The Power Of Hope

The Power of Hope

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

(Roma 5:5)

Bacaan: Roma 5:1-11

 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap para pasien di salah satu rumah sakit di Amerika Serikat, ditemukan sebuah fakta bahwa orang-orang yang paling survive adalah mereka yang selalu penuh harapan dan optimisme.

Artinya, mereka yang selalu optimis dan punya harapan cenderung lebih bahagia, lebih cepat sembuh dan dapat bertahan hidup lebih lama.

Sebaliknya, mereka yang hidup pesimis, tanpa harapan/putus asa akan cenderung tidak bahagia, lama untuk pulih, bahkan akan cepat meninggal.

Itulah pentingnya sebuah harapan. Harapan akan mampu membuat orang bahagai. Harapan mampu membuat orang tetap bertahan. Harapan membuat orang cepat sembuh dari penyakitnya, bahkan lebih panjang umur.

Dan harapan membuat orang sabar dalam menanggung segala pergumulan hidupnya.

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah: apa yang menjadi sumber pengharapan kita?

Sebab jika kita berharap pada sesuatu yang tidak pasti, semu dan tidak tetap, seperti halnya harta kita, kepintaran kita, bahkan orang-orang yang bisa kita andalkan dalam hidup, maka kita akan kecewa.

Tetapi jika kita berharap pada Allah dan firman/janji-janjiNya maka kita akan berbahagia. Sebab pengharapan di dalam Allah dan firmanNya adalah pasti. Dan karenanya pengharapan kita tidak akan pernah mengecewakan.

Manusia bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya. Manusia bisa saja berjanji tetapi tidak menepatinya, namun Allah kita selalu menepati firman/janjiNya.

Untuk itu milikilah selalu harapan dalam hidup, yakni harapan di dalam Allah dan firmanNya. Itulah yang akan membuat kita dapat bertahan dalam menghadapi persoalan hidup apa pun.

Jadikanlah Allah sebagai Sumber Pengharapan yang tidak mengecewakan.

 

(Catatan: renungan ini merupakan tulisan saya yang sebelumnya sudah pernah dimuat di renungan harian BOM.com).

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artiklel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!