Semoga Menteri Agama dapat terus membantu Gereja-gereja

Hari ini (Senin, 10/10/2022), sejumlah media memberitakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya memberikan bantuan kepada Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Paroki Katedral Jakarta.

Nilainya pun cukup besar, Rp 1 miliar, yang bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama Tahun 2022.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan diterima langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo di Gereja Katolik yang biasa disebut Gereja Katedral.

Menag berharap bantuan dapat segera dimanfaatkan untuk menambah kenyamanan umat dalam beribadah serta tetap mempertahankan estetika interior.

Memang, Gereja Katedral Jakarta tercatat sebagai bangunan cagar budaya dan sebagai objek wisata untuk umum.

Gereja Katedral sendiri mulai dibangun pada zaman kolonial Belanda, yakni pada 1891 dan diresmikan pada 21 April 1901 dengan nama Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Gereja dengan interior yang berarsitektur neo-gotik Eropa ini terhubung dengan Masjid Istiqlal melaui Terowongan Silaturahmi di bawah tanah yang diresmikan pada 21 September 2021.

Dengan adanya bantuan Kemenag ke Gereja Katedral ini kita berharap agar gereja-gereja lainnya di lingkup Protestan juga mendapat bantuan dari pemerintah melalui Kemenag.

Sebab dalam Gereja Protestan juga terdapat sejumlah gereja yang perlu dibantu, seperti gereja-gereja kuno yang perlu dipugar tanpa menghilangkan desainnya yang sarat nilai sejarah, serta gereja-gereja di pedesaan.

Tetapi yang terpenting lagi adalah bahwa melalui bantuan Kemenag ini kita bisa merasakan bahwa negara betul-betul hadir bagi seluruh warganya dari agama apa pun.

Sehingga nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 benar-benar dapat diwujudkan dalam hal kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama.

Memang jika melihat sepak terjang menteri agama sekarang, Yaqut Cholil Qoumas, ada suatu harapan akan adanya perbaikan dalam hal keagamaan dalam segala aspek.

Ada perhatian lebih darinya terhadap semua umat beragama, dibanding menteri-menteri agama sebelumnya.

Paling tidak itulah yang dapat dilihat sejak ia menjabat sebagai menteri agama hingga saat ini.

Semoga Menag Yaqut Cholil Qoumas dapat terus memperhatikan kebutuhan seluruh umat beragama di Indonesia, bukan hanya memperhatikan satu agama tertentu.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!