Sampai Titik Darah Penghabisan

Sampai Titik Darah Penghabisan

“Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya.”

(2 Samuel 23:10a)

Bacaan: 2 Samuel 23:8-39

 

Ketika sebuah pesawat baru saja tinggal landas, seorang pilot pergi ke bagian belakang pesawatnya untuk memeriksa mengapa lampu bahaya menyala. Ternyata ada sebuah pintu yang sedikit terbuka.

Namun setelah pilot itu sampai di dekat pintu tersebut, sekonyong-konyong pintu itu terbuka lebar dan sang pilot pun terhisap keluar dari pesawat.

Ketika kopilot pesawat melihat panel pintu terbuka, maka ia cepat-cepat memutar arah pesawatnya untuk kembali ke bandara serta menghubungi helikopter dengan radio untuk melacak tempat rekannya jatuh.

Kopilot berkata, “Saya yakin ada pilot yang terhisap keluar dari pesawat.”

Setelah mendaratkan pesawatnya, setiap orang sangat terperanjat ketika mendapati pilot yang dikira tewas itu ternyata memegangi anak tangga pesawat, yang secara ajaib berhasil diraihnya.

Ia telah bergantung pada anak tangga itu selama 15 menit; dan yang lebih mengagumkan, ia berhasil melindungi kepalanya sehingga tidak membentur landasan pacu pesawat, walaupun jaraknya hanya 15 cm saja!

Dan luar biasa, ketika pilot itu ditemukan, mereka harus berusaha keras membuka genggaman tangannya yang melekat kuat pada anak tangga itu!

Kisah di atas hampir sama dengan yang dialami oleh Eleazar, salah seorang pahlawan raja Daud di Alkitab.

Dalam perjuangannya melawan orang Filistian, Eleazar berperang sekuat tenaga, hingga titik darah penghabisan, hingga tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya!

Sebuah perjuangan yang luar biasa.

Bagaimanakah kita dalam berjuang dalam hidup ini? Apakah tangan kita sudah cukup lesu dalam berusaha?

Atau apakah tangan kita sudah cukup kuat melekat dalam menggenggam visi dan cita-cita kita?

Tetaplah berjuang hingga titik darah penghabisan, seperti yang dilakukan oleh Eleazar pahlawan Daud dan sang pilot tersebut.

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!