Sudah tepat, himbauan para pendeta Papua kepada Lukas Enembe

Gubernur Papua Lukas Enembe sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK pasca ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Lukas Enembe melalui pengacaranya mengatakan bahwa ia sedang sakit dan butuh berobat ke luar negeri.

Selain itu, pengacara juga mengatakan bahwa Lukas Enembe tidak diizinkkan oleh masyarakat Papua untuk memenuhi panggilan KPK.

Jelas di sini Lukas Enembe dan pengacaranya sedang menggiring kasus hukum yang dialaminya menjadi kasus politik.

Sehingga wajar jika publik meyakini bahwa hal ini hanya akal-akalan Lukas Enembe untuk menghindar dari jeratan hukum. Lukas Enembe mencoba melakukan perlawanan dan tidak patuh terhadap hukum.

Memang pasal yang disangkakan terhadap Lukas Enembe sangat berat, yang mencakup kasus korupsi dan pencucian uang dengan nilai yang sangat fantastis, ratusan miliar rupiah, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun, seumur hidup, bahkan hukuman mati jika hakimnya memakai pasal hukuman maksimal.

Sehingga dapat dimaklumi jika Lukas Enembe mencoba segala cara untuk bisa lepas dari segala tuduhan itu.

Hal ini juga terlihat dari banyaknya para pendukungnya yang melakukan demo terhadap penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi, beberapa waktu lalu.

Mereka juga berjaga-jaga di depan rumah sang gubernur, karena takut gubernur ditangkap oleh KPK dan dibawa ke Jakarta.

Apakah mereka ini dimobilisasi dan diprovokasi? KPK menduga demikian. Publik pun begitu.

Pengacara Lukas Enembe terlihat membangun opini bahwa Lukas Enembe disingkirkan karena dia tidak bisa diajak kompromi.

Sebab konon katanya Mendagri Tito Karnavian pernah bertemu Lukas Enembe dan meminta agar Komjen (purn) Paulus Waterpauw bisa menjadi wakil gubernur Papua menggantikan wakil gubernur yang telah meninggal.

Bahkan pengacara Lukas Enembe juga berkata bahwa partai penguasa punya agenda untuk menyingkirkan Lukas Enembe karena ingin menguasai kekayaan Papua!

Bukan hanya itu, salah seorang petinggi Partai Demokrat, partainya Lukas Enembe, berkata bahwa ada ancaman yang diterima oleh Lukas Enembe dan Partai Demokrat dari orang yang mengaku utusan Jokowi.

Yang paling miris lagi adalah, ada pendeta yang mendukung Lukas Enembe dengan mengatakan bahwa ia dikriminalisasi oleh KPK.

Jelas, ini semua adalah usaha untuk membawa kasus hukum Lukas Enembe ke ranah politik.

Padahal KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka tidak sembarangan. Mereka pasti telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk itu.

Tetapi di tengah situasi seperti itu, banyak juga tokoh Papua yang mendukung KPK dalam mengusut Lukas Enembe. Mereka ini melihat KPK murni untuk menegakkan hukum, bukan karena urusan politik.

Dan yang menggembirakan lagi adalah bahwa sebagian di antara mereka merupakan para pendeta atau tokoh agama di Papua.

Sebut saja Pendeta Alberth Yoku, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura.

Pendeta Alberth Yoku meminta agar Lukas Enembe memenuhi panggilan KPK.

Dia juga berkata bahwa Lukas Enembe harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya di hadapan Tuhan, seperti sumpahnya ketika dilantik sebagai gubernur dengan tangan di atas Alkitab.

Hal senada dikatakan oleh Pendeta Yonas Wenda, Sekretaris Umum Gereja Kingmi Papua.

Kita sangat mengharapkan para pendeta yang vokal seperti ini, yang mau berdiri di atas kebenaran dan berani menentang ketidak-benaran.

Seharusnya sebagai orang Kristen kita mendukung kinerja KPK untuk memberantas korupsi yang telah begitu menggerogoti kehidupan perekonomian bangsa dan negara kita.

Apalagi pendeta, ia harus berani menyuarakan suara kenabian terhadap pemerintah yang dianggap telah menyimpang secara hukum dan dari firman Tuhan.

Dan kepada Lukas Enembe kita harapkan agar bersikap ksatria dalam mempertanggung-jawabkan seluruh perbuatannya, dengan memenuhi panggilan KPK.

Kalau Lukas Enembe merasa tidak bersalah, tidak perlu menghindar. Hadir saja, justru ini sebagai kesempatan bagi dia untuk membela diri.

Hendaknya para pemimpin Kristen memberi teladan kepada rakyatnya dalam mematuhi hukum.

Semoga Lukas Enembe segera sembuh dan bisa mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya di pengadilan.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!