
(Mazmur 119:105)

 

Tidak lama setelah publikasi Alkitab Perjanjian Baru dari William Tyndale, usaha untuk membatasi sirkulasinya mendapat pembelaan atas dasar pembaca yang berpikiran sederhana bisa keliru mengartikan bahasa Alkitab.

Misalnya tentang mencungkil mata, orang bisa saja mengartikannya secara harfiah dan betul-betul mencungkil matanya keluar sehingga “seluruh alam akan penuh dengan orang-orang buta, sehingga dengan membaca Kitab Suci akan menyebabkan situasi kacau balau.”

Maka seorang frater diberitahu untuk menerangkan hal itu dalam khotbahnya di sebuah gereja di Cambridge.

Namun Hugh Latimer dalam khotbahnya pada minggu berikutnya, mengatakan bahwa orang-orang sederhana sekalipun akan dapat membedakan antara istilah harfiah dengan istilah kiasan.

“Sebagai contoh,” Latimer berkata, “jika kita mengatakan seekor serigala berkhotbah di biara, tak seorang pun akan membayangkan bahwa yang dimaksud adalah serigala yang sesungguhnya, namun melukiskan orang-orang munafik, yang sering ditemui secara memalukan dalam pakaian itu.”

Harus diakui kadang-kadang orang Kristen sulit mengerti maksud ayat-ayat tertentu dalam Alkitab. Namun demikian akan jauh lebih baik jika orang Kristen bisa membaca sendiri Alkitabnya daripada harus menunggu pengajaran dari orang lain/rohaniwan.

Sebab itulah cara paling mudah untuk mempelajari dan mempraktekkan firman Tuhan. Bukankah firman Tuhan itu pelita bagi kaki kita? Bagaimana kita berjalan dalam hidup tanpa pelita pada malam hari? Kita akan tersesat.

Demikian juga kita akan tersesat dalam hidup ini jika kita tidak punya Alkitab sebagai terang.

Sebaliknya, jika kita punya Alkitab sendiri, kita bisa baca dan renungkan setiap hari, sehingga kita bisa selalu berjalan dalam terangNya.

Karena itu bacalah Alkitab kita baik-baik sehingga kita punya terang dalam hidup ini.

Jika ada hal yang kurang kita mengerti dalam Alkitab, bertanyalah kepada para pendeta atau pemimpin rohani Anda, atau bacalah buku-buku teologi untuk bisa mengerti ayat-ayat Alkitab tertentu.

Namun yang terpenting mintalah Roh Kudus untuk menerangi hati kita dalam membaca Alkitab sehingga kita bisa mengerti arti firmanNya serta dapat melakukannya dalam hidup kita.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!