Pendeta Gilbert sudah meminta maaf, stop menghujat

Pendeta Gilbert Lumoindong akhirnya secara resmi meminta maaf setelah pernyataannya tentang kasus kematian Brigadir Yosua menimbulkan kontroversi.

Pendeta Gilbert secara terbuka, melalui akun youtubenya, meminta maaf kepada keluarga Brigadir Yosua dan kepada publik karena pernyataannya yang menghebohkan dengan membela Ferdy Sambo dan istrinya serta menyudutkan Brigadir Yosua.

Selain itu, video yang berisi pernyataanya tersebut, yang ditayangkan di akun youtubenya, juga telah di take down.

Tetapi rupanya, permintaan maaf Pendeta Gilbert ini, yang disertai penghapusan video youtubenya yang berisi dukungannya kepada Ferdy Sambo, tidak serta merta membuat publik menerimanya. Setidaknya hal itu tercermin dari banyaknya komentar negatif netizen tentang permintaan maaf tersebut.

Masih banyak orang yang masih kesal dengan sikap Pendeta Gilbert yang terkesan membela si pembunuh dan justru menyalahkan korban pembunuhan!

Apalagi Pendeta Gilbert dikenal sebagai pendeta yang berpengaruh di Indonesia, khususnya melalui khotbah-khotbahnya.

Bagi mereka ini, permintaan maaf saja tidak cukup mengembalikan kedongkolan hati mereka terhadap Pendeta Gilbert, bahkan sekalipun video yang berisi pernyataannya tersebut telah dihapusnya.

Sikap negatif netizen terhadap permintaan maaf Pendeta Gilbert juga ditambah dengan beredarnya sebuah surat peringatan dari Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) terhadap Pendeta Gilbert sehari sebelum dia meminta maaf.

Surat tersebut, yang berkop surat sinode GBI, disertai cap resmi sinode GBI dan tanda tangan ketua umum dan sekretaris umum BPH sinode GBI, berisi “perintah” agar Pendeta Gilbert segera meminta maaf atas pernyataannya, mencabut video pernyataannya, dan fokus pada pemberitaan Firman saja.

Sehingga publik, setidaknya sebagian, menduga bahwa Pendeta Gilbert meminta maaf bukan karena kesadaran sendiri akan kesalahan yang dilakukannya, tetapi karena mendapat perintah dari sinode gereja di mana ia bernaung.

Tetapi bagaimanapun, Pendeta Gilbert telah meminta maaf, dan sudah seharusnya publik memaafkannya.

Apalagi video pernyataannya yang berisi pembelaannya terhadap Ferdy Sambo dan yang menyudutkan Brigadir Yosua telah dihapusnya.

Bahwa Pendeta Gilbert meminta maaf setelah ia menerima surat teguran dan perintah agar meminta maaf, itu juga bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan.

Sebab kadang kala manusia perlu diingatkan oleh orang lain agar sadar akan perbuatannya yang salah, yang menyakiti hati orang lain.

Yang terpenting adalah bahwa dia tulus meminta maaf dan dilakukan secara terbuka, lewat akun youtubenya, seperti pernyataannya yang membela Ferdy Sambo dan menyudutkan Brigadir Yosua dilakukannya secara terbuka.

Seperti yang dikatakan Pendeta Gilbert, pendeta juga adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari khilaf dan kesalahan. Maka Pendeta Gilbert sudah sepatutnya dimaafkan.

Mari hentikan menghujat Pendeta Gilbert.

Saya percaya lewat peristiwa ini Pendeta Gilbert telah mendapat pelajaran berharga sehingga ke depan ia tidak lagi mengurusi hal-hal di luar panggilannya sebagai pendeta, yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat.

Semoga.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!