Walau terlambat, penahanan Putri melegakan publik

Hari ini Putri Candrawati, salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua, akhirnya ditahan.

Putri resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 Agustus yang lalu. Atau hampir 1,5 bulan setelah penetapannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Penahanan Putri disambut gembira oleh publik, sekalipun penahanan ini terkesan terlambat. Tetapi publik tetap mengapresiasi polisi, sebab ini lah yang ditunggu publik selama ini.

Berita tentang penahanan Putri dengan cepat tersebar di media sosial, netizen dengan semangat membagikannya di media sosialnya.

Dunia maya seperti kembali “menyala” dengan berita penahanan Putri, setelah sebelumnya sempat redup dan semakin jarang dibahas di dunia maya. Tetapi kini netizen seperti dibuat bergairah lagi dalam membicarakannya.

Penahanan Putri membuat publik merasa lega. Sebab keadilan telah ditegakkan. Penahanan Putri jelas memberi rasa keadilan kepada keluarga korban, keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bukan hanya itu. Penahanan Putri juga memberi rasa keadilan kepada para ibu yang tetap ditahan meskipun punya bayi/anak kecil. Sebab punya bayi adalah salah satu alasan tidak ditahannya Putri selama ini.

Tetapi kini, setelah Putri ditahan, para ibu yang tetap (pernah) ditahan meskipun punya bayi/anak kecil, boleh sedikit lega dan tak perlu lagi merasa “iri.”

Di sisi lain, penahanan Putri juga membuat kepercayaan publik terhadap pihak polri semakin meningkat.

Paling tidak hal ini menjadi bukti bahwa Polri serius dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Dan bahwa para tersangka pada akhirnya diperlakukan sama di mata hukum, sekalipun tersangka tersebut adalah anggota polri atau anggota keluarganya.

Tetapi tentu rasa keadilan masyarakat dan kepercayaan publik terhadap polri tidak cukup dibuktikan hanya dengan penahanan Putri.

Masih ada hal lain yang perlu dilakukan polri dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini, sebelum kasus ini sepenuhnya “berpindah” ke kejaksaan dan pengadilan (hakim).

Misalnya, berkas-berkas yang lengkap sesuai fakta-fakta di lapangan, yang diserahkan kepada pihak kejaksaan. Karena para jaksa akan memberikan tuntutan berdasarkan hal ini.

Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah fasilitas di tempat tahanan di mana Putri ditahan.

Harus dipastikan bahwa penahanan Putri tidak diistimewakan dari para tahanan lain, baik dari segi tempat, fasilitas, ataupun kebebasan tersangka di tahanan atau dalam menerima tamu.

Dengan demikian para tahanan lainnya juga merasa diperlakukan adil.

Akhirnya, semoga dengan ditahannya Putri bisa mempercepat proses hukum terhadap kasus pembunuhan Brigadir Yosua, hingga sidang pengadilan dan putusan vonis hakim terhadap para tersangka.

 

Haris JO adalah seorang penulis yang tulisan-tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media, baik media cetak maupun media online, baik media Kristen maupun media sekuler.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!